Bacaan :
2
Korintus 5:16
"Sebab
itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika
kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi
menilai-Nya demikian."
Renungan :
Suatu
ketika ada dua orang anak berusia 8 tahun menuangkan bensin di kompor untuk
mendapatkan kehangatan. Ledakan hebat pun terjadi dan merengut nyawa salah
seorang anak tersebut. Anak yang satunya mengalami luka bakar di kaki dan
dokter menyarankan segera diamputasi agar tidak infeksi. Tetapi orang tuanya
berkata, "Kita tunggu saja beberapa hari." Setelah beberap minggu,
kaki anak itu pun sembuh tetapi kaki kirinya menjadi lebih pendek 6,4 cm.
"Ia tidak akan pernah bisa berjalan!" kata dokter. Beberapa minggu
kemudian ternyata anak itu bisa berjalan dengan bantuan tongkat penyangga.
Kemudian dokter mengatakan, "Ia tidak akan bisa berjalan tanpa
tongkat!" Tetapi dalam beberapa minggu, anak itu membuktikan bisa berjalan
tanpa tongkat. Lagi lagi dokter berkata, "Ia bisa berjalan, tapi tidak
akan pernah berlari." Tetapi anak itu belajar berlari. Ia adalah Glenn
Cunningham yang telah memenangkan medali emas dan memecahkan rekor dunia 1500 m
dengan waktu 4 menit 8 detik. Bagaimana
bisa seorang anak yang dinyatakan menderita kelumpuhan namun kenyataannya ia
berhasil menjadi seorang juara di lintasan lari? Jawabannya karena ia dan orang
tuanya memunyai semangat yang pantang menyerah dan tidak kalah pada keadaan.
Itulah yang menjadi kekuatan dan rahasia kesuksesannya.
Banyak
orang yang sering menyerah pada keadaan dan mereka menganggap seakan-akan itu
adalah jalan terbaik ketika mengalami berbagai masalah berat. Tetapi jika kita renungkan dan pikirkan kembali,
apakah keputusan itu benar? Menyerah pada keadaan berarti mendengarkan dan
mengamini setiap kata negatif dari orang lain untuk kita. Jika hal itu yang
terjadi, maka kemungkinan tidak akan ada pemulihan. Saat Lazarus sudah
dikuburkan, semua orang berkata bahwa ia sudah mati, tetapi Yesus berkata bahwa
ia tertidur. Tidak selamanya kita harus
mengimani apa kata orang yang buruk atau negatif tentang kita. Kita harus
mengimani apa kata Tuhan dalam hidup kita yaitu kita berharga dan kita adalah
biji mata-Nya.
Jadi,
jika saat ini kita merasa tidak berarti
dalam hidup ini karena sudah sering mendengar orang berkata kepada kita,
"Bodoh, goblok, tidak akan sukses, anak sial!", inilah saatnya kita
bangkit bersama Tuhan dan mematahkan
setiap kata-kata negatif yang sudah dikatakan kepada kita. Yesus yang kita
sembah lebih hebat dan penuh kuasa daripada setiap perkataan negatif yang
ditujukan pada kita saat ini.
Tuhan
Yesus memberkati.
Doa :
Tuhan
Yesus, terima kasih atas firman-Mu hari ini. Kini aku sadar bahwa aku adalah
pribadi yang berharga di mata-Mu. Aku mengampuni setiap pribadi yang telah
berkata negatif tentang diriku. Kini, bersama dengan Engkau aku mau berubah dan
hidup lebih baik lagi seperti perkataan-Mu. Amin. (Dod).

