Bacaan :
Amsal
29:17
"Didiklah
anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan
sukacita kepadamu."
Renungan :
Seandainya
anak-anak kecil bisa berbicara dan memiliki keberanian untuk mengajukan
permohonan mereka kepada orang tuanya, apa yang akan mereka katakan? Bukankah
seringkali ada orang tua yang merasa berhak melakukan apa saja terhadap
anak-anak tanpa memahami perasaan mereka?
Di
dalam hati kecilnya, anak-anak kita mungkin ingin mengatakan:
"Tanganku
begitu kecil, janganlah mengharapkan hasil yang sempurna ketika aku merapikan
tempat tidur, menggambar sesuatu atau melemparkan bola.
Kakiku
masih pendek, perlambatlah jalanmu agar aku bisa berjalan bersamamu.
Mataku
belum bisa memandang dunia ini sebagaimana engkau memandangnya, biarkanlah aku
mengamati dan mempelajari banyak hal secara perlahan-lahan.
Kesibukan
di rumah akan selalu ada, beri aku sedikit saja waktu untuk menjelaskan tentang
banyak hal yang belum kupahami dan bermainlah bersamaku
Perasaanku
lembut, pekalah terhadap apa yang aku butuhkan dan jangan mengomeliku sepanjang
hari.
Perlakukanlah
aku sebagaimana engkau ingin diperlakukan.
Aku
adalah pemberian khusus dari Allah. Sayangilah aku, sebagaimana yang Allah
perintahkan untuk engkau lakukan.
Beritahu
aku aturan-aturan di dalam menjalani kehidupan dan disiplinkan aku dengan
kasih.
Aku
butuh dorongan dan bukan sekadar pujian untuk bertumbuh.
Ketika
engkau mengkritikku, kritiklah perbuatanku dan jangan benci padaku. Dengan
begitu, aku bisa mengubah kebiasaan buruk di dalam diriku.
Berilah
aku kebebasan untuk membuat keputusan tentang diriku sendiri.
Jangan
marah ketika aku berbuat salah, sehingga aku dapat belajar dari kesalahanku.
Dengan demikian suatu hari nanti aku dapat membuat keputusan yang benar.
Tolong
jangan buat aku merasa bersalah dan tidak yakin terhadap diriku dengan cara
membandingkanku dengan kakak atau adikku. Masing-masing kami memiliki kemampuan
dan kapasitas yang berbeda-beda.
Jangan
terlalu khawatir meninggalkan aku, sekali sekali ambillah waktu untuk bersantai
dan menenangkan diri. Kadang anak-anak perlu waktu tanpa orang tua, sebagaimana
orang tua juga perlu waktu untuk menenangkan diri berdua tanpa anak-anak.
Di
samping itu, itu merupakan cara yang bagus untuk memperlihatkan kepada kami
anak-anak bahwa pernikahan kalian begitu spesial dan harmonis.
Ajak
dan doronglah kami untuk berdoa dan beribadah. Berilah teladan yang baik,
karena aku ingin belajar banyak tentang Tuhan."
Kiranya
kita semakin memiliki hati yang mengasihi anak-anak, peka terhadap kebutuhan
mereka dan dimampukan untuk menjadi orang tua yang bijaksana. Tuhan Yesus
memberkati.
DOA
Tuhan
Yesus, mendidik anak bukanlah suatu hal yang mudah. Sebab itu, berilah aku
kemampuan dan hikmat untuk melakukan tugas yang telah Kau percayakan padaku itu
agar aku dapat melakukannya dengan penuh kasih. Amin. (Dod).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar