Translate

Rabu, 04 Januari 2023

Tahan Uji Dalam Pencobaan



Bacaan Alkitab :

Yakobus 1 : 14

“Tetapi tiap-tiap orang dicobai pleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya...”

Kecenderungan manusia mencari kambing hitam atas pergumulan hidup yang dialaminya memang tidak pernah berubah dari zaman ke zaman. Sejak manusia jatuh dalam dosa, kecenderungan ini menjadi tidak asing lagi. Tetapi manusia tidak cukup puas mengkambinghitamkan ciptaan lain atau sesamanya, ini yang menyebabkan manusia seringkali menyalahkan Tuhan Sang Pencipta. Yakobus menegaskan bahwa sikap ini tidak benar.

Kristen seharusnya kembali kepada kebenaran bahwa pencobaan tidak datang dari Allah karena Ia senantiasa memikirkan, memberikan, dan menganugerahkan yang terbaik bagi kita ( Yak 1 : 13, 17 ). Mana mungkin pencobaan yang menjatuhkan datang dari Allah? Kita sudah tahu darimana asal pencobaan ( Yak 1 : 14,15 ), oleh karena itu tidak ada gunanya lagi mengkambinghitamkan pihak lain, karena sikap ini akan memberi peluang bagi pencobaan itu untuk menguasai dan mengalahkan kita.

Semua orang pasti pernah mengalami pencobaan-pencobaan di dalam hidupnya. Pemicunya adalah keinginan diri. Setelah terseret dan terpikat, lelu ditindaklanjuti hingga berujung pada dosa. Dosa selalu melahirkan maut ( Yak 1 :14 -15 ). Oleh karena itu, Yakobus menyatakan : “Berbahagialah orang yang tahan uji “ ( Yak 1 : 12 ). Artinya pencobaan itu tidak hanya berujung pada dosa. Ada pencobaan yang berujung pada Mahkota Kehidupan. Ini terjadi jika orang tersebut bertahan dan menolak daya tarik kejahatan. Mahkota kehidupan diberikan Allah sebagai bukti bahwa orang tersebut setia mengasihi Allah. Yakobus menolak pendapat bahwa pencobaan di dalam diri manusia berasal dari Allah. Allah tidak pernah mencobai seorang pun. ( Yak 1 : 13 )

Tahan uji dalam pencobaan menjadi kunci sukses dalam mengarungi kehidupan iman Kristen. Alkitab mengisahkan berbagai teladan dari para tokoh iman. Yesus sendiri memperlihatkan ketahanan-Nya dalam ujian setelah Ia menyelesaikan masa 40 hari puasa. Pimpinan Roh Kudus dalam diri Tuhan juga memberi kesaksian bahwa Roh Kudus berperang aktif dalam hidup-Nya. Roh Kudus memampukan orang Kristen untuk mengenali kuat kuasa-Nya melalui ketahanan dalam pencobaan. Tahan uji membuktikan bahwa orang Kristen menggunakan sepebuhnya perlengkapan senjata rohani (Efesu 6 : 10-20 ). Setiap kali menang maka layaklah orang Kristen disebut berbahagia. Nilai moral yang tinggi dalam ketaatan membuat hidup menjadi berhasil.

Orang Kristen perlu serius memperhatikan kondisi tahan uji, karena Allah memang menginginkan kita tahan uji. Dia bukan hanya mengijinkan adanya pencobaan tetapi juga membimbing kita agar lulus dalam pencobaan bagaimanapun bentuk dan sifatnya. Asal kita punya semangat untuk tahan uji, maka meski disekitar kita banyak yang kalah dalam pencobaan, kita tidak akan menjadi sama seperti mereka. Lihat terus pada mahkota kehidupan yang Allah janjikan. Itu akan membuat kita terus memiliki semangat juang untuk mengalahkan pencobaan.

Renungan :

Pencobaan dan pengujian bisa datang bersamaan di dalam kehidupan Kristen, walaupun sumber keduanya saling bertentangan. Keduanya pun dapat berfungsi positif dalam hidup Kristen yang lemahlembut, karena Allah yang sanggup mengubah fungsinya.

Tuhan Yesus Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bekerjalah Dengan Segenap Hati

  Bacaan : Pengkhotbah 9:10 "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada ...