Bacaan :
Zakharia
2:8
"Sebab
beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus
aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu — sebab siapa yang
menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya."
Renungan :
Suatu
hari ada seorang anak kecil berumur 1 tahun yang asyik bermain-main dekat
ayahnya yang sedang bekerja. Ia membuka dompet ayahnya dan mulai mengambil
uang-uang yang ada di dalamnya. Melihat ayahnya menulis pada sebuah kertas,
anak itu mulai merangkak mencari-cari pulpen atau spidol dan mulai mengikuti
ayahnya menulis di kertas yang ia temukan dalam dompet itu. Beberapa saat
kemudian saat sang ayah sudah selesai mengerjakan tugasnya, ia terkejut melihat
anaknya mencoret-coret seluruh uang yang ada di dompetnya itu dengan spidol
sambil tertawa-tawa. Anak kecil itu tidak mengerti betapa bernilainya kertas
yang sedang dia coret-coret itu.
Apa
yang dilakukan anak kecil tadi memang salah. Namun kesalahan yang diperbuatnya
disebabkan karena ia tidak mengerti bahwa kertas yang ia temukan itu sangat
berharga bagi keluarganya. Ia hanya tahu mengikuti apa yang ayahnya lakukan
yakni mencoret-coret kertas. Demikian juga dengan kehidupan kita. Ada begitu
banyak di antara kita sebagai anak-anak Tuhan yang belum mengerti dan
mengetahui betapa berharganya hidup ini, sehingga kita juga mulai
mencoret-coret kehidupan kita, membuat buruk dan merusak hidup kita dengan
melakukan hal-hal yang tidak berguna dan sia-sia. Tubuh yang sangat berharga
ini, yang merupakan bait Allah justru akrab dengan alkohol, rokok atau bahkan
narkoba dan obat bius. Banyak orang merusak hidupnya dengan memuaskan diri
secara terus-menerus dengan hal-hal yang berbau pornografi. Sementara beberapa
orang lagi sengaja menghancurkan hidup sendiri dalam keputusan, frustasi bahkan
melakukan tindakan bunuh diri. Hal itu mereka lakukan karena tidak mengerti
seberapa bernilainya hidup ini di hadapan Tuhan. Hari ini kita belajar agar
kita tidak lagi melakukan kebodohan-kebodohan seperti itu. Hargai kehidupan
kita karena kita sungguh memiliki nilai dan berharga bagi Tuhan. Kalau hidup
kita tidak berharga, tidaklah mungkin Tuhan Yesus rela mengorbankan nyawa-Nya
untuk menebus diri kita dari dosa.
Oleh
karena itu, mari kita jaga dan pelihara hidup ini dengan melakukan hal-hal yang
benar dan berarti. Jangan melakukan hal yang sia-sia dan tidak berguna yang
ujungnya adalah maut. Tuhan Yesus memberkati.
Doa :
Tuhan
Yesus, kuserahkan hidupku dalam tangan-Mu. Kuduskanlah diriku dari segala
kenajisan yang selama ini kulakukan sehingga membuat tubuhku tercemar oleh
dosa. Amin. (Dod).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar