Bacaan:
Mazmur
86:12
"Aku
hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan
memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya."
Renungan:
Dua
orang pedagang asongan sedang istirahat untuk menghitung hasil jualan mereka
masing-masing. Setelah dihitung ternyata hasil jualan masing-masing hanya cukup
untuk satu kali biaya makan. Pedagang asongan pertama mengeluhkan betapa
sedikit pendapatannya, padahal ia sudah merasa lelah berdagang di tengah cuaca
yang panas. Sementara pedagang asongan yang kedua berkata, "Puji Tuhan,
hasil jualan siang ini masih cukup untuk makan. Mereka sama-sama menjalani
profesi sebagai pedagang kecil. Jam kerja mereka sama dan penghasilan yang
mereka dapat pada saat itu pun sama. Namun, reaksi keduanya ternyata berbeda
ketika melihat hasil. Satu mengeluh, satunya bersyukur.
Bukanlah
hal mudah mengucap syukur di tengah situasi yang sulit. Namun, inilah tantangan
kita sebagai pengikut Kristus. Kita diajar untuk senantiasa mengucap syukur
dalam segala hal, lalu memuliakan namanya. Mengucap syukur dan memuliakan Tuhan
merupakan dua hal yang berkaitan. Di
mana ada ungkapan syukur, di situ juga nama Tuhan dipermuliakan. Dengan menyadari
bahwa segala sesuatu adalah pemberian dari Tuhan, sudah selayaknyalah kita
bersyukur dan memuji nama Tuhan. Tanpa
penyertaan-Nya, kita bukanlah siapa-siapa dan tidak akan mendapat apa-apa.
Tuhan
Yesus memberkati
Doa:
Tuhan
Yesus, aku mau selalu bersyukur kepada-Mu di tengah situasi apapun yang terjadi
dalam hidupku. Engkau pasti memberikan yang terbaik seturut kehendak-Mu
untukku. Amin. (Dod).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar