Translate

Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Februari 2023

Bekerjalah Dengan Segenap Hati

 


Bacaan :

Pengkhotbah 9:10

"Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi."

Renungan :

Ada dua orang pemuda yang tidak berpengalaman mendapatkan pekerjaan di sebuah kontraktor bangunan. Namun keduanya mendapatkan pekerjaan yang berbeda. Pemuda pertama bernama Didi yang mendapat tugas untuk mengerjakan kusen, kayu dan daun pintu. Sedangkan Pemuda kedua Dodo mendapat tugas untuk mengaduk pasir dan semen serta memasang bata. Dalam pikiran Didi pekerjaannya sebagai tukang kayu lebih ringan dan mudah dibandingkan Dodo. Namun kejutan muncul saat dia tahu bahwa ternyata rumah yang akan dibangun adalah rumah dengan desain yang antik dan banyak ukiran kayunya. Itu di luar dugaan Didi. Setelah berkali-kali diajari oleh tukang senior di perusahaan itu dan ia tidak bisa juga, Didi akhirnya putus asa. Ia mendatangi Dodo yang sedang giat bekerja tanpa lelah untuk berdiskusi tentang kemungkinan tukar pekerjaan, dan ternyata Dodo setuju. Dodo akhirnya mengerjakan bagian pekerjaan Didi, tentunya dengan dilatih terlebih dahulu. Setelah beberapa waktu sang mandor memeriksa pekerjaan kedua anak baru itu. Mandor itu terpana dengan hasil kusen dan pintu yang dikerjakan dengan baik. Ia pun bertanya, "Siapa yang mengerjakan ini?" Pegawai yang ada di sana langsung menunjuk Dodo. Sang mandor penasaran bagaimana Dodo bisa bekerja dengan baik tidak seperti rekannya Didi yang menyerah di tengah jalan. "Bagi saya sederhana saja, Pak. Lakukan semuanya dengan tulus dan jangan pernah meremehkan apapun. Dengan begitu saya lebih mengerti saat diajarkan dan bersungguh-sungguh mengerjakannya," kata Dodo. Itulah rahasia keberhasilan Dodo. Dia tidak cepat meremehkan sebuah pekerjaan yang ditawarkan kepadanya. Sikapnya pada akhirnya membantu ia mencapai keberhasilan.

Hal yang sama berlaku juga dengan hidup kita. Di dalam kehidupan ini kita akan diperhadapkan dengan banyak tantangan dan seringkali berbagai tantangan yang datang justru menjadi sebuah kesempatan bagi kita untuk melangkah maju ke tingkat selanjutnya dalam mencapai keberhasilan. Kuncinya adalah bagaimana kita menyikapi tantangan itu. Jangan pernah meremehkan ataupun sebaliknya merasa tidak mampu dan menolaknya. Belajar dengan sungguh-sungguh lalu bekerja dengan segenap hati, maka hasil kerja keras kita tidak akan sia-sia. Jadi segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tidak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Doa :

Tuhan Yesus, terima kasih atas pekerjaan yang telah Kau berikan padaku. Bantulah aku agar dapat mengerjakan setiap tugas yang telah Kau percayakan padaku dengan sepenuh hati, sehingga hasilnya akan memberkati orang-orang di sekitarku. Amin. (Dod).

Aman Bersama Tuhan

 


Bacaan :

Yohanes 11:4

Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."

Renungan :

Seorang raja memutuskan untuk melakukan perjalanan melalui laut dengan beberapa pelayan setianya. Mereka bergabung dengan kapal di Dubai dan berlayar di laut terbuka. Namun, setelah kapal menjauh dari pinggiran pantai, pelayannya, yang belum pernah melihat lautan, mulai panik. la mulai menangis, berteriak dan menolak untuk makan atau tidur. Semua orang mencoba untuk menenangkannya, mengatakan bahwa perjalanan itu tidak berbahaya. Tapi meskipun ia mendengar kata- kata mereka, tetap saja ia berteriak ketakutan. Raja tidak tahu apa yang harus dilakukan, sehingga perjalanan di laut tenang itu, kini menjadi siksaan bagi para penumpang dan awak yang lain. Dua hari berlalu tanpa ada yang bisa tidur karena teriakan pria itu. Raja hendak meminta nahkoda kapal untuk kembali ke pelabuhan, ketika salah satu menterinya, yang dikenal bijaksana, datang dan berkata, "Yang Mulia, dengan izin anda, saya akan menenangkannya." Sang Menteri lalu memerintahkan agar orang itu dibuang ke laut. Beberapa anggota kru lalu melemparkannya ke laut. Orang itu meronta-ronta di laut, tenggelam, dan banyak menelan air laut, muncul kembali ke permukaan, berteriak lebih keras dari sebelumnya, tenggelam lagi, dan berhasil ke permukaan sekali lagi. Saat itulah, menteri memerintahkan agar menarik orang itu kembali ke kapal. Sejak saat itu, tidak ada yang mendengar lagi keluhan dari orang itu. Ia menghabiskan sisa perjalanan dalam ketenangan. Bahkan ia berkomentar kepada salah satu penumpang kapal bahwa ia tidak pernah melihat sesuatu yang begitu indah seperti langit dan laut yang menyentuh cakrawala. Perjalanan, yang sebelumnya menjadi siksaan bagi semua orang di atas kapal, kini jadi menyenangkan dan penuh kedamaian. Beberapa waktu kemudian, Raja bertanya kepada menterinya, "Bagaimana kau bisa tahu, bahwa dengan melemparkan orang itu ke laut, akan membuatnya tenang?"

Menterinya pun menjawab, "Karena pernikahan saya. Saya selalu takut kehilangan istri saya, dan sangat cemburu sehingga saya tidak pernah berhenti berteriak dan menjerit seperti orang itu. Suatu hari la meninggalkan saya, dan saya mencicipi pengalaman mengerikan hidup tanpa dia. la mau kembali lagi ketika saya berjanji tidak pernah lagi menyiksanya dengan ketakutan saya."

Dalam kehidupan ini mungkin sering kita dihadapkan kepada lembah kekelaman. Mungkin kita merasa takut dan begitu cemas dalam menjalani kehidupan ini. Kisah di atas mungkin bisa menjadi pembelajaran untuk kita. Tuhan terkadang mengizinkan  kita ada di dalam lembah kekelaman. Hal ini bertujuan agar kita mengerti kasih karunia Tuhan yang ada di dalam kehidupan kita ini. Masih ingatkah kita dengan kisah Lazarus yang Tuhan bangkitkan? Dalam satu ayat dikatakan, "Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, la sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana la berada." Dari ayat tersebut, kita mengerti bahwa saat Yesus mengetahui Lazarus dalam kesakitan, Yesus bertindak seolah-olah membiarkan Lazarus dalam kesakitan itu. Namun tujuan yang ingin dicapai Yesus adalah agar kemuliaan Tuhan semakin dinyatakan. Jadi, saat ini, apapun yang menjadi problem atau permasalahan kehidupan kita, jangan takut, karena tepat pada waktunya kita akan melihat kuasa Tuhan dinyatakan, pertolongan Tuhan kita alami dan kita akan mengerti betapa besarnya kasih Tuhan untuk kita, sehingga kita dapat menjalani hidup ini dengan penuh rasa syukur.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Doa :

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu ada untukku. Sabda-Mu senantiasa menguatkanku, sehingga apapun masalahku saat ini dan bagaimanapun keadaanku saat ini, aku percaya bersama dengan Engkau semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).

Selasa, 07 Februari 2023

Berbuat Baiklah Kepada Semua Orang

 


Bacaan :

Lukas 6:27

"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu."

 

Renungan :

Seorang dokter hewan dipanggil untuk melakukan pemeriksaan terhadap seekor anjing wolfhound Irlandia berumur 10 tahun yang bernama Belker. Pemilik anjing tersebut yang bernama Ron dan istrinya Lisa serta anak laki-laki kecil mereka Shane, berharap Belker bisa sembuh. Setelah sang dokter memeriksa Belker, akhirnya ditemukan bahwa Belker menderita penyakit kanker ganas yang sudah tidak bisa disembuhkan. Sang dokter mengatakan kepada keluarga tersebut bahwa ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk Belker dan menawarkan kepada mereka untuk memberikan suntikan kematian secara cepat kepada Belker. Mereka pun membuat janji pertemuan untuk melaksanakan proses tersebut. Ron dan Lisa kemudian memberitahu kepada sang dokter bahwa mungkin ada baiknya anak mereka Shane yang masih berumur 6 tahun itu diberitahu agar melihat sendiri secara langsung bagaimana proses penyuntikan tersebut. Mereka merasa bahwa Shane dapat belajar sesuatu dari peristiwa tersebut. Keesokan harinya setelah keluarga tersebut berkumpul, sang dokter melakukan penyuntikan terhadap Belker. Dalam beberapa menit kemudian Belker pun tidur untuk selamanya dengan damai. Shane kecil kelihatannya menerima kejadian tersebut tanpa rasa sedih. Kemudian mereka semua duduk bersama setelah kematian Belker dan mereka membahas mengapa usia anjing lebih cepat daripada manusia. Shane yang awalnya hanya mendengarkan dalam diam kemudian berkata, "Saya tahu jawabannya." Apa yang kemudian keluar dari mulut Shane membuat sang dokter terheran-heran. Sang dokter tidak pernah mendengarkan hal yang begitu nyaman dapat keluar dari mulut seorang anak kecil dan itu mengubah cara hidup sang dokter. Shane berkata, "Manusia dilahirkan agar mereka dapat belajar bagaimana hidup di dalam kehidupan yang baik seperti mencintai setiap orang dalam setiap waktu dan menjadi orang yang baik. Para anjing sudah mengetahui bagaimana cara melakukan hal tersebut, jadi mereka tidak harus tinggal terlalu lama di dunia ini."

Seringkali kita memang harus belajar dari anjing tentang kesetiaan mereka, pengorbanan mereka, pengabdian mereka kepada tuannya, bagaimana mereka begitu bersemangat memberikan kibasan ekor ketika bertemu tuannya, tidak pernah punya dendam dan lain sebagainya. Mereka tidak pernah berpura-pura dan menghidupi kehidupannya dengan penuh cinta kepada tuannya. Di hari yang panas, mereka akan tidur dengan nyaman di bawah pohon yang sejuk. Mereka pun begitu menikmati saat angin menerpa wajah mereka ketika mereka berlari. Ketika tuannya bahagia dia akan ikut loncat-loncat namun ketika tuannya sedang sedih, dia pun hanya diam dan duduk mendekat sambil memberikan perhatian kepada tuannya.

Kehidupan kita terlalu singkat untuk diisi oleh berbagai hal yang tidak penting atau hal yang merugikan. Buatlah suasana yang nyaman dan bahagia kemanapun kita pergi, lupakan hal-hal buruk dan fokus pada hal yang baik. Bahkan berpikirlah hal-hal yang baik kepada orang yang tidak melakukan hal baik kepada kita karena ada tertulis jika kita berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepada kita, itu seperti menaruh bara di atas kepalanya. Biarlah kita berbuat baik bukan karena orang lain berbuat baik kepada kita, tetapi karena Tuhan Yesus telah lebih dahulu berbuat baik kepada kita, sehingga sudah sepantasnya kita menyalurkan kasih Tuhan Yesus kepada sesama.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Doa :

Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan rahmat kebaikan-Mu, sehingga melalui kehadiran-Ku orang merasakan dan mengetahui bagaimana mengasihi, bagaimana mengampuni dan bagaimana bisa menerima orang lain apa adanya. Tuhan Yesus yang baik, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu sendiri. Amin. (Dod).

Senin, 06 Februari 2023

Didiklah Anakmu Dengan Baik

 


Bacaan :

Amsal 29:17

"Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu."

Renungan :

Seandainya anak-anak kecil bisa berbicara dan memiliki keberanian untuk mengajukan permohonan mereka kepada orang tuanya, apa yang akan mereka katakan? Bukankah seringkali ada orang tua yang merasa berhak melakukan apa saja terhadap anak-anak tanpa memahami perasaan mereka?

Di dalam hati kecilnya, anak-anak kita mungkin ingin mengatakan :

"Tanganku begitu kecil, janganlah mengharapkan hasil yang sempurna ketika aku merapikan tempat tidur, menggambar sesuatu atau melemparkan bola.

Kakiku masih pendek, perlambatlah jalanmu agar aku bisa berjalan bersamamu.

Mataku belum bisa memandang dunia ini sebagaimana engkau memandangnya, biarkanlah aku mengamati dan mempelajari banyak hal secara perlahan-lahan.

Kesibukan di rumah akan selalu ada, beri aku sedikit saja waktu untuk menjelaskan tentang banyak hal yang belum kupahami dan bermainlah bersamaku

Perasaanku lembut, pekalah terhadap apa yang aku butuhkan dan jangan mengomeliku sepanjang hari.

Perlakukanlah aku sebagaimana engkau ingin diperlakukan.

Aku adalah pemberian khusus dari Allah. Sayangilah aku, sebagaimana yang Allah perintahkan untuk engkau lakukan.

Beritahu aku aturan-aturan di dalam menjalani kehidupan dan disiplinkan aku dengan kasih.

Aku butuh dorongan dan bukan sekadar pujian untuk bertumbuh.

Ketika engkau mengkritikku, kritiklah perbuatanku dan jangan benci padaku. Dengan begitu, aku bisa mengubah kebiasaan buruk di dalam diriku.

Berilah aku kebebasan untuk membuat keputusan tentang diriku sendiri.

Jangan marah ketika aku berbuat salah, sehingga aku dapat belajar dari kesalahanku. Dengan demikian suatu hari nanti aku dapat membuat keputusan yang benar.

Tolong jangan buat aku merasa bersalah dan tidak yakin terhadap diriku dengan cara membandingkanku dengan kakak atau adikku. Masing-masing kami memiliki kemampuan dan kapasitas yang berbeda-beda.

Jangan terlalu khawatir meninggalkan aku, sekali sekali ambillah waktu untuk bersantai dan menenangkan diri. Kadang anak-anak perlu waktu tanpa orang tua, sebagaimana orang tua juga perlu waktu untuk menenangkan diri berdua tanpa anak-anak.

Di samping itu, itu merupakan cara yang bagus untuk memperlihatkan kepada kami anak-anak bahwa pernikahan kalian begitu spesial dan harmonis.

Ajak dan doronglah kami untuk berdoa dan beribadah. Berilah teladan yang baik, karena aku ingin belajar banyak tentang Tuhan."

Kiranya kita semakin memiliki hati yang mengasihi anak-anak, peka terhadap kebutuhan mereka dan dimampukan untuk menjadi orang tua yang bijaksana. Tuhan Yesus memberkati.

DOA

Tuhan Yesus, mendidik anak bukanlah suatu hal yang mudah. Sebab itu, berilah aku kemampuan dan hikmat untuk melakukan tugas yang telah Kau percayakan padaku itu agar aku dapat melakukannya dengan penuh kasih. Amin. (Dod).

Minggu, 05 Februari 2023

Hindari Perbuatan Dosa

 


Bacaan :

Zakharia 2:8

"Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu — sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya."

Renungan :

Suatu hari ada seorang anak kecil berumur 1 tahun yang asyik bermain-main dekat ayahnya yang sedang bekerja. Ia membuka dompet ayahnya dan mulai mengambil uang-uang yang ada di dalamnya. Melihat ayahnya menulis pada sebuah kertas, anak itu mulai merangkak mencari-cari pulpen atau spidol dan mulai mengikuti ayahnya menulis di kertas yang ia temukan dalam dompet itu. Beberapa saat kemudian saat sang ayah sudah selesai mengerjakan tugasnya, ia terkejut melihat anaknya mencoret-coret seluruh uang yang ada di dompetnya itu dengan spidol sambil tertawa-tawa. Anak kecil itu tidak mengerti betapa bernilainya kertas yang sedang dia coret-coret itu.

Apa yang dilakukan anak kecil tadi memang salah. Namun kesalahan yang diperbuatnya disebabkan karena ia tidak mengerti bahwa kertas yang ia temukan itu sangat berharga bagi keluarganya. Ia hanya tahu mengikuti apa yang ayahnya lakukan yakni mencoret-coret kertas. Demikian juga dengan kehidupan kita. Ada begitu banyak di antara kita sebagai anak-anak Tuhan yang belum mengerti dan mengetahui betapa berharganya hidup ini, sehingga kita juga mulai mencoret-coret kehidupan kita, membuat buruk dan merusak hidup kita dengan melakukan hal-hal yang tidak berguna dan sia-sia. Tubuh yang sangat berharga ini, yang merupakan bait Allah justru akrab dengan alkohol, rokok atau bahkan narkoba dan obat bius. Banyak orang merusak hidupnya dengan memuaskan diri secara terus-menerus dengan hal-hal yang berbau pornografi. Sementara beberapa orang lagi sengaja menghancurkan hidup sendiri dalam keputusan, frustasi bahkan melakukan tindakan bunuh diri. Hal itu mereka lakukan karena tidak mengerti seberapa bernilainya hidup ini di hadapan Tuhan. Hari ini kita belajar agar kita tidak lagi melakukan kebodohan-kebodohan seperti itu. Hargai kehidupan kita karena kita sungguh memiliki nilai dan berharga bagi Tuhan. Kalau hidup kita tidak berharga, tidaklah mungkin Tuhan Yesus rela mengorbankan nyawa-Nya untuk menebus diri kita dari dosa.

Oleh karena itu, mari kita jaga dan pelihara hidup ini dengan melakukan hal-hal yang benar dan berarti. Jangan melakukan hal yang sia-sia dan tidak berguna yang ujungnya adalah maut. Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, kuserahkan hidupku dalam tangan-Mu. Kuduskanlah diriku dari segala kenajisan yang selama ini kulakukan sehingga membuat tubuhku tercemar oleh dosa. Amin. (Dod).

Sabtu, 04 Februari 2023

Kita Istimewa Dimata Tuhan

 


Bacaan :

2 Korintus 5:16

"Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian."

Renungan :

Suatu ketika ada dua orang anak berusia 8 tahun menuangkan bensin di kompor untuk mendapatkan kehangatan. Ledakan hebat pun terjadi dan merengut nyawa salah seorang anak tersebut. Anak yang satunya mengalami luka bakar di kaki dan dokter menyarankan segera diamputasi agar tidak infeksi. Tetapi orang tuanya berkata, "Kita tunggu saja beberapa hari." Setelah beberap minggu, kaki anak itu pun sembuh tetapi kaki kirinya menjadi lebih pendek 6,4 cm. "Ia tidak akan pernah bisa berjalan!" kata dokter. Beberapa minggu kemudian ternyata anak itu bisa berjalan dengan bantuan tongkat penyangga. Kemudian dokter mengatakan, "Ia tidak akan bisa berjalan tanpa tongkat!" Tetapi dalam beberapa minggu, anak itu membuktikan bisa berjalan tanpa tongkat. Lagi lagi dokter berkata, "Ia bisa berjalan, tapi tidak akan pernah berlari." Tetapi anak itu belajar berlari. Ia adalah Glenn Cunningham yang telah memenangkan medali emas dan memecahkan rekor dunia 1500 m dengan waktu 4 menit 8 detik. Bagaimana bisa seorang anak yang dinyatakan menderita kelumpuhan namun kenyataannya ia berhasil menjadi seorang juara di lintasan lari? Jawabannya karena ia dan orang tuanya memunyai semangat yang pantang menyerah dan tidak kalah pada keadaan. Itulah yang menjadi kekuatan dan rahasia kesuksesannya.

Banyak orang yang sering menyerah pada keadaan dan mereka menganggap seakan-akan itu adalah jalan terbaik ketika mengalami berbagai masalah berat. Tetapi jika kita renungkan dan pikirkan kembali, apakah keputusan itu benar? Menyerah pada keadaan berarti mendengarkan dan mengamini setiap kata negatif dari orang lain untuk kita. Jika hal itu yang terjadi, maka kemungkinan tidak akan ada pemulihan. Saat Lazarus sudah dikuburkan, semua orang berkata bahwa ia sudah mati, tetapi Yesus berkata bahwa ia tertidur. Tidak selamanya kita harus mengimani apa kata orang yang buruk atau negatif tentang kita. Kita harus mengimani apa kata Tuhan dalam hidup kita yaitu kita berharga dan kita adalah biji mata-Nya.

Jadi, jika saat ini kita merasa tidak berarti dalam hidup ini karena sudah sering mendengar orang berkata kepada kita, "Bodoh, goblok, tidak akan sukses, anak sial!", inilah saatnya kita bangkit bersama Tuhan  dan mematahkan setiap kata-kata negatif yang sudah dikatakan kepada kita. Yesus yang kita sembah lebih hebat dan penuh kuasa daripada setiap perkataan negatif yang ditujukan pada kita saat ini.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, terima kasih atas firman-Mu hari ini. Kini aku sadar bahwa aku adalah pribadi yang berharga di mata-Mu. Aku mengampuni setiap pribadi yang telah berkata negatif tentang diriku. Kini, bersama dengan Engkau aku mau berubah dan hidup lebih baik lagi seperti perkataan-Mu. Amin. (Dod).

Jumat, 03 Februari 2023

Jadilah Berkat

 


Bacaan :

Lukas 12:7

"Bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit."

Renungan :

Suatu ketika ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikannya rendah, sehingga ia hidup hanya dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik. Suatu hari, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti. "Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini," katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon. Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. "Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di sini, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini." Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, "Hai anak muda, kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah yang telah bekerja keras ini." Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, "Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku.Tolong jangan mati di sini." Setelah pohon yang ketiga, si pemuda termenung dan berpikir, "Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain. Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa bermanfaat bagi makhluk lain." Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.

Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita akan menjalani hidup ini dengan rasa terbeban. Ketika tantangan semakin berat, bisa jadi kita mulai berpikir mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri. Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari bahwa sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, bahwa kehidupan kita dibutuhkan oleh orang lain, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Jadi, mari menyadari bahwa apapun latar belakang kita, dan bagaimanapun keadaan kita saat ini, setiap dari kita adalah berguna bagi orang lain, dan dibutuhkan oleh dunia ini.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, pakailah aku sebagai alat-Mu, agar di sisa hidupku aku dapat menjadi berkat bagi sesamaku. Amin. (Dod)

Kamis, 02 Februari 2023

Kita Istimewa Dimata Tuhan



Bacaan :

2 Korintus 5:16

"Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian."

Renungan :

Suatu ketika ada dua orang anak berusia 8 tahun menuangkan bensin di kompor untuk mendapatkan kehangatan. Ledakan hebat pun terjadi dan merengut nyawa salah seorang anak tersebut. Anak yang satunya mengalami luka bakar di kaki dan dokter menyarankan segera diamputasi agar tidak infeksi. Tetapi orang tuanya berkata, "Kita tunggu saja beberapa hari." Setelah beberap minggu, kaki anak itu pun sembuh tetapi kaki kirinya menjadi lebih pendek 6,4 cm. "Ia tidak akan pernah bisa berjalan!" kata dokter. Beberapa minggu kemudian ternyata anak itu bisa berjalan dengan bantuan tongkat penyangga. Kemudian dokter mengatakan, "Ia tidak akan bisa berjalan tanpa tongkat!" Tetapi dalam beberapa minggu, anak itu membuktikan bisa berjalan tanpa tongkat. Lagi lagi dokter berkata, "Ia bisa berjalan, tapi tidak akan pernah berlari." Tetapi anak itu belajar berlari. Ia adalah Glenn Cunningham yang telah memenangkan medali emas dan memecahkan rekor dunia 1500 m dengan waktu 4 menit 8 detik. Bagaimana bisa seorang anak yang dinyatakan menderita kelumpuhan namun kenyataannya ia berhasil menjadi seorang juara di lintasan lari? Jawabannya karena ia dan orang tuanya memunyai semangat yang pantang menyerah dan tidak kalah pada keadaan. Itulah yang menjadi kekuatan dan rahasia kesuksesannya.

Banyak orang yang sering menyerah pada keadaan dan mereka menganggap seakan-akan itu adalah jalan terbaik ketika mengalami berbagai masalah berat. Tetapi jika kita renungkan dan pikirkan kembali, apakah keputusan itu benar? Menyerah pada keadaan berarti mendengarkan dan mengamini setiap kata negatif dari orang lain untuk kita. Jika hal itu yang terjadi, maka kemungkinan tidak akan ada pemulihan. Saat Lazarus sudah dikuburkan, semua orang berkata bahwa ia sudah mati, tetapi Yesus berkata bahwa ia tertidur. Tidak selamanya kita harus mengimani apa kata orang yang buruk atau negatif tentang kita. Kita harus mengimani apa kata Tuhan dalam hidup kita yaitu kita berharga dan kita adalah biji mata-Nya.

Jadi, jika saat ini kita merasa tidak berarti dalam hidup ini karena sudah sering mendengar orang berkata kepada kita, "Bodoh, goblok, tidak akan sukses, anak sial!", inilah saatnya kita bangkit bersama Tuhan  dan mematahkan setiap kata-kata negatif yang sudah dikatakan kepada kita. Yesus yang kita sembah lebih hebat dan penuh kuasa daripada setiap perkataan negatif yang ditujukan pada kita saat ini.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, terima kasih atas firman-Mu hari ini. Kini aku sadar bahwa aku adalah pribadi yang berharga di mata-Mu. Aku mengampuni setiap pribadi yang telah berkata negatif tentang diriku. Kini, bersama dengan Engkau aku mau berubah dan hidup lebih baik lagi seperti perkataan-Mu. Amin. (Dod).


Rabu, 01 Februari 2023

Tenanglah Ada Tuhan



 Renungan :

Mazmur 116:7

"Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu."

Renungan :

Bruce Larson menceritakan pengalamannya dalam Wind and Fire, "Beberapa tahun yang lalu saya hampir tenggelam akibat badai di Teluk Mexico. Ketika itu saya mendapati diri saya berenang jauh dari pantai dan berusaha mencapai perahu saya yang terhanyut. Saya terjebak dalam keadaan sulit itu karena kebodohan saya sendiri, sesuatu yang sama sekali tidak biasanya terjadi. Saya masih ingat mengatakan, 'Yah, inilah saatku." Ombaknya setinggi tujuh atau delapan kaki, dan langit gelap dengan angin kencang dan kilat sambar menyambar. Saya sedang terhanyut di laut saat Firman Tuhan datang pada saya dan menyelamatkan nyawa saya. Saya merasakan la berkata kepada saya, 'Aku di sini, Larson, dan engkau tidak akan pulang secepat yang engkau kira. Bisakah engkau menjejak-jejakkan kaki di air?' Entah bagaimana itu tak pernah terpikirkan oleh saya, karena sebelumnya saya hanya berusaha berenang dengan kalap. Seandainya saya terus saja dengan kalap berusaha berenang kembali ke pantai, tenaga saya pasti terkuras dan tenggelamlah saya. Dalam segala macam keadaan, kita dapat membuat masalah menjadi lebih buruk dengan upaya-upaya kalap kita untuk menyelamatkan diri kita sendiri, padahal Tuhan sedang berusaha mengatakan kepada kita, "Tenanglah." Seringkali, bukannya tenang, kita membuat diri kita berada dalam keadaan berbahaya dan semakin kita berusaha justru semakin buruk jadinya."

Apakah saat ini kita sedang berusaha menyelesaikan berbagai persoalan dan tantangan kehidupan yang kita hadapi dengan ketakutan dan kecemasan sehingga kita mulai menjadi kalap ? Kalau kita merasa seolah tiada lagi jalan keluar, mungkin inilah saatnya yang paling tepat bagi kita untuk berhenti sejenak dari upaya menggebu-gebu kita dalam mencari penyelesaian atau jawaban dengan cara kita sendiri. Beri Tuhan Yesus waktu untuk melakukan karya-Nya, dan untuk menyampaikan hikmat-Nya kepada kita. Tenanglah, karena Dia tetap Tuhan yang memegang kendali secara penuh atas seluruh aspek kehidupan kita. Karena Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik, kepada mereka yang menyerahkan pilihannya kepada-Nya.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu ada untukku. Kini aku tidak lagi merasa khawatir atas permasalahan yang terjadi atas diriku karena aku tahu tidak pernah sedetikpun Engkau meninggalkan aku. Dan aku percaya, bersama dengan Engkau, aku akan baik-baik saja. Amin. (Dod).




Tuhan Menyertai Kita Sepanjang Masa

 


Bacaan :

Yohanes 14:16

"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya."

Renungan :

Ada seorang anak yang sedang diajari berenang oleh ayahnya. Ia ketakutan pada waktu ayahnya memintanya berenang dari bagian kolam yang tidak terlalu dalam menuju ke bagian kolam yang amat dalam yaitu yang kedalamannya sekitar 2,5 m. Sebagai anak kecil, bagian kolam yang dalam tentulah amat menakutkan. Namun ketika berenang perlahan-lahan menuju ke bagian kolam yang dalam, ia merasa aman karena ia melihat ayahnya ikut berjalan mengikutinya ketika ia menyusuri tepi kolam sambil terus menatapnya dan siap terjun ke kolam jikalau Ia membutuhkan pertolongannya.

Bukankah Tuhan Yesus jauh lebih mampu dan berkuasa daripada seorang ayah? Kisah Tuhan Yesus berjalan di atas air adalah kisah yang terkenal. Dari kisah ini biasanya kita belajar tentang kehebatan Tuhan Yesus dan kekurangpercayaan Petrus. Namun ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini. Salah satunya adalah ketiadaan jaminan kemudahan hidup dalam mengikut Tuhan Yesus, namun adanya jaminan penyertaan-Nya dalam sepanjang hidup kita. Kisah ini berawal dari murid-murid-Nya yang naik perahu menuju ke seberang danau. Setelah beberapa mil berada dari pinggir pantai, perahu itu terombang-ambing oleh angin sakal, yaitu angin yang bertiup melawan arah perahu, sehingga perahu sulit untuk bergerak maju ke arah tujuan. Dalam keadaan seperti itu, Tuhan Yesus berjalan di atas air dan mendekati perahu mereka. Pada saat itulah Petrus mencoba untuk ikut berjalan di atas air, namun kemudian terjatuh dan mulai tenggelam karena imannya guncang saat tiupan angin keras dan air danau menerpanya. Bagaimana awalnya para murid berada di atas perahu? Atas perintah Tuhan Yesus. Para murid diperintahkan oleh Tuhan Yesus untuk naik perahu dan pergi ke seberang danau mendahului Dia, namun diterpa angin sakal. Bagaimana kisahnya sehingga Petrus bisa berjalan di atas air? Petrus diperintahkan oleh Tuhan Yesus untuk berjalan di atas air namun terkena tiupan angin. Tetapi, Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka. Ketika mereka dalam kesulitan, Ia datang memberikan pertolongan pada waktu yang tepat. 

Percaya dan mengikuti perintah Tuhan Yesus bukan berarti jaminan hidup akan mudah dan lancar. Justru jalan mengikuti Tuhan Yesus akan penuh rintangan dan tantangan. Namun Tuhan Yesus tidak akan pernah meninggalkan kita sendirian. Ia berjanji untuk menyertai kita menghadapi segala rintangan dan tantangan. Yohanes 14:16 berkata,  "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya." Artinya bahwa tidak perlu ada yang di risaukan sekalipun mungkin suatu kali kita berada dalam posisi yang lemah. Yang diperlukan hanyalah percaya sepenuhnya kalau Tuhan Yesus berkuasa dan beserta kita. Dengan demikian kita akan menjalani hidup ini penuh keberanian dan kekuatan.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Doa :

Tuhan Yesus, aku sadar jalan-Mu tidaklah mudah dan lancar. Namun aku percaya bahwa Engkau tetap menyertai aku sepanjang masa. Amin. (Dod).

Selasa, 31 Januari 2023

Tetaplah Tenang

 


Bacaan :

Yesaya 30:15

Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan.

Renungan :

Suatu ketika ada beberapa penggali tambang yang bekerja setiap hari. Sudah beberapa tahun mereka tak pernah pindah tempat kerja. Jadi bisa dibayangkan bahwa tambang itu sangat dalam.  Hari itu mereka berada di dasar tambang itu dan secara tiba-tiba semua saluran arus listrik dalam tambang itu putus. Lampu-lampu semuanya padam. Gelap gulita meliputi dasar tambang itu, dan dalam sekejap terjadilah hiruk pikuk di sana. Setiap orang berusaha menyelamatkan diri sendiri namun mereka sungguh kehilangan arah. Setiap gerakan mereka pasti berakhir dengan benturan dan tabrakan, entah menabrak sesama pekerja atau menabrak dinding tambang. Situasi bertambah buruk karena udara yang semakin panas tanpa AC. Setelah lelah bergulat dengan kegelapan, mereka semua duduk lesu tanpa harapan. Satu dari para pekerja itu mulai bicara, "Sebaiknya kita duduk tenang dari pada hiruk-pikuk mencari jalan ke luar. Duduklah secara tenang dan berusahalah untuk merasakan hembusan angin. Karena angin hanya bisa berhembus masuk melalui pintu tambang ini." Mereka semua lalu duduk dalam hening. Saat-saat pertama keheningan, mereka tidak dapat merasakan hembusan angin. Namun perlahan-lahan mereka menjadi semakin peka akan hembusan angin sepoi-sepol yang masuk melalui pintu tambang. Akhirnya, dengan mengikuti arah datangnya angin itu, mereka dapat keluar dari dasar tambang yang gelap itu dengan selamat.

Bukankah hal tersebut juga berlaku dalam kehidupan kita. Mungkin kita sering mengalami kegelapan dalam perjalanan hidup ini. Di saat itu, perasaan kita mungkin kacau, dan kita seolah-olah tidak akan pernah melihat jalan keluar yang tepat.

Mari merenung sebentar. Sebenarnya, yang pertama-tama kita butuhkan dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan adalah menenangkan diri dan berserah kepada Tuhan. Hanya dalam keheningan, penyerahan  dan berdoa memohon pertolongan kepada Tuhan Yesus, maka kita pasti akan memiliki ketenangan, dan setelah kita tenang, maka iman kita akan bangkit sehingga kita bisa melihat pokok masalah secara tepat dan dapat menemukan hikmat Tuhan untuk menyelesaikannya. Setelah itu, mari bertindak, karena iman tanpa tindakan tidak ada faedahnya. Jadi, kapanpun kita menghadapi tantangan dan pergumulan hidup, kita harus "Berserah, Beriman dan Bertindak." Jangan pernah terkejut jika tiba-tiba mukjizat datang menghampiri hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, berilah aku ketenangan ketika  menghadapi permasalahan yang terjadi dalam hidupku, sehingga dengan ketenangan itu aku bisa merasakan kehadiran-Mu, saat bisa merasakan kehadiran-Mu aku dapat berdoa dengan penuh pengharapan, saat aku berdoa maka  mujizat akan terjadi. Amin. (Dod).

Minggu, 29 Januari 2023

Tuhan Mengubah Masalah Menjadi Berkat

 


Bacaan :

2 Korintus 12:9

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku."

Renungan :

Ada seekor siput yang selalu memandang sinis terhadap katak. Suatu hari katak yang kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput, "Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan sehingga anda begitu membenci saya?" Siput menjawab, "Kalian kaum katak mempunyai 4 kaki dan bisa melompat ke sana kemari, tapi saya harus membawa cangkang yang berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih." Katak menjawab, "Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing-masing. Hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya tetapi kamu tidak melihat penderitaan saya." Dan seketika itu juga ada seekor elang besar yang terbang ke arah mereka. Siput dengan cepat memasukkan badannya ke dalam cangkang sedangkan katak dimangsa oleh elang.

Kita tidak perlu membandingkan hidup kita dengan orang lain. Lebih baik pikirkanlah apa yang kita miliki karena hal tersebut akan memberikan lebih banyak rasa bersyukur dan kebahagiaan bagi diri kita sendiri. Dalam hidup ini memang wajar kalau ada peristiwa-peristiwa yang membuat kita marah dan kecewa. Mungkin kita merasa Tuhan tidak adil, mungkin kita merasa penderitaan kita begitu berat sehingga kita merasa lelah dan letih menjalani hidup ini. Kita mulai membandingkan hidup kita dengan orang lain dan seringkali kita melihat kehidupan orang lain begitu nyaman dan bebas dari penderitaan tanpa kita mengetahui apa yang sebenarnya mereka alami. Karena apa yang kita saksikan hanyalah yang tampak dari luar saja. Padahal setiap orang, setiap rumah tangga tentu memiliki tantangan hidup masing-masing. Terkadang bahkan kita berteriak, kenapa Tuhan seolah-olah membiarkan beban hidup yang berat ini mengikuti kita sepanjang perjalanan hidup kita. Sama seperti seekor siput yang merasa lelah karena harus terus membawa cangkangnya kesana kemari, seolah-olah cangkangnya menjadi sumber penderitaan dalam hidupnya karena dia tidak dapat berjalan dengan leluasa. Namun apa yang tidak disadari oleh siput itu, adalah justru cangkang yang menyiksanya itulah yang membuatnya terhindar dari kematian. Cangkang itulah yang membuat hidupnya terselamatkan, sementara si katak yang seolah-olah tidak mengalami penderitaan sama sekali justru lebih cepat mati dibandingkan dirinya.

Jadi jangan pernah berputus asa dalam menjalani hidup. Jangan pernah membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain, karena siapa tahu apa yang pada awalnya tampak sebagai masalah dan penderitaan dalam hidup kita, justru itulah yang membawa pertolongan dan memberikan keselamatan bagi kita. Karena Tuhan selalu mampu untuk mengubah masalah menjadi berkat dan mengubah penderitaan menjadi keselamatan bagi kita semua.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Doa :

Tuhan Yesus, berilah aku hati seluas samudera agar aku dapat menerima setiap hal yang yang baik dan buruk apa adanya tanpa berpikir yang negatif terhadap hidup ini dan hidup orang lain. Amin. (Dod).

Sabtu, 28 Januari 2023

Tuhan Menyertai Kita Sepanjang Masa


Bacaan :

Yohanes 14:16

"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya."

Renungan :

Ada seorang anak yang sedang diajari berenang oleh ayahnya. Ia ketakutan pada waktu ayahnya memintanya berenang dari bagian kolam yang tidak terlalu dalam menuju ke bagian kolam yang amat dalam yaitu yang kedalamannya sekitar 2,5 m. Sebagai anak kecil, bagian kolam yang dalam tentulah amat menakutkan. Namun ketika berenang perlahan-lahan menuju ke bagian kolam yang dalam, ia merasa aman karena ia melihat ayahnya ikut berjalan mengikutinya ketika ia menyusuri tepi kolam sambil terus menatapnya dan siap terjun ke kolam jikalau Ia membutuhkan pertolongannya.

Bukankah Tuhan Yesus jauh lebih mampu dan berkuasa daripada seorang ayah? Kisah Tuhan Yesus berjalan di atas air adalah kisah yang terkenal. Dari kisah ini biasanya kita belajar tentang kehebatan Tuhan Yesus dan kekurangpercayaan Petrus. Namun ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini. Salah satunya adalah ketiadaan jaminan kemudahan hidup dalam mengikut Tuhan Yesus, namun adanya jaminan penyertaan-Nya dalam sepanjang hidup kita. Kisah ini berawal dari murid-murid-Nya yang naik perahu menuju ke seberang danau. Setelah beberapa mil berada dari pinggir pantai, perahu itu terombang-ambing oleh angin sakal, yaitu angin yang bertiup melawan arah perahu, sehingga perahu sulit untuk bergerak maju ke arah tujuan. Dalam keadaan seperti itu, Tuhan Yesus berjalan di atas air dan mendekati perahu mereka. Pada saat itulah Petrus mencoba untuk ikut berjalan di atas air, namun kemudian terjatuh dan mulai tenggelam karena imannya guncang saat tiupan angin keras dan air danau menerpanya. Bagaimana awalnya para murid berada di atas perahu? Atas perintah Tuhan Yesus. Para murid diperintahkan oleh Tuhan Yesus untuk naik perahu dan pergi ke seberang danau mendahului Dia, namun diterpa angin sakal. Bagaimana kisahnya sehingga Petrus bisa berjalan di atas air? Petrus diperintahkan oleh Tuhan Yesus untuk berjalan di atas air namun terkena tiupan angin. Tetapi, Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka. Ketika mereka dalam kesulitan, Ia datang memberikan pertolongan pada waktu yang tepat. 

Percaya dan mengikuti perintah Tuhan Yesus bukan berarti jaminan hidup akan mudah dan lancar. Justru jalan mengikuti Tuhan Yesus akan penuh rintangan dan tantangan. Namun Tuhan Yesus tidak akan pernah meninggalkan kita sendirian. Ia berjanji untuk menyertai kita menghadapi segala rintangan dan tantangan. Yohanes 14:16 berkata,  "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya." Artinya bahwa tidak perlu ada yang di risaukan sekalipun mungkin suatu kali kita berada dalam posisi yang lemah. Yang diperlukan hanyalah percaya sepenuhnya kalau Tuhan Yesus berkuasa dan beserta kita. Dengan demikian kita akan menjalani hidup ini penuh keberanian dan kekuatan.

Tuhan Yesus memberkati.


Jumat, 27 Januari 2023

Utamakan Tuhan

 


Bacaan :

1 Timotius 6:10

"Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka."

Renungan :

Suatu ketika uang menulis sepucuk surat kepada manusia. Isi surat itu seperti di bawah ini:

"Shalom, selamat pagi.

Wajahku sebenarnya biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu mengubah dunia ini. Bahkan aku bisa mengubah perilaku dan sifat manusia karena banyak dari manusia yang mengidolakan aku. Banyak orang berubah kepribadiannya, menghianati teman, menjual tubuh, bahkan meninggalkan iman mereka karena aku. Bagi manusia aku adalah kehormatan, karena aku dapat menentukan kaya dan miskin dan terhormat atau terhina. Aku bukan iblis, tapi tindakan kriminal bisa disebabkan oleh aku. Aku juga bukan orang ketiga, tapi banyak keluarga hancur gara-gara aku. Kepala keluarga mereka sibuk mencari dan mengejar aku, sedangkan para istri mereka sibuk menghambur-hamburkan aku. Anak-anak hanya diberi aku sebagai ganti kasih sayang orang tua mereka. Ya, sangat jelas. Aku juga bukan Tuhan, tapi manusia menyembah aku seperti Tuhan, bahkan seringkali hamba-hamba Tuhan lebih menghormati aku daripada Tuhan. Mereka melayani Tuhan hanya untuk mendapatkan aku, bukan mencari Tuhannya. Padahal aku yang harusnya melayani manusia, tapi kenapa malah manusia yang melayani aku. Aku tidak pernah mengorbankan diriku untuk siapapun, tetapi banyak orang rela mati demi aku. Satu hal yang perlu diingat, aku tidak bisa memberikan damai sejahtera yang abadi. Aku hanya bisa memberikan kesenangan yang semu. Aku tidak bisa memberikan kesehatan, karena aku hanya bisa menjadi alat bayar resep dan dokter. Kalau suatu hari anda dipanggil Tuhan, aku tidak bisa menemani anda. Anda harusnya menghadapi sendiri. Dan saat itu mungkin Tuhan akan bertanya apa yang sudah anda lakukan untuk-Nya bersama aku. Satu hal terakhir yang harus anda tahu, aku tidak pernah berada di surga. Jadi, jangan cari aku di sana ya. Salam sayang dariku, uang."

Surat di atas memang hanya fiktif belaka, tetapi itu bisa menjadi renungan untuk kita. Kita tidak bisa menyembah dua Allah yaitu allah mamon dan Allah Tuhan kita. Kita hanya bisa memilih salah satu dari mereka dan menjadi hamba dari salah satu di antaranya. Oleh karena itu, mari membuat prioritas yang benar dalam hidup ini. Jangan sampai kita salah memilih, supaya kita tidak menyesal selama-lamanya di kekekalan. Pilihlah yang benar. Mamon atau uang tidak bisa menemani kita di surga nanti, karena surga hanya milik Tuhan Allah kita.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Doa :

Tuhan Yesus, ampunilah aku karena sering hatiku menjauh dari pada-Mu dan lebih terikat dengan hal-hal dunia. Waktu ku sibuk kugunakan mencari uang dan melupakan Engkau sebagai Sang Pemberi Berkat. Kini bukalah hatiku agar aku dapat menjadikan Engkau yang nomor satu dalam hidupku, sehingga damai sejahtera-Mu tetap tinggal dalam hatiku. Amin. (Dod).

Kamis, 26 Januari 2023

Tuhan Tidak Pernah Meninggalkan Kita



Bacaan :

Mazmur 92:13-16

"Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya. "

Renungan :

Setiap orang secara alami pasti akan menjadi tua. Kondisi fisik semakin lemah, mata mulai rabun, otak mulai pikun dan sebagainya. Sehingga tidak sedikit orang menjadi khawatir ketika memasuki usia senja. Khawatir tidak bisa melakukan apa-apa lagi, khawatir tidak dapat berguna dan bermanfaat bagi orang lain lagi. Tenaga manusia memang akan menurun, kemampuan secara umum pun akan menurun. Perihal ini, kita memang tidak bisa melawan hukum alam. Namun bukan berarti kita harus berhenti menjadi berkat untuk orang lain.

Alkitab mencatat beberapa orang yang tetap produktif di usia senjanya, di antaranya adalah Nuh dan Kaleb. Kisah bahtera Nuh pastilah sudah tidak asing lagi bagi kita. Di masa tuanya, Nuh diperintahkan oleh Tuhan untuk membuat sebuah bahtera. Bila dilihat dari ukuran bahtera yang ditetapkan Tuhan, dipastikan ketika itu Nuh harus bekerja sangat keras. Sebab membangun bahtera bukanlah karya yang mudah. Orang yang muda sekalipun pasti akan merasa kesulitan untuk membangunnya, apalagi Nuh di usia senjanya dengan kondisi fisik yang mulai menurun. Akan tetapi Nuh terbukti berhasil membangun bahtera tersebut, karena Tuhan menyertainya. Demikian pula hanya dengan Kaleb. Di usianya yang tidak muda lagi tepatnya 85 tahun, ia masih sanggup berperang untuk merebut kota Hebron. Itu semua karena Tuhan yang menjadikannya kuat.

Kiranya kedua tokoh di atas dapat memberikan semangat kepada kita yang akan atau yang saat ini sudah memasuki usia senja. Yang perlu dipahami dan diketahui adalah Tuhan tidak akan pernah membatasi kita untuk bermanfaat bagi orang lain, sekalipun usia kita tidak lagi muda. Pandangan dunia, kita mungkin tidak lagi produktif, sulit mengerjakan perkara-perkara yang sukar, tetapi di pemandangan Tuhan, kita tetap produktif, kita tidak pernah layu, kita tetap segar dan yang terpenting Ia tidak pernah menganggap kita terlalu tua untuk melakukan pekerjaan-Nya. Dunia memberikan batasan kepada kita, tetapi tidak demikian halnya dengan Tuhan. Seberapapun usia kita saat ini, Tuhan akan memberikan kesempatan kepada kita untuk menjadi berkat dan bermanfaat bagi orang lain.

Sekalipun rambut kita memutih, kulit kita mulai berkeriput dan kondisi fisik kita mulai menurun, percayalah Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Sekalipun orang meragukan kemampuan kita, percayalah Tuhan tidak pernah meragukan kemampuan kita. Sebab, sejak semula ia telah berjanji, ketika kita setia menghidupi firman-Nya di dalam hidup kita, masa tua kita pun telah Ia jamin. Untuk itu hilangkan rasa khawatir dalam hidup kita. Berapapun usia kita sekarang dan sebesar apapun kekuatan kita sekarang, Tuhan ingin memakai kita dalam pekerjaan-Nya. Kalau secara fisik kita tidak mampu, maka secara rohani kita masih bisa menjadi pendoa bagi keluarga dan orang-orang yang ada di sekitar kita. Jadi bersemangatlah dan tetap produktif. Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, aku bersyukur karena sampai hari ini penyertaan-Mu tetap kurasakan. Sekalipun aku bertambah tua, engkau tidak pernah meninggalkanku. Amin. (Dod).

Rabu, 25 Januari 2023

Tuhanlah Sumber Kekuatan

 


Bacaan :

Mazmur 86:12

"Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya."

 Renungan :

Dua orang pedagang asongan sedang istirahat untuk menghitung hasil jualan mereka masing-masing. Setelah dihitung ternyata hasil jualan masing-masing hanya cukup untuk satu kali biaya makan. Pedagang asongan pertama mengeluhkan betapa sedikit pendapatannya, padahal ia sudah merasa lelah berdagang di tengah cuaca yang panas. Sementara pedagang asongan yang kedua berkata, "Puji Tuhan, hasil jualan siang ini masih cukup untuk makan. Mereka sama-sama menjalani profesi sebagai pedagang kecil. Jam kerja mereka sama dan penghasilan yang mereka dapat pada saat itu pun sama. Namun, reaksi keduanya ternyata berbeda ketika melihat hasil. Satu mengeluh, satunya bersyukur.

Bukanlah hal mudah mengucap syukur di tengah situasi yang sulit. Namun, inilah tantangan kita sebagai pengikut Kristus. Kita diajar untuk senantiasa mengucap syukur dalam segala hal, lalu memuliakan namanya. Mengucap syukur dan memuliakan Tuhan merupakan dua hal yang berkaitan. Di mana ada ungkapan syukur, di situ juga nama Tuhan dipermuliakan. Dengan menyadari bahwa segala sesuatu adalah pemberian dari Tuhan, sudah selayaknyalah kita bersyukur dan memuji nama Tuhan. Tanpa penyertaan-Nya, kita bukanlah siapa-siapa dan tidak akan mendapat apa-apa. Tuhan Yesus memberkati

 

Doa :

Tuhan Yesus, aku mau selalu bersyukur kepada-Mu di tengah situasi apapun yang terjadi dalam hidupku. Engkau pasti memberikan yang terbaik seturut kehendak-Mu untukku. Amin. (Dod).

Bekerjalah Dengan Segenap Hati

  Bacaan : Pengkhotbah 9:10 "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada ...