Bacaan :
2
Samuel 15:32-34
Ketika
Daud sampai ke puncak, ke tempat orang sujud menyembah kepada Allah, maka
datanglah Husai, orang Arki, mendapatkan dia dengan jubah yang terkoyak dan
dengan tanah di atas kepala.
Berkatalah
Daud kepadanya: "Jika engkau turut dengan aku, maka engkau menjadi beban
kepadaku nanti,
tetapi
jika engkau kembali ke kota dan berkata kepada Absalom: Aku ini hambamu, ya
raja, sejak dahulu aku hamba ayahmu, tetapi sekarang aku menjadi hambamu, —
dengan demikian engkau dapat membatalkan nasihat Ahitofel demi aku."
Renungan:
Sebagai
manusia pasti kita menginginkan agar doa-doa kita dijawab oleh Tuhan. Namun,
pernahkah kita meminta kepada Tuhan agar diri kita sendiri yang dipakai Tuhan
untuk menjadi penolong bagi orang lain atau menjadi jawaban doa bagi
orang-orang yang membutuhkan pertolongan?
Husai
merupakan orang yang dipakai Tuhan untuk menolong Daud saat Daud berada dalam
kesulitan. Meskipun Daud adalah seorang raja, namun ia juga memiliki rasa
khawatir akan keselamatannya. Itulah yang dialaminya ketika Absalom, yang
adalah anaknya sendiri memberontak kepadanya. Absalom berhasil mencuri hati
sebagian rakyat untuk berpihak kepadanya. Perasaan Daud pun semakin tidak
karuan ketika mengetahui bahwa salah seorang penasihatnya yaitu Ahitofel telah
bersekongkol dengan Absalom untuk melengserkan dia. Persekongkolan ini membuat
semakin banyak rakyat yang berpihak kepada Absalom. Kemudian Daud bersama
sejumlah pengikut yang setia kepadanya keluar dari Yerusalem. Mereka berjalan
menuju ke bukit Zaitun. Di dalam
perjalanan itu Daud sempat berdoa memohon kepada Tuhan agar Tuhan menggagalkan
nasihat Ahitofel. Ketika menunggu jawaban Tuhan atas doanya, datang Husai menemui
Daud. Apakah ini merupakan jawaban Tuhan atas doanya? Alkitab tidak menyatakan
secara tegas. Tidak dijelaskan alasan Husai menemui Daud
Mungkin
saja hanya karena simpati, terlihat dari jubah yang terkoyak yang dikenakannya
dan dengan tanah di atas kepalanya. Tetapi, melihat apa yang dilakukan Husai
selanjutnya, maka bisa dikatakan bahwa ini adalah jawaban Tuhan. Di sini kita
melihat ketulusan hati yang dimiliki oleh Husai untuk membantu Daud. Daud hanya
berkata, "Jika engkau ......" Dan tanpa membantah sedikitpun, Husai
langsung menuruti apa yang diamanatkan raja kepadanya.
Melalui
tokoh Husai ini, marilah kita belajar agar tidak menjadi manusia yang egois.
Jangan hanya meminta agar harapan kita saja yang dipenuhi, namun selipkanlah
juga di dalam doa kita agar kita dimampukan untuk memberikan diri atau hidup
kita untuk menjadi alat Tuhan, yaitu sebagai jawaban doa bagi orang lain. Tuhan
akan memakai orang yang hatinya sudah siap untuk menjadi agen-agennya di dalam
melakukan misi pemulihan bagi jiwa-jiwa yang membutuhkan. Sadarlah, kalau tidak
sekarang, kapan lagi kita akan menjadi kepanjangan tangan Tuhan untuk sesama
yang membutuhkan? Tuhan Yesus memberkati.
Doa :
Tuhan
Yesus, pakailah diriku menjadi alat-Mu untuk menolong orang lain. Amin. (Dod).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar