Translate

Tampilkan postingan dengan label Roh Kudus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Roh Kudus. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Februari 2023

Aman Bersama Tuhan

 


Bacaan :

Yohanes 11:4

Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."

Renungan :

Seorang raja memutuskan untuk melakukan perjalanan melalui laut dengan beberapa pelayan setianya. Mereka bergabung dengan kapal di Dubai dan berlayar di laut terbuka. Namun, setelah kapal menjauh dari pinggiran pantai, pelayannya, yang belum pernah melihat lautan, mulai panik. la mulai menangis, berteriak dan menolak untuk makan atau tidur. Semua orang mencoba untuk menenangkannya, mengatakan bahwa perjalanan itu tidak berbahaya. Tapi meskipun ia mendengar kata- kata mereka, tetap saja ia berteriak ketakutan. Raja tidak tahu apa yang harus dilakukan, sehingga perjalanan di laut tenang itu, kini menjadi siksaan bagi para penumpang dan awak yang lain. Dua hari berlalu tanpa ada yang bisa tidur karena teriakan pria itu. Raja hendak meminta nahkoda kapal untuk kembali ke pelabuhan, ketika salah satu menterinya, yang dikenal bijaksana, datang dan berkata, "Yang Mulia, dengan izin anda, saya akan menenangkannya." Sang Menteri lalu memerintahkan agar orang itu dibuang ke laut. Beberapa anggota kru lalu melemparkannya ke laut. Orang itu meronta-ronta di laut, tenggelam, dan banyak menelan air laut, muncul kembali ke permukaan, berteriak lebih keras dari sebelumnya, tenggelam lagi, dan berhasil ke permukaan sekali lagi. Saat itulah, menteri memerintahkan agar menarik orang itu kembali ke kapal. Sejak saat itu, tidak ada yang mendengar lagi keluhan dari orang itu. Ia menghabiskan sisa perjalanan dalam ketenangan. Bahkan ia berkomentar kepada salah satu penumpang kapal bahwa ia tidak pernah melihat sesuatu yang begitu indah seperti langit dan laut yang menyentuh cakrawala. Perjalanan, yang sebelumnya menjadi siksaan bagi semua orang di atas kapal, kini jadi menyenangkan dan penuh kedamaian. Beberapa waktu kemudian, Raja bertanya kepada menterinya, "Bagaimana kau bisa tahu, bahwa dengan melemparkan orang itu ke laut, akan membuatnya tenang?"

Menterinya pun menjawab, "Karena pernikahan saya. Saya selalu takut kehilangan istri saya, dan sangat cemburu sehingga saya tidak pernah berhenti berteriak dan menjerit seperti orang itu. Suatu hari la meninggalkan saya, dan saya mencicipi pengalaman mengerikan hidup tanpa dia. la mau kembali lagi ketika saya berjanji tidak pernah lagi menyiksanya dengan ketakutan saya."

Dalam kehidupan ini mungkin sering kita dihadapkan kepada lembah kekelaman. Mungkin kita merasa takut dan begitu cemas dalam menjalani kehidupan ini. Kisah di atas mungkin bisa menjadi pembelajaran untuk kita. Tuhan terkadang mengizinkan  kita ada di dalam lembah kekelaman. Hal ini bertujuan agar kita mengerti kasih karunia Tuhan yang ada di dalam kehidupan kita ini. Masih ingatkah kita dengan kisah Lazarus yang Tuhan bangkitkan? Dalam satu ayat dikatakan, "Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, la sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana la berada." Dari ayat tersebut, kita mengerti bahwa saat Yesus mengetahui Lazarus dalam kesakitan, Yesus bertindak seolah-olah membiarkan Lazarus dalam kesakitan itu. Namun tujuan yang ingin dicapai Yesus adalah agar kemuliaan Tuhan semakin dinyatakan. Jadi, saat ini, apapun yang menjadi problem atau permasalahan kehidupan kita, jangan takut, karena tepat pada waktunya kita akan melihat kuasa Tuhan dinyatakan, pertolongan Tuhan kita alami dan kita akan mengerti betapa besarnya kasih Tuhan untuk kita, sehingga kita dapat menjalani hidup ini dengan penuh rasa syukur.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Doa :

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu ada untukku. Sabda-Mu senantiasa menguatkanku, sehingga apapun masalahku saat ini dan bagaimanapun keadaanku saat ini, aku percaya bersama dengan Engkau semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).

Sabtu, 04 Februari 2023

Kita Istimewa Dimata Tuhan

 


Bacaan :

2 Korintus 5:16

"Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian."

Renungan :

Suatu ketika ada dua orang anak berusia 8 tahun menuangkan bensin di kompor untuk mendapatkan kehangatan. Ledakan hebat pun terjadi dan merengut nyawa salah seorang anak tersebut. Anak yang satunya mengalami luka bakar di kaki dan dokter menyarankan segera diamputasi agar tidak infeksi. Tetapi orang tuanya berkata, "Kita tunggu saja beberapa hari." Setelah beberap minggu, kaki anak itu pun sembuh tetapi kaki kirinya menjadi lebih pendek 6,4 cm. "Ia tidak akan pernah bisa berjalan!" kata dokter. Beberapa minggu kemudian ternyata anak itu bisa berjalan dengan bantuan tongkat penyangga. Kemudian dokter mengatakan, "Ia tidak akan bisa berjalan tanpa tongkat!" Tetapi dalam beberapa minggu, anak itu membuktikan bisa berjalan tanpa tongkat. Lagi lagi dokter berkata, "Ia bisa berjalan, tapi tidak akan pernah berlari." Tetapi anak itu belajar berlari. Ia adalah Glenn Cunningham yang telah memenangkan medali emas dan memecahkan rekor dunia 1500 m dengan waktu 4 menit 8 detik. Bagaimana bisa seorang anak yang dinyatakan menderita kelumpuhan namun kenyataannya ia berhasil menjadi seorang juara di lintasan lari? Jawabannya karena ia dan orang tuanya memunyai semangat yang pantang menyerah dan tidak kalah pada keadaan. Itulah yang menjadi kekuatan dan rahasia kesuksesannya.

Banyak orang yang sering menyerah pada keadaan dan mereka menganggap seakan-akan itu adalah jalan terbaik ketika mengalami berbagai masalah berat. Tetapi jika kita renungkan dan pikirkan kembali, apakah keputusan itu benar? Menyerah pada keadaan berarti mendengarkan dan mengamini setiap kata negatif dari orang lain untuk kita. Jika hal itu yang terjadi, maka kemungkinan tidak akan ada pemulihan. Saat Lazarus sudah dikuburkan, semua orang berkata bahwa ia sudah mati, tetapi Yesus berkata bahwa ia tertidur. Tidak selamanya kita harus mengimani apa kata orang yang buruk atau negatif tentang kita. Kita harus mengimani apa kata Tuhan dalam hidup kita yaitu kita berharga dan kita adalah biji mata-Nya.

Jadi, jika saat ini kita merasa tidak berarti dalam hidup ini karena sudah sering mendengar orang berkata kepada kita, "Bodoh, goblok, tidak akan sukses, anak sial!", inilah saatnya kita bangkit bersama Tuhan  dan mematahkan setiap kata-kata negatif yang sudah dikatakan kepada kita. Yesus yang kita sembah lebih hebat dan penuh kuasa daripada setiap perkataan negatif yang ditujukan pada kita saat ini.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, terima kasih atas firman-Mu hari ini. Kini aku sadar bahwa aku adalah pribadi yang berharga di mata-Mu. Aku mengampuni setiap pribadi yang telah berkata negatif tentang diriku. Kini, bersama dengan Engkau aku mau berubah dan hidup lebih baik lagi seperti perkataan-Mu. Amin. (Dod).

Rabu, 01 Februari 2023

Tenanglah Ada Tuhan



 Renungan :

Mazmur 116:7

"Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu."

Renungan :

Bruce Larson menceritakan pengalamannya dalam Wind and Fire, "Beberapa tahun yang lalu saya hampir tenggelam akibat badai di Teluk Mexico. Ketika itu saya mendapati diri saya berenang jauh dari pantai dan berusaha mencapai perahu saya yang terhanyut. Saya terjebak dalam keadaan sulit itu karena kebodohan saya sendiri, sesuatu yang sama sekali tidak biasanya terjadi. Saya masih ingat mengatakan, 'Yah, inilah saatku." Ombaknya setinggi tujuh atau delapan kaki, dan langit gelap dengan angin kencang dan kilat sambar menyambar. Saya sedang terhanyut di laut saat Firman Tuhan datang pada saya dan menyelamatkan nyawa saya. Saya merasakan la berkata kepada saya, 'Aku di sini, Larson, dan engkau tidak akan pulang secepat yang engkau kira. Bisakah engkau menjejak-jejakkan kaki di air?' Entah bagaimana itu tak pernah terpikirkan oleh saya, karena sebelumnya saya hanya berusaha berenang dengan kalap. Seandainya saya terus saja dengan kalap berusaha berenang kembali ke pantai, tenaga saya pasti terkuras dan tenggelamlah saya. Dalam segala macam keadaan, kita dapat membuat masalah menjadi lebih buruk dengan upaya-upaya kalap kita untuk menyelamatkan diri kita sendiri, padahal Tuhan sedang berusaha mengatakan kepada kita, "Tenanglah." Seringkali, bukannya tenang, kita membuat diri kita berada dalam keadaan berbahaya dan semakin kita berusaha justru semakin buruk jadinya."

Apakah saat ini kita sedang berusaha menyelesaikan berbagai persoalan dan tantangan kehidupan yang kita hadapi dengan ketakutan dan kecemasan sehingga kita mulai menjadi kalap ? Kalau kita merasa seolah tiada lagi jalan keluar, mungkin inilah saatnya yang paling tepat bagi kita untuk berhenti sejenak dari upaya menggebu-gebu kita dalam mencari penyelesaian atau jawaban dengan cara kita sendiri. Beri Tuhan Yesus waktu untuk melakukan karya-Nya, dan untuk menyampaikan hikmat-Nya kepada kita. Tenanglah, karena Dia tetap Tuhan yang memegang kendali secara penuh atas seluruh aspek kehidupan kita. Karena Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik, kepada mereka yang menyerahkan pilihannya kepada-Nya.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu ada untukku. Kini aku tidak lagi merasa khawatir atas permasalahan yang terjadi atas diriku karena aku tahu tidak pernah sedetikpun Engkau meninggalkan aku. Dan aku percaya, bersama dengan Engkau, aku akan baik-baik saja. Amin. (Dod).




Tuhan Menyertai Kita Sepanjang Masa

 


Bacaan :

Yohanes 14:16

"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya."

Renungan :

Ada seorang anak yang sedang diajari berenang oleh ayahnya. Ia ketakutan pada waktu ayahnya memintanya berenang dari bagian kolam yang tidak terlalu dalam menuju ke bagian kolam yang amat dalam yaitu yang kedalamannya sekitar 2,5 m. Sebagai anak kecil, bagian kolam yang dalam tentulah amat menakutkan. Namun ketika berenang perlahan-lahan menuju ke bagian kolam yang dalam, ia merasa aman karena ia melihat ayahnya ikut berjalan mengikutinya ketika ia menyusuri tepi kolam sambil terus menatapnya dan siap terjun ke kolam jikalau Ia membutuhkan pertolongannya.

Bukankah Tuhan Yesus jauh lebih mampu dan berkuasa daripada seorang ayah? Kisah Tuhan Yesus berjalan di atas air adalah kisah yang terkenal. Dari kisah ini biasanya kita belajar tentang kehebatan Tuhan Yesus dan kekurangpercayaan Petrus. Namun ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini. Salah satunya adalah ketiadaan jaminan kemudahan hidup dalam mengikut Tuhan Yesus, namun adanya jaminan penyertaan-Nya dalam sepanjang hidup kita. Kisah ini berawal dari murid-murid-Nya yang naik perahu menuju ke seberang danau. Setelah beberapa mil berada dari pinggir pantai, perahu itu terombang-ambing oleh angin sakal, yaitu angin yang bertiup melawan arah perahu, sehingga perahu sulit untuk bergerak maju ke arah tujuan. Dalam keadaan seperti itu, Tuhan Yesus berjalan di atas air dan mendekati perahu mereka. Pada saat itulah Petrus mencoba untuk ikut berjalan di atas air, namun kemudian terjatuh dan mulai tenggelam karena imannya guncang saat tiupan angin keras dan air danau menerpanya. Bagaimana awalnya para murid berada di atas perahu? Atas perintah Tuhan Yesus. Para murid diperintahkan oleh Tuhan Yesus untuk naik perahu dan pergi ke seberang danau mendahului Dia, namun diterpa angin sakal. Bagaimana kisahnya sehingga Petrus bisa berjalan di atas air? Petrus diperintahkan oleh Tuhan Yesus untuk berjalan di atas air namun terkena tiupan angin. Tetapi, Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka. Ketika mereka dalam kesulitan, Ia datang memberikan pertolongan pada waktu yang tepat. 

Percaya dan mengikuti perintah Tuhan Yesus bukan berarti jaminan hidup akan mudah dan lancar. Justru jalan mengikuti Tuhan Yesus akan penuh rintangan dan tantangan. Namun Tuhan Yesus tidak akan pernah meninggalkan kita sendirian. Ia berjanji untuk menyertai kita menghadapi segala rintangan dan tantangan. Yohanes 14:16 berkata,  "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya." Artinya bahwa tidak perlu ada yang di risaukan sekalipun mungkin suatu kali kita berada dalam posisi yang lemah. Yang diperlukan hanyalah percaya sepenuhnya kalau Tuhan Yesus berkuasa dan beserta kita. Dengan demikian kita akan menjalani hidup ini penuh keberanian dan kekuatan.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Doa :

Tuhan Yesus, aku sadar jalan-Mu tidaklah mudah dan lancar. Namun aku percaya bahwa Engkau tetap menyertai aku sepanjang masa. Amin. (Dod).

Sabtu, 28 Januari 2023

Tuhan Menyertai Kita Sepanjang Masa


Bacaan :

Yohanes 14:16

"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya."

Renungan :

Ada seorang anak yang sedang diajari berenang oleh ayahnya. Ia ketakutan pada waktu ayahnya memintanya berenang dari bagian kolam yang tidak terlalu dalam menuju ke bagian kolam yang amat dalam yaitu yang kedalamannya sekitar 2,5 m. Sebagai anak kecil, bagian kolam yang dalam tentulah amat menakutkan. Namun ketika berenang perlahan-lahan menuju ke bagian kolam yang dalam, ia merasa aman karena ia melihat ayahnya ikut berjalan mengikutinya ketika ia menyusuri tepi kolam sambil terus menatapnya dan siap terjun ke kolam jikalau Ia membutuhkan pertolongannya.

Bukankah Tuhan Yesus jauh lebih mampu dan berkuasa daripada seorang ayah? Kisah Tuhan Yesus berjalan di atas air adalah kisah yang terkenal. Dari kisah ini biasanya kita belajar tentang kehebatan Tuhan Yesus dan kekurangpercayaan Petrus. Namun ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini. Salah satunya adalah ketiadaan jaminan kemudahan hidup dalam mengikut Tuhan Yesus, namun adanya jaminan penyertaan-Nya dalam sepanjang hidup kita. Kisah ini berawal dari murid-murid-Nya yang naik perahu menuju ke seberang danau. Setelah beberapa mil berada dari pinggir pantai, perahu itu terombang-ambing oleh angin sakal, yaitu angin yang bertiup melawan arah perahu, sehingga perahu sulit untuk bergerak maju ke arah tujuan. Dalam keadaan seperti itu, Tuhan Yesus berjalan di atas air dan mendekati perahu mereka. Pada saat itulah Petrus mencoba untuk ikut berjalan di atas air, namun kemudian terjatuh dan mulai tenggelam karena imannya guncang saat tiupan angin keras dan air danau menerpanya. Bagaimana awalnya para murid berada di atas perahu? Atas perintah Tuhan Yesus. Para murid diperintahkan oleh Tuhan Yesus untuk naik perahu dan pergi ke seberang danau mendahului Dia, namun diterpa angin sakal. Bagaimana kisahnya sehingga Petrus bisa berjalan di atas air? Petrus diperintahkan oleh Tuhan Yesus untuk berjalan di atas air namun terkena tiupan angin. Tetapi, Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka. Ketika mereka dalam kesulitan, Ia datang memberikan pertolongan pada waktu yang tepat. 

Percaya dan mengikuti perintah Tuhan Yesus bukan berarti jaminan hidup akan mudah dan lancar. Justru jalan mengikuti Tuhan Yesus akan penuh rintangan dan tantangan. Namun Tuhan Yesus tidak akan pernah meninggalkan kita sendirian. Ia berjanji untuk menyertai kita menghadapi segala rintangan dan tantangan. Yohanes 14:16 berkata,  "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya." Artinya bahwa tidak perlu ada yang di risaukan sekalipun mungkin suatu kali kita berada dalam posisi yang lemah. Yang diperlukan hanyalah percaya sepenuhnya kalau Tuhan Yesus berkuasa dan beserta kita. Dengan demikian kita akan menjalani hidup ini penuh keberanian dan kekuatan.

Tuhan Yesus memberkati.


Minggu, 22 Januari 2023

Diproses Oleh Tuhan Agar Bertumbuh

 


Bacaan:

Mazmur 86:12

"Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya."

Renungan:

Dua orang pedagang asongan sedang istirahat untuk menghitung hasil jualan mereka masing-masing. Setelah dihitung ternyata hasil jualan masing-masing hanya cukup untuk satu kali biaya makan. Pedagang asongan pertama mengeluhkan betapa sedikit pendapatannya, padahal ia sudah merasa lelah berdagang di tengah cuaca yang panas. Sementara pedagang asongan yang kedua berkata, "Puji Tuhan, hasil jualan siang ini masih cukup untuk makan. Mereka sama-sama menjalani profesi sebagai pedagang kecil. Jam kerja mereka sama dan penghasilan yang mereka dapat pada saat itu pun sama. Namun, reaksi keduanya ternyata berbeda ketika melihat hasil. Satu mengeluh, satunya bersyukur.

Bukanlah hal mudah mengucap syukur di tengah situasi yang sulit. Namun, inilah tantangan kita sebagai pengikut Kristus. Kita diajar untuk senantiasa mengucap syukur dalam segala hal, lalu memuliakan namanya. Mengucap syukur dan memuliakan Tuhan merupakan dua hal yang berkaitan. Di mana ada ungkapan syukur, di situ juga nama Tuhan dipermuliakan. Dengan menyadari bahwa segala sesuatu adalah pemberian dari Tuhan, sudah selayaknyalah kita bersyukur dan memuji nama Tuhan. Tanpa penyertaan-Nya, kita bukanlah siapa-siapa dan tidak akan mendapat apa-apa.

Tuhan Yesus memberkati

Doa:

Tuhan Yesus, aku mau selalu bersyukur kepada-Mu di tengah situasi apapun yang terjadi dalam hidupku. Engkau pasti memberikan yang terbaik seturut kehendak-Mu untukku. Amin. (Dod).

Sabtu, 21 Januari 2023

Hiduplah Dengan Benar

 


Bacaan :

Mazmur 86:12

"Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya."

Renungan :

Dua orang pedagang asongan sedang istirahat untuk menghitung hasil jualan mereka masing-masing. Setelah dihitung ternyata hasil jualan masing-masing hanya cukup untuk satu kali biaya makan. Pedagang asongan pertama mengeluhkan betapa sedikit pendapatannya, padahal ia sudah merasa lelah berdagang di tengah cuaca yang panas. Sementara pedagang asongan yang kedua berkata, "Puji Tuhan, hasil jualan siang ini masih cukup untuk makan. Mereka sama-sama menjalani profesi sebagai pedagang kecil. Jam kerja mereka sama dan penghasilan yang mereka dapat pada saat itu pun sama. Namun, reaksi keduanya ternyata berbeda ketika melihat hasil. Satu mengeluh, satunya bersyukur.

Bukanlah hal mudah mengucap syukur di tengah situasi yang sulit. Namun, inilah tantangan kita sebagai pengikut Kristus. Kita diajar untuk senantiasa mengucap syukur dalam segala hal, lalu memuliakan namanya. Mengucap syukur dan memuliakan Tuhan merupakan dua hal yang berkaitan. Di mana ada ungkapan syukur, di situ juga nama Tuhan dipermuliakan. Dengan menyadari bahwa segala sesuatu adalah pemberian dari Tuhan, sudah selayaknyalah kita bersyukur dan memuji nama Tuhan. Tanpa penyertaan-Nya, kita bukanlah siapa-siapa dan tidak akan mendapat apa-apa. Tuhan Yesus memberkati

Doa :

Tuhan Yesus, aku mau selalu bersyukur kepada-Mu di tengah situasi apapun yang terjadi dalam hidupku. Engkau pasti memberikan yang terbaik seturut kehendak-Mu untukku. Amin. (Dod).

Jumat, 20 Januari 2023

Hormatilah Orangtuamu

 


Bacaan :

Efesus 6:1-3

"Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.

Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:

supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi."

Renungan :

Ada satu kisah menarik dari seorang remaja pria. Ia menceritakan tentang kehidupannya saat remaja. Masa remaja adalah masa yang menyenangkan bagi kebanyakan orang yang baru menginjak masa itu. Pergaulan bersama teman-teman menjadi petualangan yang seru. Menerobos batasan-batasan yang ada adalah hal yang sangat biasa. Saat itu ia adalah salah satu remaja yang sama sekali tidak peduli terhadap aturan manapun, baik itu peraturan di sekolah atau peraturan di rumah. Orang tuanya, terutama ayahnya sampai bingung menghadapinya. Hingga sampailah ia pada satu waktu, di mana keadaanlah yang membantingnya dengan keras, menyadarkannya dari kebodohan masa remajanya. Saat itu ia melewatkan malam Natal bersama seluruh anggota keluarganya, karena ia memilih untuk merayakan Natal bersama teman-temannya. Setibanya di rumah, waktu itu pukul tiga pagi, ternyata ada ayahnya yang sedang duduk di tengah kegelapan. Meski menyadari keberadaan ayahhnya di sana, ia tak mengucapkan satu kata pun. Kakinya pun melangkah menuju ke tempat tidur, namun baru beberapa langkah, ayahnya memintanya untuk keluar dari rumah jika tidak mau mematuhi peraturan yang ada di rumah. Sebagai remaja pria, ia pun naik darah lalu berteriak kepada ayahnya bahwa ia mampu hidup sendiri, karena pikirnya ia masih muda dan kuat. Tanpa berpikir panjang, ia pergi meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Selanjutnya ia bekerja sebagai tukang kuli bangunan. Saat itu cukup menyenangkan karena ia menghasilkan uang dengan keringatnya sendiri. Tetapi pekerjaan itu tidak bertahan lama, karena ia sampai pada satu peristiwa yang membuatnya lumpuh. Ia mengalami kecelakaan kerja, ia terjatuh dan dari kejadian itu kedua kakinya lumpuh. Akhirnya ia kembali ke rumah. Selama empat bulan ia hanya terduduk lesu di kursi roda. Dia tidak lagi tampil gagah dan berani. Selama itu pula ayahnya tidak menegurnya. Namun tanpa diketahuinya, di dalam diamnya ternyata ayahnya memperhatikannya. Mungkin ayahnya pun menangis melihat keadaannya. Sampai suatu saat ayahnya memaksanya untuk belajar berjalan. Ayahnyalah yang terus menyemangatinya. Setiap pagi dan sore, ayahnya memapahnya di pundaknya  sambil berkata, "Tidak masalah, selangkah demi selangkah saja. Kamu pasti bisa," Saat itu ia pun membayangkan bagaimana dahulu sang ayah dengan sabar mengajari kaki kecilnya berjalan, dan dengan lembut memegangi tangan kecilnya agar tidak terjatuh. Seketika air matanya pun menetes di pipinya. Ia menyesal atas perlakuan buruknya pada ayahnya selama ini. Memasuki masa remaja membuatnya berpikir bahwa ia tak membutuhkan ayahnya lagi, tetapi ternyata ia salah

Tidak peduli seberapa kuat dan hebatnya kita sekarang, tetap hormatilah orang tua kita. Mereka adalah pahlawan sepanjang masa tanpa tanda jasa. Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, terima kasih untuk kedua orang tua yang kumiliki. Ajarilah aku menjadi anak yang menaruh hormat kepada mereka. Amin. (Dod)

Kamis, 19 Januari 2023

Jadikan Tuhan Sebagai Prioritas

 


Bacaan :

1 Timotius 6:10

"Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka."

Renungan :

Suatu ketika uang menulis sepucuk surat kepada manusia. Isi surat itu seperti di bawah ini:

"Shalom, selamat pagi.

Wajahku sebenarnya biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu mengubah dunia ini. Bahkan aku bisa mengubah perilaku dan sifat manusia karena banyak dari manusia yang mengidolakan aku. Banyak orang berubah kepribadiannya, menghianati teman, menjual tubuh, bahkan meninggalkan iman mereka karena aku. Bagi manusia aku adalah kehormatan, karena aku dapat menentukan kaya dan miskin dan terhormat atau terhina. Aku bukan iblis, tapi tindakan kriminal bisa disebabkan oleh aku. Aku juga bukan orang ketiga, tapi banyak keluarga hancur gara-gara aku. Kepala keluarga mereka sibuk mencari dan mengejar aku, sedangkan para istri mereka sibuk menghambur-hamburkan aku. Anak-anak hanya diberi aku sebagai ganti kasih sayang orang tua mereka. Ya, sangat jelas. Aku juga bukan Tuhan, tapi manusia menyembah aku seperti Tuhan, bahkan seringkali hamba-hamba Tuhan lebih menghormati aku daripada Tuhan. Mereka melayani Tuhan hanya untuk mendapatkan aku, bukan mencari Tuhannya. Padahal aku yang harusnya melayani manusia, tapi kenapa malah manusia yang melayani aku. Aku tidak pernah mengorbankan diriku untuk siapapun, tetapi banyak orang rela mati demi aku. Satu hal yang perlu diingat, aku tidak bisa memberikan damai sejahtera yang abadi. Aku hanya bisa memberikan kesenangan yang semu. Aku tidak bisa memberikan kesehatan, karena aku hanya bisa menjadi alat bayar resep dan dokter. Kalau suatu hari anda dipanggil Tuhan, aku tidak bisa menemani anda. Anda harusnya menghadapi sendiri. Dan saat itu mungkin Tuhan akan bertanya apa yang sudah anda lakukan untuk-Nya bersama aku. Satu hal terakhir yang harus anda tahu, aku tidak pernah berada di surga. Jadi, jangan cari aku di sana ya. Salam sayang dariku, uang."

Surat di atas memang hanya fiktif belaka, tetapi itu bisa menjadi renungan untuk kita. Kita tidak bisa menyembah dua Allah yaitu allah mamon dan Allah Tuhan kita. Kita hanya bisa memilih salah satu dari mereka dan menjadi hamba dari salah satu di antaranya. Oleh karena itu, mari membuat prioritas yang benar dalam hidup ini. Jangan sampai kita salah memilih, supaya kita tidak menyesal selama-lamanya di kekekalan. Pilihlah yang benar. Mamon atau uang tidak bisa menemani kita di surga nanti, karena surga hanya milik Tuhan Allah kita. Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, ampunilah aku karena sering hatiku menjauh dari pada-Mu dan lebih terikat dengan hal-hal dunia. Waktu ku sibuk kugunakan mencari uang dan melupakan Engkau sebagai Sang Pemberi Berkat. Kini bukalah hatiku agar aku dapat menjadikan Engkau yang nomor satu dalam hidupku, sehingga damai sejahtera-Mu tetap tinggal dalam hatiku. Amin. (Dod).

Rabu, 18 Januari 2023

Jadilah Alat Untuk Tuhan

 


Bacaan :

2 Samuel 15:32-34

Ketika Daud sampai ke puncak, ke tempat orang sujud menyembah kepada Allah, maka datanglah Husai, orang Arki, mendapatkan dia dengan jubah yang terkoyak dan dengan tanah di atas kepala.

Berkatalah Daud kepadanya: "Jika engkau turut dengan aku, maka engkau menjadi beban kepadaku nanti,

tetapi jika engkau kembali ke kota dan berkata kepada Absalom: Aku ini hambamu, ya raja, sejak dahulu aku hamba ayahmu, tetapi sekarang aku menjadi hambamu, — dengan demikian engkau dapat membatalkan nasihat Ahitofel demi aku."

 

Renungan:

Sebagai manusia pasti kita menginginkan agar doa-doa kita dijawab oleh Tuhan. Namun, pernahkah kita meminta kepada Tuhan agar diri kita sendiri yang dipakai Tuhan untuk menjadi penolong bagi orang lain atau menjadi jawaban doa bagi orang-orang yang membutuhkan pertolongan?

Husai merupakan orang yang dipakai Tuhan untuk menolong Daud saat Daud berada dalam kesulitan. Meskipun Daud adalah seorang raja, namun ia juga memiliki rasa khawatir akan keselamatannya. Itulah yang dialaminya ketika Absalom, yang adalah anaknya sendiri memberontak kepadanya. Absalom berhasil mencuri hati sebagian rakyat untuk berpihak kepadanya. Perasaan Daud pun semakin tidak karuan ketika mengetahui bahwa salah seorang penasihatnya yaitu Ahitofel telah bersekongkol dengan Absalom untuk melengserkan dia. Persekongkolan ini membuat semakin banyak rakyat yang berpihak kepada Absalom. Kemudian Daud bersama sejumlah pengikut yang setia kepadanya keluar dari Yerusalem. Mereka berjalan menuju ke bukit  Zaitun. Di dalam perjalanan itu Daud sempat berdoa memohon kepada Tuhan agar Tuhan menggagalkan nasihat Ahitofel. Ketika menunggu jawaban Tuhan atas doanya, datang Husai menemui Daud. Apakah ini merupakan jawaban Tuhan atas doanya? Alkitab tidak menyatakan secara tegas. Tidak dijelaskan alasan Husai menemui Daud

Mungkin saja hanya karena simpati, terlihat dari jubah yang terkoyak yang dikenakannya dan dengan tanah di atas kepalanya. Tetapi, melihat apa yang dilakukan Husai selanjutnya, maka bisa dikatakan bahwa ini adalah jawaban Tuhan. Di sini kita melihat ketulusan hati yang dimiliki oleh Husai untuk membantu Daud. Daud hanya berkata, "Jika engkau ......" Dan tanpa membantah sedikitpun, Husai langsung menuruti apa yang diamanatkan raja kepadanya.

Melalui tokoh Husai ini, marilah kita belajar agar tidak menjadi manusia yang egois. Jangan hanya meminta agar harapan kita saja yang dipenuhi, namun selipkanlah juga di dalam doa kita agar kita dimampukan untuk memberikan diri atau hidup kita untuk menjadi alat Tuhan, yaitu sebagai jawaban doa bagi orang lain. Tuhan akan memakai orang yang hatinya sudah siap untuk menjadi agen-agennya di dalam melakukan misi pemulihan bagi jiwa-jiwa yang membutuhkan. Sadarlah, kalau tidak sekarang, kapan lagi kita akan menjadi kepanjangan tangan Tuhan untuk sesama yang membutuhkan? Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, pakailah diriku menjadi alat-Mu untuk menolong orang lain. Amin. (Dod).

Selasa, 17 Januari 2023

Kasihilah Anakmu

Bacaan :

Amsal 29:17

"Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu."

Renungan :

Seandainya anak-anak kecil bisa berbicara dan memiliki keberanian untuk mengajukan permohonan mereka kepada orang tuanya, apa yang akan mereka katakan? Bukankah seringkali ada orang tua yang merasa berhak melakukan apa saja terhadap anak-anak tanpa memahami perasaan mereka?

Di dalam hati kecilnya, anak-anak kita mungkin ingin mengatakan:

"Tanganku begitu kecil, janganlah mengharapkan hasil yang sempurna ketika aku merapikan tempat tidur, menggambar sesuatu atau melemparkan bola.

Kakiku masih pendek, perlambatlah jalanmu agar aku bisa berjalan bersamamu.

Mataku belum bisa memandang dunia ini sebagaimana engkau memandangnya, biarkanlah aku mengamati dan mempelajari banyak hal secara perlahan-lahan.

Kesibukan di rumah akan selalu ada, beri aku sedikit saja waktu untuk menjelaskan tentang banyak hal yang belum kupahami dan bermainlah bersamaku

Perasaanku lembut, pekalah terhadap apa yang aku butuhkan dan jangan mengomeliku sepanjang hari.

Perlakukanlah aku sebagaimana engkau ingin diperlakukan.

Aku adalah pemberian khusus dari Allah. Sayangilah aku, sebagaimana yang Allah perintahkan untuk engkau lakukan.

Beritahu aku aturan-aturan di dalam menjalani kehidupan dan disiplinkan aku dengan kasih.

Aku butuh dorongan dan bukan sekadar pujian untuk bertumbuh.

Ketika engkau mengkritikku, kritiklah perbuatanku dan jangan benci padaku. Dengan begitu, aku bisa mengubah kebiasaan buruk di dalam diriku.

Berilah aku kebebasan untuk membuat keputusan tentang diriku sendiri.

Jangan marah ketika aku berbuat salah, sehingga aku dapat belajar dari kesalahanku. Dengan demikian suatu hari nanti aku dapat membuat keputusan yang benar.

Tolong jangan buat aku merasa bersalah dan tidak yakin terhadap diriku dengan cara membandingkanku dengan kakak atau adikku. Masing-masing kami memiliki kemampuan dan kapasitas yang berbeda-beda.

Jangan terlalu khawatir meninggalkan aku, sekali sekali ambillah waktu untuk bersantai dan menenangkan diri. Kadang anak-anak perlu waktu tanpa orang tua, sebagaimana orang tua juga perlu waktu untuk menenangkan diri berdua tanpa anak-anak.

Di samping itu, itu merupakan cara yang bagus untuk memperlihatkan kepada kami anak-anak bahwa pernikahan kalian begitu spesial dan harmonis.

Ajak dan doronglah kami untuk berdoa dan beribadah. Berilah teladan yang baik, karena aku ingin belajar banyak tentang Tuhan."

Kiranya kita semakin memiliki hati yang mengasihi anak-anak, peka terhadap kebutuhan mereka dan dimampukan untuk menjadi orang tua yang bijaksana. Tuhan Yesus memberkati.

DOA

Tuhan Yesus, mendidik anak bukanlah suatu hal yang mudah. Sebab itu, berilah aku kemampuan dan hikmat untuk melakukan tugas yang telah Kau percayakan padaku itu agar aku dapat melakukannya dengan penuh kasih. Amin. (Dod).

Kasihilah Musuhmu

Bacaan :

Lukas 6:27

"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu."

Renungan :

Seorang dokter hewan dipanggil untuk melakukan pemeriksaan terhadap seekor anjing wolfhound Irlandia berumur 10 tahun yang bernama Belker. Pemilik anjing tersebut yang bernama Ron dan istrinya Lisa serta anak laki-laki kecil mereka Shane, berharap Belker bisa sembuh. Setelah sang dokter memeriksa Belker, akhirnya ditemukan bahwa Belker menderita penyakit kanker ganas yang sudah tidak bisa disembuhkan. Sang dokter mengatakan kepada keluarga tersebut bahwa ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk Belker dan menawarkan kepada mereka untuk memberikan suntikan kematian secara cepat kepada Belker. Mereka pun membuat janji pertemuan untuk melaksanakan proses tersebut. Ron dan Lisa kemudian memberitahu kepada sang dokter bahwa mungkin ada baiknya anak mereka Shane yang masih berumur 6 tahun itu diberitahu agar melihat sendiri secara langsung bagaimana proses penyuntikan tersebut. Mereka merasa bahwa Shane dapat belajar sesuatu dari peristiwa tersebut. Keesokan harinya setelah keluarga tersebut berkumpul, sang dokter melakukan penyuntikan terhadap Belker. Dalam beberapa menit kemudian Belker pun tidur untuk selamanya dengan damai. Shane kecil kelihatannya menerima kejadian tersebut tanpa rasa sedih. Kemudian mereka semua duduk bersama setelah kematian Belker dan mereka membahas mengapa usia anjing lebih cepat daripada manusia. Shane yang awalnya hanya mendengarkan dalam diam kemudian berkata, "Saya tahu jawabannya." Apa yang kemudian keluar dari mulut Shane membuat sang dokter terheran-heran. Sang dokter tidak pernah mendengarkan hal yang begitu nyaman dapat keluar dari mulut seorang anak kecil dan itu mengubah cara hidup sang dokter. Shane berkata, "Manusia dilahirkan agar mereka dapat belajar bagaimana hidup di dalam kehidupan yang baik seperti mencintai setiap orang dalam setiap waktu dan menjadi orang yang baik. Para anjing sudah mengetahui bagaimana cara melakukan hal tersebut, jadi mereka tidak harus tinggal terlalu lama di dunia ini."

Seringkali kita memang harus belajar dari anjing tentang kesetiaan mereka, pengorbanan mereka, pengabdian mereka kepada tuannya, bagaimana mereka begitu bersemangat memberikan kibasan ekor ketika bertemu tuannya, tidak pernah punya dendam dan lain sebagainya. Mereka tidak pernah berpura-pura dan menghidupi kehidupannya dengan penuh cinta kepada tuannya. Di hari yang panas, mereka akan tidur dengan nyaman di bawah pohon yang sejuk. Mereka pun begitu menikmati saat angin menerpa wajah mereka ketika mereka berlari. Ketika tuannya bahagia dia akan ikut loncat-loncat namun ketika tuannya sedang sedih, dia pun hanya diam dan duduk mendekat sambil memberikan perhatian kepada tuannya.

Kehidupan kita terlalu singkat untuk diisi oleh berbagai hal yang tidak penting atau hal yang merugikan. Buatlah suasana yang nyaman dan bahagia kemanapun kita pergi, lupakan hal-hal buruk dan fokus pada hal yang baik. Bahkan berpikirlah hal-hal yang baik kepada orang yang tidak melakukan hal baik kepada kita karena ada tertulis jika kita berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepada kita, itu seperti menaruh bara di atas kepalanya. Biarlah kita berbuat baik bukan karena orang lain berbuat baik kepada kita, tetapi karena Tuhan Yesus telah lebih dahulu berbuat baik kepada kita, sehingga sudah sepantasnya kita menyalurkan kasih Tuhan Yesus kepada sesama. Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan rahmat kebaikan-Mu, sehingga melalui kehadiran-Ku orang merasakan dan mengetahui bagaimana mengasihi, bagaimana mengampuni dan bagaimana bisa menerima orang lain apa adanya. Tuhan Yesus yang baik, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu sendiri. Amin. (Dod).


Minggu, 15 Januari 2023

Kasihilah Pasanganmu

Bacaan :

Roma 15:7

"Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah."

Renungan :

Rebecca duduk di ruang istirahat seusai membawakan seminar bertema keluarga. "Apa yang engkau bawakan tadi sangat memberkati para pendengar," kata Jane, seorang ibu yang saat itu menemaninya. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, mata Rebecca mulai memerah dan genangan air mata memenuhi pelupuk matanya. "Mereka pasti berpikir bahwa aku ini istri yang baik dan bahagia," jawab Rebecca. "Apakah kamu punya masalah serius?" tanya Jane. "Aku sudah menikah selama 14 tahun dan suamiku adalah pria yang sangat baik. Ia jujur, sabar, penyayang dan memiliki pekerjaan yang mapan. Ia penuh perhatian dan selalu menanyakan keadaanku. Ketika aku harus pergi ke suatu tempat untuk membawakan seminar ataupun acara-acara lainnya, ia selalu menawarkan diri untuk menemani jika ia sedang tidak ada acara. Ia dengan senang hati menyiapkan alat peraga yang kubutuhkan untuk membawakan seminar, termasuk membawa alat peraga dan perlengkapan lainnya ke tempat di mana aku membawakan seminar. Ia baik dan menyayangiku," kata Rebecca. "Sepertinya tidak ada yang kurang," kata Jane. "Jane, sudah aku katakan bahwa suamiku sangat baik. Tapi aku menginginkan sosok suami yang lebih memimpin dan bukan melayaniku. Aku mengharapkan agar dia yang lebih terkenal dan menjadi pembicara daripada aku," jawab Rebecca.  Jane memeluk Rebecca dan memberikan nasihat yang cukup singkat, "Ingatkah engkau janji pernikahan yang kau ucapkan 14 tahun lalu? Bukankah Engkau sudah berjanji untuk menerima dia apa adanya?" Rebecca terdiam sejenak. Ia mulai menangis dan sejak saat itu ia tidak lagi mengharapkan agar suaminya menjadi sosok yang ia inginkan. Dia mulai mensyukuri kelebihan-kelebihan yang ada dalam diri suaminya dan menerimanya dengan segala kekurangannya.

Terkadang kita tidak merasa puas dengan kebaikan, perhatian dan sikap melayani yang pasangan kita lakukan terhadap kita. Idealisme yang terlalu tinggi tidak jarang membuat kita menetapkan standar tertentu untuk pasangan kita, misalnya dia harus menjadi orang yang tegas, pintar, berwawasan luas dan lain-lain, padahal pasangan kita tidak bisa menjadi apa yang kita inginkan. Kekecewaan karena pasangan kita tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan akan semakin terasa ketika kita mulai membanding-bandingkannya dengan orang lain. Suami ataupun istri kita pasti memiliki kekurangan tetapi Ingatlah bahwa dia juga memiliki kelebihan. Bantulah pasangan kita untuk mengubah kekurangan di dalam dirinya menjadi kebaikan, tetapi terimalah apa yang tidak dapat kita ubah. 1 Ptr 4: 8 berkata

"Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa." Kasih dan penerimaan yang tulus terhadap pasangan membuat kita menerima ketidak sempurnaannya dan tidak mempersalahkan apalagi meributkannya. Bukankah kita sudah berjanji untuk menerima dia? Tuhan Yesus memberkati.

 

Doa :

Tuhan Yesus, aku berterima kasih untuk pasangan terbaik yang sudah Kau pilih untuk aku. Mampukanlah aku menerima dan mengasihi dia dengan segenap hatiku. Amin. (Dod).


Jumat, 13 Januari 2023

Kita Berharga Dimata Tuhan

Bacaan :

2 Korintus 5:16

"Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian."

Renungan :

Suatu ketika ada dua orang anak berusia 8 tahun menuangkan bensin di kompor untuk mendapatkan kehangatan. Ledakan hebat pun terjadi dan merengut nyawa salah seorang anak tersebut. Anak yang satunya mengalami luka bakar di kaki dan dokter menyarankan segera diamputasi agar tidak infeksi. Tetapi orang tuanya berkata, "Kita tunggu saja beberapa hari." Setelah beberap minggu, kaki anak itu pun sembuh tetapi kaki kirinya menjadi lebih pendek 6,4 cm. "Ia tidak akan pernah bisa berjalan!" kata dokter. Beberapa minggu kemudian ternyata anak itu bisa berjalan dengan bantuan tongkat penyangga. Kemudian dokter mengatakan, "Ia tidak akan bisa berjalan tanpa tongkat!" Tetapi dalam beberapa minggu, anak itu membuktikan bisa berjalan tanpa tongkat. Lagi lagi dokter berkata, "Ia bisa berjalan, tapi tidak akan pernah berlari." Tetapi anak itu belajar berlari. Ia adalah Glenn Cunningham yang telah memenangkan medali emas dan memecahkan rekor dunia 1500 m dengan waktu 4 menit 8 detik. Bagaimana bisa seorang anak yang dinyatakan menderita kelumpuhan namun kenyataannya ia berhasil menjadi seorang juara di lintasan lari? Jawabannya karena ia dan orang tuanya memunyai semangat yang pantang menyerah dan tidak kalah pada keadaan. Itulah yang menjadi kekuatan dan rahasia kesuksesannya.

Banyak orang yang sering menyerah pada keadaan dan mereka menganggap seakan-akan itu adalah jalan terbaik ketika mengalami berbagai masalah berat. Tetapi jika kita renungkan dan pikirkan kembali, apakah keputusan itu benar? Menyerah pada keadaan berarti mendengarkan dan mengamini setiap kata negatif dari orang lain untuk kita. Jika hal itu yang terjadi, maka kemungkinan tidak akan ada pemulihan. Saat Lazarus sudah dikuburkan, semua orang berkata bahwa ia sudah mati, tetapi Yesus berkata bahwa ia tertidur. Tidak selamanya kita harus mengimani apa kata orang yang buruk atau negatif tentang kita. Kita harus mengimani apa kata Tuhan dalam hidup kita yaitu kita berharga dan kita adalah biji mata-Nya.

Jadi, jika saat ini kita merasa tidak berarti dalam hidup ini karena sudah sering mendengar orang berkata kepada kita, "Bodoh, goblok, tidak akan sukses, anak sial!", inilah saatnya kita bangkit bersama Tuhan  dan mematahkan setiap kata-kata negatif yang sudah dikatakan kepada kita. Yesus yang kita sembah lebih hebat dan penuh kuasa daripada setiap perkataan negatif yang ditujukan pada kita saat ini. Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, terima kasih atas firman-Mu hari ini. Kini aku sadar bahwa aku adalah pribadi yang berharga di mata-Mu. Aku mengampuni setiap pribadi yang telah berkata negatif tentang diriku. Kini, bersama dengan Engkau aku mau berubah dan hidup lebih baik lagi seperti perkataan-Mu. Amin. (Dod).


Kamis, 12 Januari 2023

Kuduskanlah Dirimu

Bacaan :

Zakharia 2:8

"Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu — sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya."

Renungan :

Suatu hari ada seorang anak kecil berumur 1 tahun yang asyik bermain-main dekat ayahnya yang sedang bekerja. Ia membuka dompet ayahnya dan mulai mengambil uang-uang yang ada di dalamnya. Melihat ayahnya menulis pada sebuah kertas, anak itu mulai merangkak mencari-cari pulpen atau spidol dan mulai mengikuti ayahnya menulis di kertas yang ia temukan dalam dompet itu. Beberapa saat kemudian saat sang ayah sudah selesai mengerjakan tugasnya, ia terkejut melihat anaknya mencoret-coret seluruh uang yang ada di dompetnya itu dengan spidol sambil tertawa-tawa. Anak kecil itu tidak mengerti betapa bernilainya kertas yang sedang dia coret-coret itu.

Apa yang dilakukan anak kecil tadi memang salah. Namun kesalahan yang diperbuatnya disebabkan karena ia tidak mengerti bahwa kertas yang ia temukan itu sangat berharga bagi keluarganya. Ia hanya tahu mengikuti apa yang ayahnya lakukan yakni mencoret-coret kertas. Demikian juga dengan kehidupan kita. Ada begitu banyak di antara kita sebagai anak-anak Tuhan yang belum mengerti dan mengetahui betapa berharganya hidup ini, sehingga kita juga mulai mencoret-coret kehidupan kita, membuat buruk dan merusak hidup kita dengan melakukan hal-hal yang tidak berguna dan sia-sia. Tubuh yang sangat berharga ini, yang merupakan bait Allah justru akrab dengan alkohol, rokok atau bahkan narkoba dan obat bius. Banyak orang merusak hidupnya dengan memuaskan diri secara terus-menerus dengan hal-hal yang berbau pornografi. Sementara beberapa orang lagi sengaja menghancurkan hidup sendiri dalam keputusan, frustasi bahkan melakukan tindakan bunuh diri. Hal itu mereka lakukan karena tidak mengerti seberapa bernilainya hidup ini di hadapan Tuhan. Hari ini kita belajar agar kita tidak lagi melakukan kebodohan-kebodohan seperti itu. Hargai kehidupan kita karena kita sungguh memiliki nilai dan berharga bagi Tuhan. Kalau hidup kita tidak berharga, tidaklah mungkin Tuhan Yesus rela mengorbankan nyawa-Nya untuk menebus diri kita dari dosa.

Oleh karena itu, mari kita jaga dan pelihara hidup ini dengan melakukan hal-hal yang benar dan berarti. Jangan melakukan hal yang sia-sia dan tidak berguna yang ujungnya adalah maut. Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, kuserahkan hidupku dalam tangan-Mu. Kuduskanlah diriku dari segala kenajisan yang selama ini kulakukan sehingga membuat tubuhku tercemar oleh dosa. Amin. (Dod).

Rabu, 04 Januari 2023

Tetaplah Bersyukur



Bacaan :

Roma 15:7

"Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah."

Renungan :

Di dalam kehidupan sosial yang kita jalani, terkadang keberadaan orang-orang di sekitar kita membuat kita merasa terusik. Hal ini pernah dialami oleh bangsa Israel, di mana Tuhan ingin membentuk dan menguji bangsa ini menjadi suatu bangsa yang kuat, baik secara mental maupun secara rohani. Tuhan ingin melatih bangsa itu menjadi bangsa yang kuat, mampu berperang dan mengandalkan Tuhan. Di samping itu Tuhan juga ingin menguji hati bangsa Israel apakah mereka masih berpaut sepenuhnya kepada Tuhan walaupun situasi sulit datang menghimpit. Namun sangat disayangkan karena dalam situasi seperti itu, tindakan umat Israel mengecewakan Tuhan. "Mereka mengambil anak-anak perempuan, orang-orang itu menjadi istri mereka dan memberikan anak-anak perempuan mereka kepada anak-anak lelaki orang-orang itu, serta beribadah kepada  allah orang-orang itu." (Hak 3:6).

Terkadang kita bertanya mengapa Tuhan membiarkan orang-orang yang menjengkelkan, sirik dan suka menekan berada di sekitar kita. Tetapi ingatlah selalu bahwa tidak jarang Tuhan mengajar kita melalui kondisi-kondisi sulit yang ada di sekitar kita. Kita tidak perlu mengeluh dengan keberadaan mereka. Saat bertemu dengan orang yang selalu menyakiti hati kita, sapalah dengan tersenyum. Bukankah melalui dia Tuhan menjadikan kita orang yang sabar dan kuat? Saat bertemu dengan orang yang pernah mengkhianati kita, baik-baiklah berbincang dengannya. Sebab jika bukan karena dia, kita akan terlalu mudah percaya kepada semua orang. Memang sulit melakukan semua ini dengan kekuatan kita. Untuk itu mintalah kekuatan dan kemampuan dari Roh Kudus. Jika kita mampu melalui kondisi yang sulit untuk mencapai keberhasilan, maka kita sudah maju selangkah secara rohani. Karena itu, jika ada orang-orang yang membuat kita kesal, pandanglah mereka sebagai alat Tuhan. Hanya dengan sikap menerima, bersyukur dan mau belajar melalui kesulitan yang ada kita akan mengalami kemenangan. Temukanlah manfaat dari setiap situasi yang kita alami. Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, berilah aku hati yang selalu bersyukur atas keberadaan orang-orang yang ada di sekitarku. Amin. (Dod).


Senin, 02 Januari 2023

Tuhan Mampu Memulihkan Keadaan Kita



Bacaan :

Amsal 23:18

"Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang."

Renungan :

Ada seorang pemuda datang ke toko untuk membeli alat tulis. Pemilik toko tidak begitu memerhatikannya, hingga pemuda itu bertanya, "Om masih ingat saya?" Pemilik toko masih berusaha mengingat-ingat siapa dirinya. Belum sempat ia menjawab, pemuda itu melanjutkan kata-katanya, "Saya dulu kekasih Mia. Sejak Mia meninggal, saya sangat terpukul dan seolah tidak bisa melanjutkan hidup saya. Hampir setiap hari saya datang membawa bunga dan menangis di pusara Mia. Hingga kini walaupun sudah 15 tahun dia meninggal saya belum bisa menerima cinta seorang wanita." Pemilik toko itu memandang pemuda itu dengan iba. Dulu Ia memang berpacaran dengan anak saudaranya bernama Mia. Mia yang tidak lama lagi wisuda, tidak disangka-sangka meninggal karena satu penyakit. Pemuda itu tidak bisa menerima kenyataan tersebut. Ia mengalami goncangan jiwa yang kuat, sehingga lama kelamaan uang dan hartanya habis untuk biaya pemulihan jiwanya. Hingga kini ia belum bisa melupakan Mia dan belum juga menikah.

Banyak kenyataan kehidupan yang membuat seseorang sedih kecewa, bahkan berputus asa. Kepergian orang yang dikasih, kehilangan harta kekayaan, kehilangan pekerjaan dan lain-lain. Namun sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, kita tidak seharusnya tinggal dalam bayang-bayang masa lalu. Apapun yang terjadi, kita jangan kehilangan semangat. Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah? (Ams18:14). Belajarlah memandang kehidupan secara rasional dan jangan biarkan perasaan menguasai kita. Masih banyak yang Tuhan ingin lakukan bagi dan melalui hidup kita. Tapi Tuhan hanya bisa melakukan itu jika kita memiliki kesiapan hati dan mental. Tuhan sudah berjanji bahwa ia akan memberikan kekuatan serta jalan keluar untuk setiap permasalahan yang kita hadapi. Karena itu janganlah hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Bangkitlah dari keterpurukan, tatap masa depan yang masih panjang. Tuhan ada di masa depan, Ia sanggup menggantikan luka dengan sukacita. Ia sanggup menggantikan apa yang telah hilang dari hidup kita. Kita hanya perlu memercayai dia dalam segala hal dan tidak mengandalkan akal pikiran kita sendiri.

Seseorang berkata, "Pecundang hidup di masa lalu. Sedangkan pemenang belajar dari masa lalu, bekerja dengan giat saat sekarang, menuju masa depan." Tidak ada gunanya bersedih, merasa bersalah atau menyesali masa lalu. Kita hidup di masa sekarang ini dan kita harus membangun kehidupan saat ini. Mungkin ada kejadian-kejadian di masa lalu yang begitu menyesakkan hati, tapi kita bisa menyerahkannya kepada Tuhan. Dia yang berkuasa memulihkan keadaan kita, tapi Dia hanya bisa melakukannya jika kita sendiri mau melepaskan diri dari belenggu masa lalu. Dalam tangan Tuhan ada hari depan yang cerah. Dia sanggup mengubah kesedihan menjadi sukacita.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Doa :

Tuhan Yesus, aku tidak mau dibelenggu oleh masa lalu yang menyakitkan. Berikanlah aku semangat yang baru untuk memulai hidup yang baru bersama-Mu. Amin. (Dod).


Bekerjalah Dengan Segenap Hati

  Bacaan : Pengkhotbah 9:10 "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada ...