Bacaan
Alkitab :
Yakobus 1 : 14
“Tetapi
tiap-tiap orang dicobai pleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan
dipikat olehnya...”
Kecenderungan manusia
mencari kambing hitam atas pergumulan hidup yang dialaminya memang tidak pernah
berubah dari zaman ke zaman. Sejak manusia jatuh dalam dosa, kecenderungan ini
menjadi tidak asing lagi. Tetapi manusia tidak cukup puas mengkambinghitamkan
ciptaan lain atau sesamanya, ini yang menyebabkan manusia seringkali
menyalahkan Tuhan Sang Pencipta. Yakobus
menegaskan bahwa sikap ini tidak benar.
Kristen seharusnya
kembali kepada kebenaran bahwa pencobaan
tidak datang dari Allah karena Ia senantiasa memikirkan, memberikan, dan
menganugerahkan yang terbaik bagi kita ( Yak 1 : 13, 17 ). Mana mungkin
pencobaan yang menjatuhkan datang dari Allah? Kita sudah tahu darimana asal
pencobaan ( Yak 1 : 14,15 ), oleh karena itu tidak ada gunanya lagi mengkambinghitamkan pihak lain, karena sikap ini
akan memberi peluang bagi pencobaan itu untuk menguasai dan mengalahkan kita.
Semua orang pasti
pernah mengalami pencobaan-pencobaan di dalam hidupnya. Pemicunya adalah
keinginan diri. Setelah terseret dan terpikat, lelu ditindaklanjuti hingga
berujung pada dosa. Dosa selalu melahirkan maut ( Yak 1 :14 -15 ). Oleh karena
itu, Yakobus menyatakan : “Berbahagialah orang yang tahan uji “ ( Yak 1 : 12 ).
Artinya pencobaan itu tidak hanya
berujung pada dosa. Ada pencobaan yang berujung pada Mahkota Kehidupan. Ini terjadi jika orang tersebut bertahan
dan menolak daya tarik kejahatan. Mahkota kehidupan diberikan Allah sebagai
bukti bahwa orang tersebut setia mengasihi Allah. Yakobus menolak pendapat
bahwa pencobaan di dalam diri manusia berasal dari Allah. Allah tidak pernah mencobai seorang pun. ( Yak 1 : 13 )
Tahan
uji dalam pencobaan menjadi kunci sukses dalam mengarungi kehidupan iman
Kristen. Alkitab mengisahkan berbagai teladan dari para
tokoh iman. Yesus sendiri memperlihatkan ketahanan-Nya dalam ujian setelah Ia
menyelesaikan masa 40 hari puasa. Pimpinan Roh Kudus dalam diri Tuhan juga
memberi kesaksian bahwa Roh Kudus berperang aktif dalam hidup-Nya. Roh Kudus memampukan orang Kristen untuk
mengenali kuat kuasa-Nya melalui ketahanan dalam pencobaan. Tahan uji
membuktikan bahwa orang Kristen menggunakan sepebuhnya perlengkapan senjata
rohani (Efesu 6 : 10-20 ). Setiap kali menang maka layaklah orang Kristen
disebut berbahagia. Nilai moral yang
tinggi dalam ketaatan membuat hidup menjadi berhasil.
Orang Kristen perlu
serius memperhatikan kondisi tahan uji, karena Allah memang menginginkan kita tahan uji. Dia bukan hanya mengijinkan
adanya pencobaan tetapi juga membimbing kita agar lulus dalam pencobaan bagaimanapun
bentuk dan sifatnya. Asal kita punya semangat untuk tahan uji, maka meski
disekitar kita banyak yang kalah dalam pencobaan, kita tidak akan menjadi sama
seperti mereka. Lihat terus pada mahkota
kehidupan yang Allah janjikan. Itu akan membuat kita terus memiliki semangat
juang untuk mengalahkan pencobaan.
Renungan
:
Pencobaan dan pengujian
bisa datang bersamaan di dalam kehidupan Kristen, walaupun sumber keduanya
saling bertentangan. Keduanya pun dapat
berfungsi positif dalam hidup Kristen yang lemahlembut, karena Allah yang sanggup mengubah fungsinya.
Tuhan Yesus Memberkati

Tidak ada komentar:
Posting Komentar