Bacaan :
Yohanes
11:4
Ketika
Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa
kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak
Allah akan dimuliakan."
Renungan :
Seorang
raja memutuskan untuk melakukan perjalanan melalui laut dengan beberapa pelayan
setianya. Mereka bergabung dengan kapal di Dubai dan berlayar di laut terbuka.
Namun, setelah kapal menjauh dari pinggiran pantai, pelayannya, yang belum
pernah melihat lautan, mulai panik. la mulai menangis, berteriak dan menolak
untuk makan atau tidur. Semua orang mencoba untuk menenangkannya, mengatakan
bahwa perjalanan itu tidak berbahaya. Tapi meskipun ia mendengar kata- kata
mereka, tetap saja ia berteriak ketakutan. Raja tidak tahu apa yang harus
dilakukan, sehingga perjalanan di laut tenang itu, kini menjadi siksaan bagi
para penumpang dan awak yang lain. Dua hari berlalu tanpa ada yang bisa tidur
karena teriakan pria itu. Raja hendak meminta nahkoda kapal untuk kembali ke
pelabuhan, ketika salah satu menterinya, yang dikenal bijaksana, datang dan
berkata, "Yang Mulia, dengan izin anda, saya akan menenangkannya."
Sang Menteri lalu memerintahkan agar orang itu dibuang ke laut. Beberapa
anggota kru lalu melemparkannya ke laut. Orang itu meronta-ronta di laut,
tenggelam, dan banyak menelan air laut, muncul kembali ke permukaan, berteriak
lebih keras dari sebelumnya, tenggelam lagi, dan berhasil ke permukaan sekali
lagi. Saat itulah, menteri memerintahkan agar menarik orang itu kembali ke
kapal. Sejak saat itu, tidak ada yang mendengar lagi keluhan dari orang itu. Ia
menghabiskan sisa perjalanan dalam ketenangan. Bahkan ia berkomentar kepada
salah satu penumpang kapal bahwa ia tidak pernah melihat sesuatu yang begitu
indah seperti langit dan laut yang menyentuh cakrawala. Perjalanan, yang
sebelumnya menjadi siksaan bagi semua orang di atas kapal, kini jadi
menyenangkan dan penuh kedamaian. Beberapa waktu kemudian, Raja bertanya kepada
menterinya, "Bagaimana kau bisa tahu, bahwa dengan melemparkan orang itu
ke laut, akan membuatnya tenang?"
Menterinya
pun menjawab, "Karena pernikahan saya. Saya selalu takut kehilangan istri
saya, dan sangat cemburu sehingga saya tidak pernah berhenti berteriak dan
menjerit seperti orang itu. Suatu hari la meninggalkan saya, dan saya mencicipi
pengalaman mengerikan hidup tanpa dia. la mau kembali lagi ketika saya berjanji
tidak pernah lagi menyiksanya dengan ketakutan saya."
Dalam
kehidupan ini mungkin sering kita dihadapkan kepada lembah kekelaman. Mungkin
kita merasa takut dan begitu cemas dalam menjalani kehidupan ini. Kisah di atas
mungkin bisa menjadi pembelajaran untuk kita. Tuhan terkadang mengizinkan kita
ada di dalam lembah kekelaman. Hal ini bertujuan agar kita mengerti kasih
karunia Tuhan yang ada di dalam kehidupan kita ini. Masih ingatkah kita
dengan kisah Lazarus yang Tuhan bangkitkan? Dalam satu ayat dikatakan,
"Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, la sengaja tinggal dua
hari lagi di tempat, di mana la berada." Dari ayat tersebut, kita mengerti
bahwa saat Yesus mengetahui Lazarus dalam kesakitan, Yesus bertindak
seolah-olah membiarkan Lazarus dalam kesakitan itu. Namun tujuan yang ingin dicapai Yesus adalah agar kemuliaan Tuhan semakin
dinyatakan. Jadi, saat ini, apapun
yang menjadi problem atau permasalahan kehidupan kita, jangan takut, karena
tepat pada waktunya kita akan melihat kuasa Tuhan dinyatakan, pertolongan Tuhan
kita alami dan kita akan mengerti betapa besarnya kasih Tuhan untuk kita,
sehingga kita dapat menjalani hidup ini dengan penuh rasa syukur.
Tuhan
Yesus memberkati.
Doa :
Tuhan
Yesus, terima kasih karena Engkau selalu ada untukku. Sabda-Mu senantiasa
menguatkanku, sehingga apapun masalahku saat ini dan bagaimanapun keadaanku
saat ini, aku percaya bersama dengan Engkau semua akan baik-baik saja. Amin.
(Dod).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar