Translate

Selasa, 31 Januari 2023

Tetaplah Tenang

 


Bacaan :

Yesaya 30:15

Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan.

Renungan :

Suatu ketika ada beberapa penggali tambang yang bekerja setiap hari. Sudah beberapa tahun mereka tak pernah pindah tempat kerja. Jadi bisa dibayangkan bahwa tambang itu sangat dalam.  Hari itu mereka berada di dasar tambang itu dan secara tiba-tiba semua saluran arus listrik dalam tambang itu putus. Lampu-lampu semuanya padam. Gelap gulita meliputi dasar tambang itu, dan dalam sekejap terjadilah hiruk pikuk di sana. Setiap orang berusaha menyelamatkan diri sendiri namun mereka sungguh kehilangan arah. Setiap gerakan mereka pasti berakhir dengan benturan dan tabrakan, entah menabrak sesama pekerja atau menabrak dinding tambang. Situasi bertambah buruk karena udara yang semakin panas tanpa AC. Setelah lelah bergulat dengan kegelapan, mereka semua duduk lesu tanpa harapan. Satu dari para pekerja itu mulai bicara, "Sebaiknya kita duduk tenang dari pada hiruk-pikuk mencari jalan ke luar. Duduklah secara tenang dan berusahalah untuk merasakan hembusan angin. Karena angin hanya bisa berhembus masuk melalui pintu tambang ini." Mereka semua lalu duduk dalam hening. Saat-saat pertama keheningan, mereka tidak dapat merasakan hembusan angin. Namun perlahan-lahan mereka menjadi semakin peka akan hembusan angin sepoi-sepol yang masuk melalui pintu tambang. Akhirnya, dengan mengikuti arah datangnya angin itu, mereka dapat keluar dari dasar tambang yang gelap itu dengan selamat.

Bukankah hal tersebut juga berlaku dalam kehidupan kita. Mungkin kita sering mengalami kegelapan dalam perjalanan hidup ini. Di saat itu, perasaan kita mungkin kacau, dan kita seolah-olah tidak akan pernah melihat jalan keluar yang tepat.

Mari merenung sebentar. Sebenarnya, yang pertama-tama kita butuhkan dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan adalah menenangkan diri dan berserah kepada Tuhan. Hanya dalam keheningan, penyerahan  dan berdoa memohon pertolongan kepada Tuhan Yesus, maka kita pasti akan memiliki ketenangan, dan setelah kita tenang, maka iman kita akan bangkit sehingga kita bisa melihat pokok masalah secara tepat dan dapat menemukan hikmat Tuhan untuk menyelesaikannya. Setelah itu, mari bertindak, karena iman tanpa tindakan tidak ada faedahnya. Jadi, kapanpun kita menghadapi tantangan dan pergumulan hidup, kita harus "Berserah, Beriman dan Bertindak." Jangan pernah terkejut jika tiba-tiba mukjizat datang menghampiri hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, berilah aku ketenangan ketika  menghadapi permasalahan yang terjadi dalam hidupku, sehingga dengan ketenangan itu aku bisa merasakan kehadiran-Mu, saat bisa merasakan kehadiran-Mu aku dapat berdoa dengan penuh pengharapan, saat aku berdoa maka  mujizat akan terjadi. Amin. (Dod).

Minggu, 29 Januari 2023

Tuhan Mengubah Masalah Menjadi Berkat

 


Bacaan :

2 Korintus 12:9

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku."

Renungan :

Ada seekor siput yang selalu memandang sinis terhadap katak. Suatu hari katak yang kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput, "Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan sehingga anda begitu membenci saya?" Siput menjawab, "Kalian kaum katak mempunyai 4 kaki dan bisa melompat ke sana kemari, tapi saya harus membawa cangkang yang berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih." Katak menjawab, "Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing-masing. Hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya tetapi kamu tidak melihat penderitaan saya." Dan seketika itu juga ada seekor elang besar yang terbang ke arah mereka. Siput dengan cepat memasukkan badannya ke dalam cangkang sedangkan katak dimangsa oleh elang.

Kita tidak perlu membandingkan hidup kita dengan orang lain. Lebih baik pikirkanlah apa yang kita miliki karena hal tersebut akan memberikan lebih banyak rasa bersyukur dan kebahagiaan bagi diri kita sendiri. Dalam hidup ini memang wajar kalau ada peristiwa-peristiwa yang membuat kita marah dan kecewa. Mungkin kita merasa Tuhan tidak adil, mungkin kita merasa penderitaan kita begitu berat sehingga kita merasa lelah dan letih menjalani hidup ini. Kita mulai membandingkan hidup kita dengan orang lain dan seringkali kita melihat kehidupan orang lain begitu nyaman dan bebas dari penderitaan tanpa kita mengetahui apa yang sebenarnya mereka alami. Karena apa yang kita saksikan hanyalah yang tampak dari luar saja. Padahal setiap orang, setiap rumah tangga tentu memiliki tantangan hidup masing-masing. Terkadang bahkan kita berteriak, kenapa Tuhan seolah-olah membiarkan beban hidup yang berat ini mengikuti kita sepanjang perjalanan hidup kita. Sama seperti seekor siput yang merasa lelah karena harus terus membawa cangkangnya kesana kemari, seolah-olah cangkangnya menjadi sumber penderitaan dalam hidupnya karena dia tidak dapat berjalan dengan leluasa. Namun apa yang tidak disadari oleh siput itu, adalah justru cangkang yang menyiksanya itulah yang membuatnya terhindar dari kematian. Cangkang itulah yang membuat hidupnya terselamatkan, sementara si katak yang seolah-olah tidak mengalami penderitaan sama sekali justru lebih cepat mati dibandingkan dirinya.

Jadi jangan pernah berputus asa dalam menjalani hidup. Jangan pernah membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain, karena siapa tahu apa yang pada awalnya tampak sebagai masalah dan penderitaan dalam hidup kita, justru itulah yang membawa pertolongan dan memberikan keselamatan bagi kita. Karena Tuhan selalu mampu untuk mengubah masalah menjadi berkat dan mengubah penderitaan menjadi keselamatan bagi kita semua.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Doa :

Tuhan Yesus, berilah aku hati seluas samudera agar aku dapat menerima setiap hal yang yang baik dan buruk apa adanya tanpa berpikir yang negatif terhadap hidup ini dan hidup orang lain. Amin. (Dod).

Sabtu, 28 Januari 2023

Tuhan Menyertai Kita Sepanjang Masa


Bacaan :

Yohanes 14:16

"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya."

Renungan :

Ada seorang anak yang sedang diajari berenang oleh ayahnya. Ia ketakutan pada waktu ayahnya memintanya berenang dari bagian kolam yang tidak terlalu dalam menuju ke bagian kolam yang amat dalam yaitu yang kedalamannya sekitar 2,5 m. Sebagai anak kecil, bagian kolam yang dalam tentulah amat menakutkan. Namun ketika berenang perlahan-lahan menuju ke bagian kolam yang dalam, ia merasa aman karena ia melihat ayahnya ikut berjalan mengikutinya ketika ia menyusuri tepi kolam sambil terus menatapnya dan siap terjun ke kolam jikalau Ia membutuhkan pertolongannya.

Bukankah Tuhan Yesus jauh lebih mampu dan berkuasa daripada seorang ayah? Kisah Tuhan Yesus berjalan di atas air adalah kisah yang terkenal. Dari kisah ini biasanya kita belajar tentang kehebatan Tuhan Yesus dan kekurangpercayaan Petrus. Namun ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini. Salah satunya adalah ketiadaan jaminan kemudahan hidup dalam mengikut Tuhan Yesus, namun adanya jaminan penyertaan-Nya dalam sepanjang hidup kita. Kisah ini berawal dari murid-murid-Nya yang naik perahu menuju ke seberang danau. Setelah beberapa mil berada dari pinggir pantai, perahu itu terombang-ambing oleh angin sakal, yaitu angin yang bertiup melawan arah perahu, sehingga perahu sulit untuk bergerak maju ke arah tujuan. Dalam keadaan seperti itu, Tuhan Yesus berjalan di atas air dan mendekati perahu mereka. Pada saat itulah Petrus mencoba untuk ikut berjalan di atas air, namun kemudian terjatuh dan mulai tenggelam karena imannya guncang saat tiupan angin keras dan air danau menerpanya. Bagaimana awalnya para murid berada di atas perahu? Atas perintah Tuhan Yesus. Para murid diperintahkan oleh Tuhan Yesus untuk naik perahu dan pergi ke seberang danau mendahului Dia, namun diterpa angin sakal. Bagaimana kisahnya sehingga Petrus bisa berjalan di atas air? Petrus diperintahkan oleh Tuhan Yesus untuk berjalan di atas air namun terkena tiupan angin. Tetapi, Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka. Ketika mereka dalam kesulitan, Ia datang memberikan pertolongan pada waktu yang tepat. 

Percaya dan mengikuti perintah Tuhan Yesus bukan berarti jaminan hidup akan mudah dan lancar. Justru jalan mengikuti Tuhan Yesus akan penuh rintangan dan tantangan. Namun Tuhan Yesus tidak akan pernah meninggalkan kita sendirian. Ia berjanji untuk menyertai kita menghadapi segala rintangan dan tantangan. Yohanes 14:16 berkata,  "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya." Artinya bahwa tidak perlu ada yang di risaukan sekalipun mungkin suatu kali kita berada dalam posisi yang lemah. Yang diperlukan hanyalah percaya sepenuhnya kalau Tuhan Yesus berkuasa dan beserta kita. Dengan demikian kita akan menjalani hidup ini penuh keberanian dan kekuatan.

Tuhan Yesus memberkati.


Jumat, 27 Januari 2023

Utamakan Tuhan

 


Bacaan :

1 Timotius 6:10

"Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka."

Renungan :

Suatu ketika uang menulis sepucuk surat kepada manusia. Isi surat itu seperti di bawah ini:

"Shalom, selamat pagi.

Wajahku sebenarnya biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu mengubah dunia ini. Bahkan aku bisa mengubah perilaku dan sifat manusia karena banyak dari manusia yang mengidolakan aku. Banyak orang berubah kepribadiannya, menghianati teman, menjual tubuh, bahkan meninggalkan iman mereka karena aku. Bagi manusia aku adalah kehormatan, karena aku dapat menentukan kaya dan miskin dan terhormat atau terhina. Aku bukan iblis, tapi tindakan kriminal bisa disebabkan oleh aku. Aku juga bukan orang ketiga, tapi banyak keluarga hancur gara-gara aku. Kepala keluarga mereka sibuk mencari dan mengejar aku, sedangkan para istri mereka sibuk menghambur-hamburkan aku. Anak-anak hanya diberi aku sebagai ganti kasih sayang orang tua mereka. Ya, sangat jelas. Aku juga bukan Tuhan, tapi manusia menyembah aku seperti Tuhan, bahkan seringkali hamba-hamba Tuhan lebih menghormati aku daripada Tuhan. Mereka melayani Tuhan hanya untuk mendapatkan aku, bukan mencari Tuhannya. Padahal aku yang harusnya melayani manusia, tapi kenapa malah manusia yang melayani aku. Aku tidak pernah mengorbankan diriku untuk siapapun, tetapi banyak orang rela mati demi aku. Satu hal yang perlu diingat, aku tidak bisa memberikan damai sejahtera yang abadi. Aku hanya bisa memberikan kesenangan yang semu. Aku tidak bisa memberikan kesehatan, karena aku hanya bisa menjadi alat bayar resep dan dokter. Kalau suatu hari anda dipanggil Tuhan, aku tidak bisa menemani anda. Anda harusnya menghadapi sendiri. Dan saat itu mungkin Tuhan akan bertanya apa yang sudah anda lakukan untuk-Nya bersama aku. Satu hal terakhir yang harus anda tahu, aku tidak pernah berada di surga. Jadi, jangan cari aku di sana ya. Salam sayang dariku, uang."

Surat di atas memang hanya fiktif belaka, tetapi itu bisa menjadi renungan untuk kita. Kita tidak bisa menyembah dua Allah yaitu allah mamon dan Allah Tuhan kita. Kita hanya bisa memilih salah satu dari mereka dan menjadi hamba dari salah satu di antaranya. Oleh karena itu, mari membuat prioritas yang benar dalam hidup ini. Jangan sampai kita salah memilih, supaya kita tidak menyesal selama-lamanya di kekekalan. Pilihlah yang benar. Mamon atau uang tidak bisa menemani kita di surga nanti, karena surga hanya milik Tuhan Allah kita.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Doa :

Tuhan Yesus, ampunilah aku karena sering hatiku menjauh dari pada-Mu dan lebih terikat dengan hal-hal dunia. Waktu ku sibuk kugunakan mencari uang dan melupakan Engkau sebagai Sang Pemberi Berkat. Kini bukalah hatiku agar aku dapat menjadikan Engkau yang nomor satu dalam hidupku, sehingga damai sejahtera-Mu tetap tinggal dalam hatiku. Amin. (Dod).

Kamis, 26 Januari 2023

Tuhan Tidak Pernah Meninggalkan Kita



Bacaan :

Mazmur 92:13-16

"Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya. "

Renungan :

Setiap orang secara alami pasti akan menjadi tua. Kondisi fisik semakin lemah, mata mulai rabun, otak mulai pikun dan sebagainya. Sehingga tidak sedikit orang menjadi khawatir ketika memasuki usia senja. Khawatir tidak bisa melakukan apa-apa lagi, khawatir tidak dapat berguna dan bermanfaat bagi orang lain lagi. Tenaga manusia memang akan menurun, kemampuan secara umum pun akan menurun. Perihal ini, kita memang tidak bisa melawan hukum alam. Namun bukan berarti kita harus berhenti menjadi berkat untuk orang lain.

Alkitab mencatat beberapa orang yang tetap produktif di usia senjanya, di antaranya adalah Nuh dan Kaleb. Kisah bahtera Nuh pastilah sudah tidak asing lagi bagi kita. Di masa tuanya, Nuh diperintahkan oleh Tuhan untuk membuat sebuah bahtera. Bila dilihat dari ukuran bahtera yang ditetapkan Tuhan, dipastikan ketika itu Nuh harus bekerja sangat keras. Sebab membangun bahtera bukanlah karya yang mudah. Orang yang muda sekalipun pasti akan merasa kesulitan untuk membangunnya, apalagi Nuh di usia senjanya dengan kondisi fisik yang mulai menurun. Akan tetapi Nuh terbukti berhasil membangun bahtera tersebut, karena Tuhan menyertainya. Demikian pula hanya dengan Kaleb. Di usianya yang tidak muda lagi tepatnya 85 tahun, ia masih sanggup berperang untuk merebut kota Hebron. Itu semua karena Tuhan yang menjadikannya kuat.

Kiranya kedua tokoh di atas dapat memberikan semangat kepada kita yang akan atau yang saat ini sudah memasuki usia senja. Yang perlu dipahami dan diketahui adalah Tuhan tidak akan pernah membatasi kita untuk bermanfaat bagi orang lain, sekalipun usia kita tidak lagi muda. Pandangan dunia, kita mungkin tidak lagi produktif, sulit mengerjakan perkara-perkara yang sukar, tetapi di pemandangan Tuhan, kita tetap produktif, kita tidak pernah layu, kita tetap segar dan yang terpenting Ia tidak pernah menganggap kita terlalu tua untuk melakukan pekerjaan-Nya. Dunia memberikan batasan kepada kita, tetapi tidak demikian halnya dengan Tuhan. Seberapapun usia kita saat ini, Tuhan akan memberikan kesempatan kepada kita untuk menjadi berkat dan bermanfaat bagi orang lain.

Sekalipun rambut kita memutih, kulit kita mulai berkeriput dan kondisi fisik kita mulai menurun, percayalah Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Sekalipun orang meragukan kemampuan kita, percayalah Tuhan tidak pernah meragukan kemampuan kita. Sebab, sejak semula ia telah berjanji, ketika kita setia menghidupi firman-Nya di dalam hidup kita, masa tua kita pun telah Ia jamin. Untuk itu hilangkan rasa khawatir dalam hidup kita. Berapapun usia kita sekarang dan sebesar apapun kekuatan kita sekarang, Tuhan ingin memakai kita dalam pekerjaan-Nya. Kalau secara fisik kita tidak mampu, maka secara rohani kita masih bisa menjadi pendoa bagi keluarga dan orang-orang yang ada di sekitar kita. Jadi bersemangatlah dan tetap produktif. Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, aku bersyukur karena sampai hari ini penyertaan-Mu tetap kurasakan. Sekalipun aku bertambah tua, engkau tidak pernah meninggalkanku. Amin. (Dod).

Rabu, 25 Januari 2023

Tuhanlah Sumber Kekuatan

 


Bacaan :

Mazmur 86:12

"Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya."

 Renungan :

Dua orang pedagang asongan sedang istirahat untuk menghitung hasil jualan mereka masing-masing. Setelah dihitung ternyata hasil jualan masing-masing hanya cukup untuk satu kali biaya makan. Pedagang asongan pertama mengeluhkan betapa sedikit pendapatannya, padahal ia sudah merasa lelah berdagang di tengah cuaca yang panas. Sementara pedagang asongan yang kedua berkata, "Puji Tuhan, hasil jualan siang ini masih cukup untuk makan. Mereka sama-sama menjalani profesi sebagai pedagang kecil. Jam kerja mereka sama dan penghasilan yang mereka dapat pada saat itu pun sama. Namun, reaksi keduanya ternyata berbeda ketika melihat hasil. Satu mengeluh, satunya bersyukur.

Bukanlah hal mudah mengucap syukur di tengah situasi yang sulit. Namun, inilah tantangan kita sebagai pengikut Kristus. Kita diajar untuk senantiasa mengucap syukur dalam segala hal, lalu memuliakan namanya. Mengucap syukur dan memuliakan Tuhan merupakan dua hal yang berkaitan. Di mana ada ungkapan syukur, di situ juga nama Tuhan dipermuliakan. Dengan menyadari bahwa segala sesuatu adalah pemberian dari Tuhan, sudah selayaknyalah kita bersyukur dan memuji nama Tuhan. Tanpa penyertaan-Nya, kita bukanlah siapa-siapa dan tidak akan mendapat apa-apa. Tuhan Yesus memberkati

 

Doa :

Tuhan Yesus, aku mau selalu bersyukur kepada-Mu di tengah situasi apapun yang terjadi dalam hidupku. Engkau pasti memberikan yang terbaik seturut kehendak-Mu untukku. Amin. (Dod).

Selasa, 24 Januari 2023

Tuhan Tetap Setia Selamanya

 


Bacaan :

Yesaya 46:4

"Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu."

Renungan :

Suatu kali Ibu Maria berkunjung ke sebuah panti jompo, mengunjungi Oma Hana yang sedang sakit. Oma Hana adalah seorang nenek yang jarang sekali ditengok oleh keluarganya. Ketika ibu Maria datang, Oma Hana tampak berseri-seri, "Halo, apa kabar Maria? Aku harap engkau sehat saja," sapa Oma Hana. Ibu Maria terharu dengan sambutan Oma Hana, katanya, "Saya baik-baik saja Oma. Bagaimana dengan Oma?"  "Ya, aku baik-baik saja, meski rasa sakit di punggungku belum reda. Tapi aku percaya Tuhan masih menyayangi aku dan tidak meninggalkan aku. Kedatanganmu, Maria, bukti bahwa Tuhan masih mengingat aku!" kata Oma Hana sambil memegang erat tangan Ibu Maria.

Apapun keadaan kita terutama yang sudah masuk masa lansia, tetaplah yakin bahwa Tuhan tidak pernah melupakan kita. Tuhan kita adalah Tuhan yang setia. Kalaupun kita pernah merasa sendiri, kesepian, itu wajar. Ya saya mengingatkan kita bahwa Tuhan senantiasa mengasihi dan menaungi kita. Ia menggendong kita dan memelihara kita senantiasa. Ia memberikan pertolongan tepat pada waktunya. Berharaplah pada Tuhan, Ia tidak akan pernah mengecewakan kita. Tuhan Yesus memberkati.

 

Doa :

Tuhan Yesus, berkatilah para Opa dan Oma di manapun mereka berada, khususnya yang berada di panti jompo. Berikanlah penghiburan pada mereka, sehingga rasa sepi mereka dapat diobati dengan perhatian dan cinta-Mu melalui orang-orang yang berkunjung. Amin. (Dod).

Senin, 23 Januari 2023

Tuhan Sumber Pertolongan Dan Berkat

 


Renungan :

Dua orang pedagang asongan sedang istirahat untuk menghitung hasil jualan mereka masing-masing. Setelah dihitung ternyata hasil jualan masing-masing hanya cukup untuk satu kali biaya makan. Pedagang asongan pertama mengeluhkan betapa sedikit pendapatannya, padahal ia sudah merasa lelah berdagang di tengah cuaca yang panas. Sementara pedagang asongan yang kedua berkata, "Puji Tuhan, hasil jualan siang ini masih cukup untuk makan. Mereka sama-sama menjalani profesi sebagai pedagang kecil. Jam kerja mereka sama dan penghasilan yang mereka dapat pada saat itu pun sama. Namun, reaksi keduanya ternyata berbeda ketika melihat hasil. Satu mengeluh, satunya bersyukur.

Bukanlah hal mudah mengucap syukur di tengah situasi yang sulit. Namun, inilah tantangan kita sebagai pengikut Kristus. Kita diajar untuk senantiasa mengucap syukur dalam segala hal, lalu memuliakan namanya. Mengucap syukur dan memuliakan Tuhan merupakan dua hal yang berkaitan. Di mana ada ungkapan syukur, di situ juga nama Tuhan dipermuliakan. Dengan menyadari bahwa segala sesuatu adalah pemberian dari Tuhan, sudah selayaknyalah kita bersyukur dan memuji nama Tuhan. Tanpa penyertaan-Nya, kita bukanlah siapa-siapa dan tidak akan mendapat apa-apa. Tuhan Yesus memberkati

 

Doa :

Tuhan Yesus, aku mau selalu bersyukur kepada-Mu di tengah situasi apapun yang terjadi dalam hidupku. Engkau pasti memberikan yang terbaik seturut kehendak-Mu untukku. Amin. (Dod).

Minggu, 22 Januari 2023

Diproses Oleh Tuhan Agar Bertumbuh

 


Bacaan:

Mazmur 86:12

"Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya."

Renungan:

Dua orang pedagang asongan sedang istirahat untuk menghitung hasil jualan mereka masing-masing. Setelah dihitung ternyata hasil jualan masing-masing hanya cukup untuk satu kali biaya makan. Pedagang asongan pertama mengeluhkan betapa sedikit pendapatannya, padahal ia sudah merasa lelah berdagang di tengah cuaca yang panas. Sementara pedagang asongan yang kedua berkata, "Puji Tuhan, hasil jualan siang ini masih cukup untuk makan. Mereka sama-sama menjalani profesi sebagai pedagang kecil. Jam kerja mereka sama dan penghasilan yang mereka dapat pada saat itu pun sama. Namun, reaksi keduanya ternyata berbeda ketika melihat hasil. Satu mengeluh, satunya bersyukur.

Bukanlah hal mudah mengucap syukur di tengah situasi yang sulit. Namun, inilah tantangan kita sebagai pengikut Kristus. Kita diajar untuk senantiasa mengucap syukur dalam segala hal, lalu memuliakan namanya. Mengucap syukur dan memuliakan Tuhan merupakan dua hal yang berkaitan. Di mana ada ungkapan syukur, di situ juga nama Tuhan dipermuliakan. Dengan menyadari bahwa segala sesuatu adalah pemberian dari Tuhan, sudah selayaknyalah kita bersyukur dan memuji nama Tuhan. Tanpa penyertaan-Nya, kita bukanlah siapa-siapa dan tidak akan mendapat apa-apa.

Tuhan Yesus memberkati

Doa:

Tuhan Yesus, aku mau selalu bersyukur kepada-Mu di tengah situasi apapun yang terjadi dalam hidupku. Engkau pasti memberikan yang terbaik seturut kehendak-Mu untukku. Amin. (Dod).

Sabtu, 21 Januari 2023

Hiduplah Dengan Benar

 


Bacaan :

Mazmur 86:12

"Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya."

Renungan :

Dua orang pedagang asongan sedang istirahat untuk menghitung hasil jualan mereka masing-masing. Setelah dihitung ternyata hasil jualan masing-masing hanya cukup untuk satu kali biaya makan. Pedagang asongan pertama mengeluhkan betapa sedikit pendapatannya, padahal ia sudah merasa lelah berdagang di tengah cuaca yang panas. Sementara pedagang asongan yang kedua berkata, "Puji Tuhan, hasil jualan siang ini masih cukup untuk makan. Mereka sama-sama menjalani profesi sebagai pedagang kecil. Jam kerja mereka sama dan penghasilan yang mereka dapat pada saat itu pun sama. Namun, reaksi keduanya ternyata berbeda ketika melihat hasil. Satu mengeluh, satunya bersyukur.

Bukanlah hal mudah mengucap syukur di tengah situasi yang sulit. Namun, inilah tantangan kita sebagai pengikut Kristus. Kita diajar untuk senantiasa mengucap syukur dalam segala hal, lalu memuliakan namanya. Mengucap syukur dan memuliakan Tuhan merupakan dua hal yang berkaitan. Di mana ada ungkapan syukur, di situ juga nama Tuhan dipermuliakan. Dengan menyadari bahwa segala sesuatu adalah pemberian dari Tuhan, sudah selayaknyalah kita bersyukur dan memuji nama Tuhan. Tanpa penyertaan-Nya, kita bukanlah siapa-siapa dan tidak akan mendapat apa-apa. Tuhan Yesus memberkati

Doa :

Tuhan Yesus, aku mau selalu bersyukur kepada-Mu di tengah situasi apapun yang terjadi dalam hidupku. Engkau pasti memberikan yang terbaik seturut kehendak-Mu untukku. Amin. (Dod).

Jumat, 20 Januari 2023

Hormatilah Orangtuamu

 


Bacaan :

Efesus 6:1-3

"Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.

Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:

supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi."

Renungan :

Ada satu kisah menarik dari seorang remaja pria. Ia menceritakan tentang kehidupannya saat remaja. Masa remaja adalah masa yang menyenangkan bagi kebanyakan orang yang baru menginjak masa itu. Pergaulan bersama teman-teman menjadi petualangan yang seru. Menerobos batasan-batasan yang ada adalah hal yang sangat biasa. Saat itu ia adalah salah satu remaja yang sama sekali tidak peduli terhadap aturan manapun, baik itu peraturan di sekolah atau peraturan di rumah. Orang tuanya, terutama ayahnya sampai bingung menghadapinya. Hingga sampailah ia pada satu waktu, di mana keadaanlah yang membantingnya dengan keras, menyadarkannya dari kebodohan masa remajanya. Saat itu ia melewatkan malam Natal bersama seluruh anggota keluarganya, karena ia memilih untuk merayakan Natal bersama teman-temannya. Setibanya di rumah, waktu itu pukul tiga pagi, ternyata ada ayahnya yang sedang duduk di tengah kegelapan. Meski menyadari keberadaan ayahhnya di sana, ia tak mengucapkan satu kata pun. Kakinya pun melangkah menuju ke tempat tidur, namun baru beberapa langkah, ayahnya memintanya untuk keluar dari rumah jika tidak mau mematuhi peraturan yang ada di rumah. Sebagai remaja pria, ia pun naik darah lalu berteriak kepada ayahnya bahwa ia mampu hidup sendiri, karena pikirnya ia masih muda dan kuat. Tanpa berpikir panjang, ia pergi meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Selanjutnya ia bekerja sebagai tukang kuli bangunan. Saat itu cukup menyenangkan karena ia menghasilkan uang dengan keringatnya sendiri. Tetapi pekerjaan itu tidak bertahan lama, karena ia sampai pada satu peristiwa yang membuatnya lumpuh. Ia mengalami kecelakaan kerja, ia terjatuh dan dari kejadian itu kedua kakinya lumpuh. Akhirnya ia kembali ke rumah. Selama empat bulan ia hanya terduduk lesu di kursi roda. Dia tidak lagi tampil gagah dan berani. Selama itu pula ayahnya tidak menegurnya. Namun tanpa diketahuinya, di dalam diamnya ternyata ayahnya memperhatikannya. Mungkin ayahnya pun menangis melihat keadaannya. Sampai suatu saat ayahnya memaksanya untuk belajar berjalan. Ayahnyalah yang terus menyemangatinya. Setiap pagi dan sore, ayahnya memapahnya di pundaknya  sambil berkata, "Tidak masalah, selangkah demi selangkah saja. Kamu pasti bisa," Saat itu ia pun membayangkan bagaimana dahulu sang ayah dengan sabar mengajari kaki kecilnya berjalan, dan dengan lembut memegangi tangan kecilnya agar tidak terjatuh. Seketika air matanya pun menetes di pipinya. Ia menyesal atas perlakuan buruknya pada ayahnya selama ini. Memasuki masa remaja membuatnya berpikir bahwa ia tak membutuhkan ayahnya lagi, tetapi ternyata ia salah

Tidak peduli seberapa kuat dan hebatnya kita sekarang, tetap hormatilah orang tua kita. Mereka adalah pahlawan sepanjang masa tanpa tanda jasa. Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, terima kasih untuk kedua orang tua yang kumiliki. Ajarilah aku menjadi anak yang menaruh hormat kepada mereka. Amin. (Dod)

Kamis, 19 Januari 2023

Jadikan Tuhan Sebagai Prioritas

 


Bacaan :

1 Timotius 6:10

"Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka."

Renungan :

Suatu ketika uang menulis sepucuk surat kepada manusia. Isi surat itu seperti di bawah ini:

"Shalom, selamat pagi.

Wajahku sebenarnya biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu mengubah dunia ini. Bahkan aku bisa mengubah perilaku dan sifat manusia karena banyak dari manusia yang mengidolakan aku. Banyak orang berubah kepribadiannya, menghianati teman, menjual tubuh, bahkan meninggalkan iman mereka karena aku. Bagi manusia aku adalah kehormatan, karena aku dapat menentukan kaya dan miskin dan terhormat atau terhina. Aku bukan iblis, tapi tindakan kriminal bisa disebabkan oleh aku. Aku juga bukan orang ketiga, tapi banyak keluarga hancur gara-gara aku. Kepala keluarga mereka sibuk mencari dan mengejar aku, sedangkan para istri mereka sibuk menghambur-hamburkan aku. Anak-anak hanya diberi aku sebagai ganti kasih sayang orang tua mereka. Ya, sangat jelas. Aku juga bukan Tuhan, tapi manusia menyembah aku seperti Tuhan, bahkan seringkali hamba-hamba Tuhan lebih menghormati aku daripada Tuhan. Mereka melayani Tuhan hanya untuk mendapatkan aku, bukan mencari Tuhannya. Padahal aku yang harusnya melayani manusia, tapi kenapa malah manusia yang melayani aku. Aku tidak pernah mengorbankan diriku untuk siapapun, tetapi banyak orang rela mati demi aku. Satu hal yang perlu diingat, aku tidak bisa memberikan damai sejahtera yang abadi. Aku hanya bisa memberikan kesenangan yang semu. Aku tidak bisa memberikan kesehatan, karena aku hanya bisa menjadi alat bayar resep dan dokter. Kalau suatu hari anda dipanggil Tuhan, aku tidak bisa menemani anda. Anda harusnya menghadapi sendiri. Dan saat itu mungkin Tuhan akan bertanya apa yang sudah anda lakukan untuk-Nya bersama aku. Satu hal terakhir yang harus anda tahu, aku tidak pernah berada di surga. Jadi, jangan cari aku di sana ya. Salam sayang dariku, uang."

Surat di atas memang hanya fiktif belaka, tetapi itu bisa menjadi renungan untuk kita. Kita tidak bisa menyembah dua Allah yaitu allah mamon dan Allah Tuhan kita. Kita hanya bisa memilih salah satu dari mereka dan menjadi hamba dari salah satu di antaranya. Oleh karena itu, mari membuat prioritas yang benar dalam hidup ini. Jangan sampai kita salah memilih, supaya kita tidak menyesal selama-lamanya di kekekalan. Pilihlah yang benar. Mamon atau uang tidak bisa menemani kita di surga nanti, karena surga hanya milik Tuhan Allah kita. Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, ampunilah aku karena sering hatiku menjauh dari pada-Mu dan lebih terikat dengan hal-hal dunia. Waktu ku sibuk kugunakan mencari uang dan melupakan Engkau sebagai Sang Pemberi Berkat. Kini bukalah hatiku agar aku dapat menjadikan Engkau yang nomor satu dalam hidupku, sehingga damai sejahtera-Mu tetap tinggal dalam hatiku. Amin. (Dod).

Rabu, 18 Januari 2023

Jadilah Alat Untuk Tuhan

 


Bacaan :

2 Samuel 15:32-34

Ketika Daud sampai ke puncak, ke tempat orang sujud menyembah kepada Allah, maka datanglah Husai, orang Arki, mendapatkan dia dengan jubah yang terkoyak dan dengan tanah di atas kepala.

Berkatalah Daud kepadanya: "Jika engkau turut dengan aku, maka engkau menjadi beban kepadaku nanti,

tetapi jika engkau kembali ke kota dan berkata kepada Absalom: Aku ini hambamu, ya raja, sejak dahulu aku hamba ayahmu, tetapi sekarang aku menjadi hambamu, — dengan demikian engkau dapat membatalkan nasihat Ahitofel demi aku."

 

Renungan:

Sebagai manusia pasti kita menginginkan agar doa-doa kita dijawab oleh Tuhan. Namun, pernahkah kita meminta kepada Tuhan agar diri kita sendiri yang dipakai Tuhan untuk menjadi penolong bagi orang lain atau menjadi jawaban doa bagi orang-orang yang membutuhkan pertolongan?

Husai merupakan orang yang dipakai Tuhan untuk menolong Daud saat Daud berada dalam kesulitan. Meskipun Daud adalah seorang raja, namun ia juga memiliki rasa khawatir akan keselamatannya. Itulah yang dialaminya ketika Absalom, yang adalah anaknya sendiri memberontak kepadanya. Absalom berhasil mencuri hati sebagian rakyat untuk berpihak kepadanya. Perasaan Daud pun semakin tidak karuan ketika mengetahui bahwa salah seorang penasihatnya yaitu Ahitofel telah bersekongkol dengan Absalom untuk melengserkan dia. Persekongkolan ini membuat semakin banyak rakyat yang berpihak kepada Absalom. Kemudian Daud bersama sejumlah pengikut yang setia kepadanya keluar dari Yerusalem. Mereka berjalan menuju ke bukit  Zaitun. Di dalam perjalanan itu Daud sempat berdoa memohon kepada Tuhan agar Tuhan menggagalkan nasihat Ahitofel. Ketika menunggu jawaban Tuhan atas doanya, datang Husai menemui Daud. Apakah ini merupakan jawaban Tuhan atas doanya? Alkitab tidak menyatakan secara tegas. Tidak dijelaskan alasan Husai menemui Daud

Mungkin saja hanya karena simpati, terlihat dari jubah yang terkoyak yang dikenakannya dan dengan tanah di atas kepalanya. Tetapi, melihat apa yang dilakukan Husai selanjutnya, maka bisa dikatakan bahwa ini adalah jawaban Tuhan. Di sini kita melihat ketulusan hati yang dimiliki oleh Husai untuk membantu Daud. Daud hanya berkata, "Jika engkau ......" Dan tanpa membantah sedikitpun, Husai langsung menuruti apa yang diamanatkan raja kepadanya.

Melalui tokoh Husai ini, marilah kita belajar agar tidak menjadi manusia yang egois. Jangan hanya meminta agar harapan kita saja yang dipenuhi, namun selipkanlah juga di dalam doa kita agar kita dimampukan untuk memberikan diri atau hidup kita untuk menjadi alat Tuhan, yaitu sebagai jawaban doa bagi orang lain. Tuhan akan memakai orang yang hatinya sudah siap untuk menjadi agen-agennya di dalam melakukan misi pemulihan bagi jiwa-jiwa yang membutuhkan. Sadarlah, kalau tidak sekarang, kapan lagi kita akan menjadi kepanjangan tangan Tuhan untuk sesama yang membutuhkan? Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, pakailah diriku menjadi alat-Mu untuk menolong orang lain. Amin. (Dod).

Selasa, 17 Januari 2023

Kasihilah Anakmu

Bacaan :

Amsal 29:17

"Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu."

Renungan :

Seandainya anak-anak kecil bisa berbicara dan memiliki keberanian untuk mengajukan permohonan mereka kepada orang tuanya, apa yang akan mereka katakan? Bukankah seringkali ada orang tua yang merasa berhak melakukan apa saja terhadap anak-anak tanpa memahami perasaan mereka?

Di dalam hati kecilnya, anak-anak kita mungkin ingin mengatakan:

"Tanganku begitu kecil, janganlah mengharapkan hasil yang sempurna ketika aku merapikan tempat tidur, menggambar sesuatu atau melemparkan bola.

Kakiku masih pendek, perlambatlah jalanmu agar aku bisa berjalan bersamamu.

Mataku belum bisa memandang dunia ini sebagaimana engkau memandangnya, biarkanlah aku mengamati dan mempelajari banyak hal secara perlahan-lahan.

Kesibukan di rumah akan selalu ada, beri aku sedikit saja waktu untuk menjelaskan tentang banyak hal yang belum kupahami dan bermainlah bersamaku

Perasaanku lembut, pekalah terhadap apa yang aku butuhkan dan jangan mengomeliku sepanjang hari.

Perlakukanlah aku sebagaimana engkau ingin diperlakukan.

Aku adalah pemberian khusus dari Allah. Sayangilah aku, sebagaimana yang Allah perintahkan untuk engkau lakukan.

Beritahu aku aturan-aturan di dalam menjalani kehidupan dan disiplinkan aku dengan kasih.

Aku butuh dorongan dan bukan sekadar pujian untuk bertumbuh.

Ketika engkau mengkritikku, kritiklah perbuatanku dan jangan benci padaku. Dengan begitu, aku bisa mengubah kebiasaan buruk di dalam diriku.

Berilah aku kebebasan untuk membuat keputusan tentang diriku sendiri.

Jangan marah ketika aku berbuat salah, sehingga aku dapat belajar dari kesalahanku. Dengan demikian suatu hari nanti aku dapat membuat keputusan yang benar.

Tolong jangan buat aku merasa bersalah dan tidak yakin terhadap diriku dengan cara membandingkanku dengan kakak atau adikku. Masing-masing kami memiliki kemampuan dan kapasitas yang berbeda-beda.

Jangan terlalu khawatir meninggalkan aku, sekali sekali ambillah waktu untuk bersantai dan menenangkan diri. Kadang anak-anak perlu waktu tanpa orang tua, sebagaimana orang tua juga perlu waktu untuk menenangkan diri berdua tanpa anak-anak.

Di samping itu, itu merupakan cara yang bagus untuk memperlihatkan kepada kami anak-anak bahwa pernikahan kalian begitu spesial dan harmonis.

Ajak dan doronglah kami untuk berdoa dan beribadah. Berilah teladan yang baik, karena aku ingin belajar banyak tentang Tuhan."

Kiranya kita semakin memiliki hati yang mengasihi anak-anak, peka terhadap kebutuhan mereka dan dimampukan untuk menjadi orang tua yang bijaksana. Tuhan Yesus memberkati.

DOA

Tuhan Yesus, mendidik anak bukanlah suatu hal yang mudah. Sebab itu, berilah aku kemampuan dan hikmat untuk melakukan tugas yang telah Kau percayakan padaku itu agar aku dapat melakukannya dengan penuh kasih. Amin. (Dod).

Kasihilah Musuhmu

Bacaan :

Lukas 6:27

"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu."

Renungan :

Seorang dokter hewan dipanggil untuk melakukan pemeriksaan terhadap seekor anjing wolfhound Irlandia berumur 10 tahun yang bernama Belker. Pemilik anjing tersebut yang bernama Ron dan istrinya Lisa serta anak laki-laki kecil mereka Shane, berharap Belker bisa sembuh. Setelah sang dokter memeriksa Belker, akhirnya ditemukan bahwa Belker menderita penyakit kanker ganas yang sudah tidak bisa disembuhkan. Sang dokter mengatakan kepada keluarga tersebut bahwa ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk Belker dan menawarkan kepada mereka untuk memberikan suntikan kematian secara cepat kepada Belker. Mereka pun membuat janji pertemuan untuk melaksanakan proses tersebut. Ron dan Lisa kemudian memberitahu kepada sang dokter bahwa mungkin ada baiknya anak mereka Shane yang masih berumur 6 tahun itu diberitahu agar melihat sendiri secara langsung bagaimana proses penyuntikan tersebut. Mereka merasa bahwa Shane dapat belajar sesuatu dari peristiwa tersebut. Keesokan harinya setelah keluarga tersebut berkumpul, sang dokter melakukan penyuntikan terhadap Belker. Dalam beberapa menit kemudian Belker pun tidur untuk selamanya dengan damai. Shane kecil kelihatannya menerima kejadian tersebut tanpa rasa sedih. Kemudian mereka semua duduk bersama setelah kematian Belker dan mereka membahas mengapa usia anjing lebih cepat daripada manusia. Shane yang awalnya hanya mendengarkan dalam diam kemudian berkata, "Saya tahu jawabannya." Apa yang kemudian keluar dari mulut Shane membuat sang dokter terheran-heran. Sang dokter tidak pernah mendengarkan hal yang begitu nyaman dapat keluar dari mulut seorang anak kecil dan itu mengubah cara hidup sang dokter. Shane berkata, "Manusia dilahirkan agar mereka dapat belajar bagaimana hidup di dalam kehidupan yang baik seperti mencintai setiap orang dalam setiap waktu dan menjadi orang yang baik. Para anjing sudah mengetahui bagaimana cara melakukan hal tersebut, jadi mereka tidak harus tinggal terlalu lama di dunia ini."

Seringkali kita memang harus belajar dari anjing tentang kesetiaan mereka, pengorbanan mereka, pengabdian mereka kepada tuannya, bagaimana mereka begitu bersemangat memberikan kibasan ekor ketika bertemu tuannya, tidak pernah punya dendam dan lain sebagainya. Mereka tidak pernah berpura-pura dan menghidupi kehidupannya dengan penuh cinta kepada tuannya. Di hari yang panas, mereka akan tidur dengan nyaman di bawah pohon yang sejuk. Mereka pun begitu menikmati saat angin menerpa wajah mereka ketika mereka berlari. Ketika tuannya bahagia dia akan ikut loncat-loncat namun ketika tuannya sedang sedih, dia pun hanya diam dan duduk mendekat sambil memberikan perhatian kepada tuannya.

Kehidupan kita terlalu singkat untuk diisi oleh berbagai hal yang tidak penting atau hal yang merugikan. Buatlah suasana yang nyaman dan bahagia kemanapun kita pergi, lupakan hal-hal buruk dan fokus pada hal yang baik. Bahkan berpikirlah hal-hal yang baik kepada orang yang tidak melakukan hal baik kepada kita karena ada tertulis jika kita berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepada kita, itu seperti menaruh bara di atas kepalanya. Biarlah kita berbuat baik bukan karena orang lain berbuat baik kepada kita, tetapi karena Tuhan Yesus telah lebih dahulu berbuat baik kepada kita, sehingga sudah sepantasnya kita menyalurkan kasih Tuhan Yesus kepada sesama. Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan rahmat kebaikan-Mu, sehingga melalui kehadiran-Ku orang merasakan dan mengetahui bagaimana mengasihi, bagaimana mengampuni dan bagaimana bisa menerima orang lain apa adanya. Tuhan Yesus yang baik, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu sendiri. Amin. (Dod).


Minggu, 15 Januari 2023

Kasihilah Pasanganmu

Bacaan :

Roma 15:7

"Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah."

Renungan :

Rebecca duduk di ruang istirahat seusai membawakan seminar bertema keluarga. "Apa yang engkau bawakan tadi sangat memberkati para pendengar," kata Jane, seorang ibu yang saat itu menemaninya. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, mata Rebecca mulai memerah dan genangan air mata memenuhi pelupuk matanya. "Mereka pasti berpikir bahwa aku ini istri yang baik dan bahagia," jawab Rebecca. "Apakah kamu punya masalah serius?" tanya Jane. "Aku sudah menikah selama 14 tahun dan suamiku adalah pria yang sangat baik. Ia jujur, sabar, penyayang dan memiliki pekerjaan yang mapan. Ia penuh perhatian dan selalu menanyakan keadaanku. Ketika aku harus pergi ke suatu tempat untuk membawakan seminar ataupun acara-acara lainnya, ia selalu menawarkan diri untuk menemani jika ia sedang tidak ada acara. Ia dengan senang hati menyiapkan alat peraga yang kubutuhkan untuk membawakan seminar, termasuk membawa alat peraga dan perlengkapan lainnya ke tempat di mana aku membawakan seminar. Ia baik dan menyayangiku," kata Rebecca. "Sepertinya tidak ada yang kurang," kata Jane. "Jane, sudah aku katakan bahwa suamiku sangat baik. Tapi aku menginginkan sosok suami yang lebih memimpin dan bukan melayaniku. Aku mengharapkan agar dia yang lebih terkenal dan menjadi pembicara daripada aku," jawab Rebecca.  Jane memeluk Rebecca dan memberikan nasihat yang cukup singkat, "Ingatkah engkau janji pernikahan yang kau ucapkan 14 tahun lalu? Bukankah Engkau sudah berjanji untuk menerima dia apa adanya?" Rebecca terdiam sejenak. Ia mulai menangis dan sejak saat itu ia tidak lagi mengharapkan agar suaminya menjadi sosok yang ia inginkan. Dia mulai mensyukuri kelebihan-kelebihan yang ada dalam diri suaminya dan menerimanya dengan segala kekurangannya.

Terkadang kita tidak merasa puas dengan kebaikan, perhatian dan sikap melayani yang pasangan kita lakukan terhadap kita. Idealisme yang terlalu tinggi tidak jarang membuat kita menetapkan standar tertentu untuk pasangan kita, misalnya dia harus menjadi orang yang tegas, pintar, berwawasan luas dan lain-lain, padahal pasangan kita tidak bisa menjadi apa yang kita inginkan. Kekecewaan karena pasangan kita tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan akan semakin terasa ketika kita mulai membanding-bandingkannya dengan orang lain. Suami ataupun istri kita pasti memiliki kekurangan tetapi Ingatlah bahwa dia juga memiliki kelebihan. Bantulah pasangan kita untuk mengubah kekurangan di dalam dirinya menjadi kebaikan, tetapi terimalah apa yang tidak dapat kita ubah. 1 Ptr 4: 8 berkata

"Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa." Kasih dan penerimaan yang tulus terhadap pasangan membuat kita menerima ketidak sempurnaannya dan tidak mempersalahkan apalagi meributkannya. Bukankah kita sudah berjanji untuk menerima dia? Tuhan Yesus memberkati.

 

Doa :

Tuhan Yesus, aku berterima kasih untuk pasangan terbaik yang sudah Kau pilih untuk aku. Mampukanlah aku menerima dan mengasihi dia dengan segenap hatiku. Amin. (Dod).


Sabtu, 14 Januari 2023

Kasihilah Sesamamu

Bacaan :

1 Korintus 13:4

"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong."

Renungan :

Pada lomba lari Marathon Zheng-Kai, Tiongkok pada tahun 2010, seorang pelari maraton wanita dari Kenya bernama Jacqueline Nyetipkei Kiplimo atau biasa dipanggil Jacq, ikut dalam lomba lari tersebut. Dalam lomba itu Jacq melakukan tindakan yang sangat terpuji. Ia melihat seorang pelari asal Tiongkok yang tidak memiliki tangan dan kesulitan ketika mengambil air dan mengalami dehidrasi. Lalu Jacq menolong memberikan minum kepadanya di setiap pos dari KM 10 hingga KM 38, sampai pelari tersebut kondisinya membaik. Mau tidak mau tindakannya itu memperlambat laju larinya dan ia ketinggalan oleh peserta lain. Akhirnya Jacq harus rela hanya menjadi juara kedua dan kehilangan hadiah utama sebesar USD10.000.

Ketika media mewawancarainya, "Mengapa engkau mau membantu orang lain yang tidak kau kenal dan membuat engkau kehilangan hadiah utama? Padahal engkau berbeda warga negara, ras dan suku dengan orang tersebut, juga berbeda kulit dan kepercayaan?" Jacq menjawab, "Saya tidak pernah menyesal untuk membantu orang lain. Bagi saya, orang itu bukan orang asing tapi sesama manusia yang perlu mendapat bantuan."

Itulah kasih, berani berkorban. Kasih yang sudah Tuhan contohkan buat kita. Tuhan Yesus sudah mau mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita sehingga kita bisa diselamatkan dari dosa. Oleh karena itu, beranikah kita juga berbuat kasih kepada orang lain tanpa memandang siapa orang tersebut, sebagaimana sudah diteladankan oleh Tuhan kita Yesus Kristus? Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, ajarilah aku bahasa kasih-Mu, kasih yang tanpa pamrih, kasih yang tulus dan kasih yang rela berkorban. Amin. (Dod)


Jumat, 13 Januari 2023

Kita Berharga Dimata Tuhan

Bacaan :

2 Korintus 5:16

"Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian."

Renungan :

Suatu ketika ada dua orang anak berusia 8 tahun menuangkan bensin di kompor untuk mendapatkan kehangatan. Ledakan hebat pun terjadi dan merengut nyawa salah seorang anak tersebut. Anak yang satunya mengalami luka bakar di kaki dan dokter menyarankan segera diamputasi agar tidak infeksi. Tetapi orang tuanya berkata, "Kita tunggu saja beberapa hari." Setelah beberap minggu, kaki anak itu pun sembuh tetapi kaki kirinya menjadi lebih pendek 6,4 cm. "Ia tidak akan pernah bisa berjalan!" kata dokter. Beberapa minggu kemudian ternyata anak itu bisa berjalan dengan bantuan tongkat penyangga. Kemudian dokter mengatakan, "Ia tidak akan bisa berjalan tanpa tongkat!" Tetapi dalam beberapa minggu, anak itu membuktikan bisa berjalan tanpa tongkat. Lagi lagi dokter berkata, "Ia bisa berjalan, tapi tidak akan pernah berlari." Tetapi anak itu belajar berlari. Ia adalah Glenn Cunningham yang telah memenangkan medali emas dan memecahkan rekor dunia 1500 m dengan waktu 4 menit 8 detik. Bagaimana bisa seorang anak yang dinyatakan menderita kelumpuhan namun kenyataannya ia berhasil menjadi seorang juara di lintasan lari? Jawabannya karena ia dan orang tuanya memunyai semangat yang pantang menyerah dan tidak kalah pada keadaan. Itulah yang menjadi kekuatan dan rahasia kesuksesannya.

Banyak orang yang sering menyerah pada keadaan dan mereka menganggap seakan-akan itu adalah jalan terbaik ketika mengalami berbagai masalah berat. Tetapi jika kita renungkan dan pikirkan kembali, apakah keputusan itu benar? Menyerah pada keadaan berarti mendengarkan dan mengamini setiap kata negatif dari orang lain untuk kita. Jika hal itu yang terjadi, maka kemungkinan tidak akan ada pemulihan. Saat Lazarus sudah dikuburkan, semua orang berkata bahwa ia sudah mati, tetapi Yesus berkata bahwa ia tertidur. Tidak selamanya kita harus mengimani apa kata orang yang buruk atau negatif tentang kita. Kita harus mengimani apa kata Tuhan dalam hidup kita yaitu kita berharga dan kita adalah biji mata-Nya.

Jadi, jika saat ini kita merasa tidak berarti dalam hidup ini karena sudah sering mendengar orang berkata kepada kita, "Bodoh, goblok, tidak akan sukses, anak sial!", inilah saatnya kita bangkit bersama Tuhan  dan mematahkan setiap kata-kata negatif yang sudah dikatakan kepada kita. Yesus yang kita sembah lebih hebat dan penuh kuasa daripada setiap perkataan negatif yang ditujukan pada kita saat ini. Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, terima kasih atas firman-Mu hari ini. Kini aku sadar bahwa aku adalah pribadi yang berharga di mata-Mu. Aku mengampuni setiap pribadi yang telah berkata negatif tentang diriku. Kini, bersama dengan Engkau aku mau berubah dan hidup lebih baik lagi seperti perkataan-Mu. Amin. (Dod).


Bekerjalah Dengan Segenap Hati

  Bacaan : Pengkhotbah 9:10 "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada ...