Bacaan :
Markus
7:28-30
"Tetapi
perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja
juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
Maka
kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang
sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."
Perempuan
itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur,
sedang setan itu sudah keluar."
Renungan :
Mungkin
pernah terlintas pertanyaan di dalam hati kita, mengapa doa-doa kita begitu
lama dijawab oleh Tuhan? Mungkin cara kita yang salah dalam berdoa, sebagaimana
yang dikatakan oleh Rasul Yakobus? Hari ini kita akan mempelajari satu hal lain
dari kisah perempuan Siro Fenisia ini yang tentunya menarik untuk kita
perhatikan. Ketika Yesus berkata, "Tidak patut mengambil roti yang
disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing," sebagai
perkataan terakhir-Nya untuk melihat reaksi akhir dari kegigihan perempuan Siro
Fenisia ini, maka dengan kerendahan hatinya perempuan ini pun menjawab,
"Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja
tuanya." Perempuan ini sadar betul bahwa sebagai orang non Yahudi, berkat
Tuhan memang tidak diperuntukkan baginya, sehingga ia memang tidak selayaknya
menerima berkat itu. Oleh karena itu, dalam sepanjang kisah ini, kita terus
melihat perempuan ini memohon dan bukan menuntut atau mengklaim berkat Tuhan
itu.
Ada
perbedaan antara memohon dengan menuntut atau mengklaim. Memohon adalah meminta
dengan hormat atau berharap supaya mendapat sesuatu. Itulah yang dilakukan oleh
perempuan Siro Fenisia ini, sekalipun ia terlihat begitu gigih memperjuangkan
kesembuhan bagi anaknya, namun sikap hatinya tetap merendah di hadapan Tuhan.
Berbeda dengan memohon, sikap menuntut atau mengklaim lebih mengetengahkan
sikap hati yang merasa berhak untuk mendapatkan berkat Tuhan.
Disadari
atau tidak, seringkali kita datang kepada Tuhan tidak dengan cara memohon
melainkan menuntut. Tuhan kita jadikan sebagai pribadi yang berhutang kepada
kita, sehingga setiap kali kita meminta, sepertinya Tuhan wajib memenuhi
permintaan kita itu. Jika tidak, kita akan marah dan kecewa, mogok ke gereja,
mogok baca Alkitab atau bahkan berpaling dari iman kepercayaan kita kepada-Nya.
Hari ini, mari, sekali lagi kita mengambil pelajaran berharga dari perempuan
Siro Fenicia ini yang tahu bahwa apa yang dimintanya kepada Tuhan bukanlah
miliknya atau haknya, sehingga ia memohon dengan sangat agar Tuhan membagikan
kasih karunia yaitu walaupun hanya sedikit atau remah-remahnya saja. Ingatlah
bahwa kita ini adalah orang-orang tebusan yang oleh karena kasih karunia Tuhan
dilayakkan untuk menerima berkat-berkat yang Tuhan sudah janjikan. Dudukanlah
diri kita pada posisi yang benar dan dudukan Tuhan pada tempat yang memang layak
bagi-Nya, yaitu sebagai Tuhan pencipta kita, sumber segala berkat yang kita
butuhkan untuk kehidupan kita, bukan toko berkat yang harus melayani kita.
Tuhan Yesus memberkati.
Doa :
Tuhan
Yesus, ampunilah aku karena selama ini aku selalu menuntut-Mu untuk melakukan apa yang menjadi
kehendakku. Amin. (Dod).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar