Translate

Minggu, 15 Januari 2023

Kasihilah Pasanganmu

Bacaan :

Roma 15:7

"Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah."

Renungan :

Rebecca duduk di ruang istirahat seusai membawakan seminar bertema keluarga. "Apa yang engkau bawakan tadi sangat memberkati para pendengar," kata Jane, seorang ibu yang saat itu menemaninya. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, mata Rebecca mulai memerah dan genangan air mata memenuhi pelupuk matanya. "Mereka pasti berpikir bahwa aku ini istri yang baik dan bahagia," jawab Rebecca. "Apakah kamu punya masalah serius?" tanya Jane. "Aku sudah menikah selama 14 tahun dan suamiku adalah pria yang sangat baik. Ia jujur, sabar, penyayang dan memiliki pekerjaan yang mapan. Ia penuh perhatian dan selalu menanyakan keadaanku. Ketika aku harus pergi ke suatu tempat untuk membawakan seminar ataupun acara-acara lainnya, ia selalu menawarkan diri untuk menemani jika ia sedang tidak ada acara. Ia dengan senang hati menyiapkan alat peraga yang kubutuhkan untuk membawakan seminar, termasuk membawa alat peraga dan perlengkapan lainnya ke tempat di mana aku membawakan seminar. Ia baik dan menyayangiku," kata Rebecca. "Sepertinya tidak ada yang kurang," kata Jane. "Jane, sudah aku katakan bahwa suamiku sangat baik. Tapi aku menginginkan sosok suami yang lebih memimpin dan bukan melayaniku. Aku mengharapkan agar dia yang lebih terkenal dan menjadi pembicara daripada aku," jawab Rebecca.  Jane memeluk Rebecca dan memberikan nasihat yang cukup singkat, "Ingatkah engkau janji pernikahan yang kau ucapkan 14 tahun lalu? Bukankah Engkau sudah berjanji untuk menerima dia apa adanya?" Rebecca terdiam sejenak. Ia mulai menangis dan sejak saat itu ia tidak lagi mengharapkan agar suaminya menjadi sosok yang ia inginkan. Dia mulai mensyukuri kelebihan-kelebihan yang ada dalam diri suaminya dan menerimanya dengan segala kekurangannya.

Terkadang kita tidak merasa puas dengan kebaikan, perhatian dan sikap melayani yang pasangan kita lakukan terhadap kita. Idealisme yang terlalu tinggi tidak jarang membuat kita menetapkan standar tertentu untuk pasangan kita, misalnya dia harus menjadi orang yang tegas, pintar, berwawasan luas dan lain-lain, padahal pasangan kita tidak bisa menjadi apa yang kita inginkan. Kekecewaan karena pasangan kita tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan akan semakin terasa ketika kita mulai membanding-bandingkannya dengan orang lain. Suami ataupun istri kita pasti memiliki kekurangan tetapi Ingatlah bahwa dia juga memiliki kelebihan. Bantulah pasangan kita untuk mengubah kekurangan di dalam dirinya menjadi kebaikan, tetapi terimalah apa yang tidak dapat kita ubah. 1 Ptr 4: 8 berkata

"Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa." Kasih dan penerimaan yang tulus terhadap pasangan membuat kita menerima ketidak sempurnaannya dan tidak mempersalahkan apalagi meributkannya. Bukankah kita sudah berjanji untuk menerima dia? Tuhan Yesus memberkati.

 

Doa :

Tuhan Yesus, aku berterima kasih untuk pasangan terbaik yang sudah Kau pilih untuk aku. Mampukanlah aku menerima dan mengasihi dia dengan segenap hatiku. Amin. (Dod).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bekerjalah Dengan Segenap Hati

  Bacaan : Pengkhotbah 9:10 "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada ...