Bacaan :
1
Timotius 6:10
"Karena
akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa
orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai
duka."
Renungan :
Suatu
ketika uang menulis sepucuk surat kepada manusia. Isi surat itu seperti di
bawah ini:
"Shalom,
selamat pagi.
Wajahku
sebenarnya biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu mengubah dunia ini.
Bahkan aku bisa mengubah perilaku dan sifat manusia karena banyak dari manusia
yang mengidolakan aku. Banyak orang berubah kepribadiannya, menghianati teman,
menjual tubuh, bahkan meninggalkan iman mereka karena aku. Bagi manusia aku
adalah kehormatan, karena aku dapat menentukan kaya dan miskin dan terhormat
atau terhina. Aku bukan iblis, tapi tindakan kriminal bisa disebabkan oleh aku.
Aku juga bukan orang ketiga, tapi banyak keluarga hancur gara-gara aku. Kepala
keluarga mereka sibuk mencari dan mengejar aku, sedangkan para istri mereka
sibuk menghambur-hamburkan aku. Anak-anak hanya diberi aku sebagai ganti kasih
sayang orang tua mereka. Ya, sangat jelas. Aku juga bukan Tuhan, tapi manusia
menyembah aku seperti Tuhan, bahkan seringkali hamba-hamba Tuhan lebih
menghormati aku daripada Tuhan. Mereka melayani Tuhan hanya untuk mendapatkan
aku, bukan mencari Tuhannya. Padahal aku yang harusnya melayani manusia, tapi
kenapa malah manusia yang melayani aku. Aku tidak pernah mengorbankan diriku
untuk siapapun, tetapi banyak orang rela mati demi aku. Satu hal yang perlu
diingat, aku tidak bisa memberikan damai sejahtera yang abadi. Aku hanya bisa
memberikan kesenangan yang semu. Aku tidak bisa memberikan kesehatan, karena
aku hanya bisa menjadi alat bayar resep dan dokter. Kalau suatu hari anda
dipanggil Tuhan, aku tidak bisa menemani anda. Anda harusnya menghadapi
sendiri. Dan saat itu mungkin Tuhan akan bertanya apa yang sudah anda lakukan
untuk-Nya bersama aku. Satu hal terakhir yang harus anda tahu, aku tidak pernah
berada di surga. Jadi, jangan cari aku di sana ya. Salam sayang dariku,
uang."
Surat
di atas memang hanya fiktif belaka, tetapi itu bisa menjadi renungan untuk
kita. Kita tidak bisa menyembah dua Allah yaitu allah mamon dan Allah Tuhan
kita. Kita hanya bisa memilih salah satu dari mereka dan menjadi hamba dari
salah satu di antaranya. Oleh karena itu, mari membuat prioritas yang benar
dalam hidup ini. Jangan sampai kita salah memilih, supaya kita tidak menyesal
selama-lamanya di kekekalan. Pilihlah yang benar. Mamon atau uang tidak bisa
menemani kita di surga nanti, karena surga hanya milik Tuhan Allah kita. Tuhan
Yesus memberkati.
Doa :
Tuhan
Yesus, ampunilah aku karena sering hatiku menjauh dari pada-Mu dan lebih
terikat dengan hal-hal dunia. Waktu ku sibuk kugunakan mencari uang dan
melupakan Engkau sebagai Sang Pemberi Berkat. Kini bukalah hatiku agar aku
dapat menjadikan Engkau yang nomor satu dalam hidupku, sehingga damai
sejahtera-Mu tetap tinggal dalam hatiku. Amin. (Dod).






