Bacaan :
Amsal
23:18
"Karena
masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang."
Renungan :
Ada
seorang pemuda datang ke toko untuk membeli alat tulis. Pemilik toko tidak
begitu memerhatikannya, hingga pemuda itu bertanya, "Om masih ingat
saya?" Pemilik toko masih berusaha mengingat-ingat siapa dirinya. Belum
sempat ia menjawab, pemuda itu melanjutkan kata-katanya, "Saya dulu
kekasih Mia. Sejak Mia meninggal, saya sangat terpukul dan seolah tidak bisa
melanjutkan hidup saya. Hampir setiap hari saya datang membawa bunga dan
menangis di pusara Mia. Hingga kini walaupun sudah 15 tahun dia meninggal saya
belum bisa menerima cinta seorang wanita." Pemilik toko itu memandang
pemuda itu dengan iba. Dulu Ia memang berpacaran dengan anak saudaranya bernama
Mia. Mia yang tidak lama lagi wisuda, tidak disangka-sangka meninggal karena
satu penyakit. Pemuda itu tidak bisa menerima kenyataan tersebut. Ia mengalami
goncangan jiwa yang kuat, sehingga lama kelamaan uang dan hartanya habis untuk
biaya pemulihan jiwanya. Hingga kini ia belum bisa melupakan Mia dan belum juga
menikah.
Banyak
kenyataan kehidupan yang membuat seseorang sedih kecewa, bahkan berputus asa.
Kepergian orang yang dikasih, kehilangan harta kekayaan, kehilangan pekerjaan
dan lain-lain. Namun sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, kita tidak
seharusnya tinggal dalam bayang-bayang masa lalu. Apapun yang terjadi, kita
jangan kehilangan semangat. Orang yang bersemangat dapat menanggung
penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah? (Ams18:14).
Belajarlah memandang kehidupan secara rasional dan jangan biarkan perasaan
menguasai kita. Masih banyak yang Tuhan ingin lakukan bagi dan melalui hidup
kita. Tapi Tuhan hanya bisa melakukan itu jika kita memiliki kesiapan hati dan
mental. Tuhan sudah berjanji bahwa ia akan memberikan kekuatan serta jalan
keluar untuk setiap permasalahan yang kita hadapi. Karena itu janganlah hidup
dalam bayang-bayang masa lalu. Bangkitlah dari keterpurukan, tatap masa depan
yang masih panjang. Tuhan ada di masa depan, Ia sanggup menggantikan luka
dengan sukacita. Ia sanggup menggantikan apa yang telah hilang dari hidup kita.
Kita hanya perlu memercayai dia dalam segala hal dan tidak mengandalkan akal
pikiran kita sendiri.
Seseorang
berkata, "Pecundang hidup di masa lalu. Sedangkan pemenang belajar dari
masa lalu, bekerja dengan giat saat sekarang, menuju masa depan." Tidak
ada gunanya bersedih, merasa bersalah atau menyesali masa lalu. Kita hidup di
masa sekarang ini dan kita harus membangun kehidupan saat ini. Mungkin ada
kejadian-kejadian di masa lalu yang begitu menyesakkan hati, tapi kita bisa
menyerahkannya kepada Tuhan. Dia yang berkuasa memulihkan keadaan kita, tapi
Dia hanya bisa melakukannya jika kita sendiri mau melepaskan diri dari belenggu
masa lalu. Dalam tangan Tuhan ada hari depan yang cerah. Dia sanggup mengubah
kesedihan menjadi sukacita.
Tuhan
Yesus memberkati.
Doa :
Tuhan
Yesus, aku tidak mau dibelenggu oleh masa lalu yang menyakitkan. Berikanlah aku
semangat yang baru untuk memulai hidup yang baru bersama-Mu. Amin. (Dod).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar