Translate

Sabtu, 28 Januari 2023

Tuhan Menyertai Kita Sepanjang Masa


Bacaan :

Yohanes 14:16

"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya."

Renungan :

Ada seorang anak yang sedang diajari berenang oleh ayahnya. Ia ketakutan pada waktu ayahnya memintanya berenang dari bagian kolam yang tidak terlalu dalam menuju ke bagian kolam yang amat dalam yaitu yang kedalamannya sekitar 2,5 m. Sebagai anak kecil, bagian kolam yang dalam tentulah amat menakutkan. Namun ketika berenang perlahan-lahan menuju ke bagian kolam yang dalam, ia merasa aman karena ia melihat ayahnya ikut berjalan mengikutinya ketika ia menyusuri tepi kolam sambil terus menatapnya dan siap terjun ke kolam jikalau Ia membutuhkan pertolongannya.

Bukankah Tuhan Yesus jauh lebih mampu dan berkuasa daripada seorang ayah? Kisah Tuhan Yesus berjalan di atas air adalah kisah yang terkenal. Dari kisah ini biasanya kita belajar tentang kehebatan Tuhan Yesus dan kekurangpercayaan Petrus. Namun ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini. Salah satunya adalah ketiadaan jaminan kemudahan hidup dalam mengikut Tuhan Yesus, namun adanya jaminan penyertaan-Nya dalam sepanjang hidup kita. Kisah ini berawal dari murid-murid-Nya yang naik perahu menuju ke seberang danau. Setelah beberapa mil berada dari pinggir pantai, perahu itu terombang-ambing oleh angin sakal, yaitu angin yang bertiup melawan arah perahu, sehingga perahu sulit untuk bergerak maju ke arah tujuan. Dalam keadaan seperti itu, Tuhan Yesus berjalan di atas air dan mendekati perahu mereka. Pada saat itulah Petrus mencoba untuk ikut berjalan di atas air, namun kemudian terjatuh dan mulai tenggelam karena imannya guncang saat tiupan angin keras dan air danau menerpanya. Bagaimana awalnya para murid berada di atas perahu? Atas perintah Tuhan Yesus. Para murid diperintahkan oleh Tuhan Yesus untuk naik perahu dan pergi ke seberang danau mendahului Dia, namun diterpa angin sakal. Bagaimana kisahnya sehingga Petrus bisa berjalan di atas air? Petrus diperintahkan oleh Tuhan Yesus untuk berjalan di atas air namun terkena tiupan angin. Tetapi, Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka. Ketika mereka dalam kesulitan, Ia datang memberikan pertolongan pada waktu yang tepat. 

Percaya dan mengikuti perintah Tuhan Yesus bukan berarti jaminan hidup akan mudah dan lancar. Justru jalan mengikuti Tuhan Yesus akan penuh rintangan dan tantangan. Namun Tuhan Yesus tidak akan pernah meninggalkan kita sendirian. Ia berjanji untuk menyertai kita menghadapi segala rintangan dan tantangan. Yohanes 14:16 berkata,  "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya." Artinya bahwa tidak perlu ada yang di risaukan sekalipun mungkin suatu kali kita berada dalam posisi yang lemah. Yang diperlukan hanyalah percaya sepenuhnya kalau Tuhan Yesus berkuasa dan beserta kita. Dengan demikian kita akan menjalani hidup ini penuh keberanian dan kekuatan.

Tuhan Yesus memberkati.


Jumat, 27 Januari 2023

Utamakan Tuhan

 


Bacaan :

1 Timotius 6:10

"Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka."

Renungan :

Suatu ketika uang menulis sepucuk surat kepada manusia. Isi surat itu seperti di bawah ini:

"Shalom, selamat pagi.

Wajahku sebenarnya biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu mengubah dunia ini. Bahkan aku bisa mengubah perilaku dan sifat manusia karena banyak dari manusia yang mengidolakan aku. Banyak orang berubah kepribadiannya, menghianati teman, menjual tubuh, bahkan meninggalkan iman mereka karena aku. Bagi manusia aku adalah kehormatan, karena aku dapat menentukan kaya dan miskin dan terhormat atau terhina. Aku bukan iblis, tapi tindakan kriminal bisa disebabkan oleh aku. Aku juga bukan orang ketiga, tapi banyak keluarga hancur gara-gara aku. Kepala keluarga mereka sibuk mencari dan mengejar aku, sedangkan para istri mereka sibuk menghambur-hamburkan aku. Anak-anak hanya diberi aku sebagai ganti kasih sayang orang tua mereka. Ya, sangat jelas. Aku juga bukan Tuhan, tapi manusia menyembah aku seperti Tuhan, bahkan seringkali hamba-hamba Tuhan lebih menghormati aku daripada Tuhan. Mereka melayani Tuhan hanya untuk mendapatkan aku, bukan mencari Tuhannya. Padahal aku yang harusnya melayani manusia, tapi kenapa malah manusia yang melayani aku. Aku tidak pernah mengorbankan diriku untuk siapapun, tetapi banyak orang rela mati demi aku. Satu hal yang perlu diingat, aku tidak bisa memberikan damai sejahtera yang abadi. Aku hanya bisa memberikan kesenangan yang semu. Aku tidak bisa memberikan kesehatan, karena aku hanya bisa menjadi alat bayar resep dan dokter. Kalau suatu hari anda dipanggil Tuhan, aku tidak bisa menemani anda. Anda harusnya menghadapi sendiri. Dan saat itu mungkin Tuhan akan bertanya apa yang sudah anda lakukan untuk-Nya bersama aku. Satu hal terakhir yang harus anda tahu, aku tidak pernah berada di surga. Jadi, jangan cari aku di sana ya. Salam sayang dariku, uang."

Surat di atas memang hanya fiktif belaka, tetapi itu bisa menjadi renungan untuk kita. Kita tidak bisa menyembah dua Allah yaitu allah mamon dan Allah Tuhan kita. Kita hanya bisa memilih salah satu dari mereka dan menjadi hamba dari salah satu di antaranya. Oleh karena itu, mari membuat prioritas yang benar dalam hidup ini. Jangan sampai kita salah memilih, supaya kita tidak menyesal selama-lamanya di kekekalan. Pilihlah yang benar. Mamon atau uang tidak bisa menemani kita di surga nanti, karena surga hanya milik Tuhan Allah kita.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Doa :

Tuhan Yesus, ampunilah aku karena sering hatiku menjauh dari pada-Mu dan lebih terikat dengan hal-hal dunia. Waktu ku sibuk kugunakan mencari uang dan melupakan Engkau sebagai Sang Pemberi Berkat. Kini bukalah hatiku agar aku dapat menjadikan Engkau yang nomor satu dalam hidupku, sehingga damai sejahtera-Mu tetap tinggal dalam hatiku. Amin. (Dod).

Kamis, 26 Januari 2023

Tuhan Tidak Pernah Meninggalkan Kita



Bacaan :

Mazmur 92:13-16

"Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya. "

Renungan :

Setiap orang secara alami pasti akan menjadi tua. Kondisi fisik semakin lemah, mata mulai rabun, otak mulai pikun dan sebagainya. Sehingga tidak sedikit orang menjadi khawatir ketika memasuki usia senja. Khawatir tidak bisa melakukan apa-apa lagi, khawatir tidak dapat berguna dan bermanfaat bagi orang lain lagi. Tenaga manusia memang akan menurun, kemampuan secara umum pun akan menurun. Perihal ini, kita memang tidak bisa melawan hukum alam. Namun bukan berarti kita harus berhenti menjadi berkat untuk orang lain.

Alkitab mencatat beberapa orang yang tetap produktif di usia senjanya, di antaranya adalah Nuh dan Kaleb. Kisah bahtera Nuh pastilah sudah tidak asing lagi bagi kita. Di masa tuanya, Nuh diperintahkan oleh Tuhan untuk membuat sebuah bahtera. Bila dilihat dari ukuran bahtera yang ditetapkan Tuhan, dipastikan ketika itu Nuh harus bekerja sangat keras. Sebab membangun bahtera bukanlah karya yang mudah. Orang yang muda sekalipun pasti akan merasa kesulitan untuk membangunnya, apalagi Nuh di usia senjanya dengan kondisi fisik yang mulai menurun. Akan tetapi Nuh terbukti berhasil membangun bahtera tersebut, karena Tuhan menyertainya. Demikian pula hanya dengan Kaleb. Di usianya yang tidak muda lagi tepatnya 85 tahun, ia masih sanggup berperang untuk merebut kota Hebron. Itu semua karena Tuhan yang menjadikannya kuat.

Kiranya kedua tokoh di atas dapat memberikan semangat kepada kita yang akan atau yang saat ini sudah memasuki usia senja. Yang perlu dipahami dan diketahui adalah Tuhan tidak akan pernah membatasi kita untuk bermanfaat bagi orang lain, sekalipun usia kita tidak lagi muda. Pandangan dunia, kita mungkin tidak lagi produktif, sulit mengerjakan perkara-perkara yang sukar, tetapi di pemandangan Tuhan, kita tetap produktif, kita tidak pernah layu, kita tetap segar dan yang terpenting Ia tidak pernah menganggap kita terlalu tua untuk melakukan pekerjaan-Nya. Dunia memberikan batasan kepada kita, tetapi tidak demikian halnya dengan Tuhan. Seberapapun usia kita saat ini, Tuhan akan memberikan kesempatan kepada kita untuk menjadi berkat dan bermanfaat bagi orang lain.

Sekalipun rambut kita memutih, kulit kita mulai berkeriput dan kondisi fisik kita mulai menurun, percayalah Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Sekalipun orang meragukan kemampuan kita, percayalah Tuhan tidak pernah meragukan kemampuan kita. Sebab, sejak semula ia telah berjanji, ketika kita setia menghidupi firman-Nya di dalam hidup kita, masa tua kita pun telah Ia jamin. Untuk itu hilangkan rasa khawatir dalam hidup kita. Berapapun usia kita sekarang dan sebesar apapun kekuatan kita sekarang, Tuhan ingin memakai kita dalam pekerjaan-Nya. Kalau secara fisik kita tidak mampu, maka secara rohani kita masih bisa menjadi pendoa bagi keluarga dan orang-orang yang ada di sekitar kita. Jadi bersemangatlah dan tetap produktif. Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, aku bersyukur karena sampai hari ini penyertaan-Mu tetap kurasakan. Sekalipun aku bertambah tua, engkau tidak pernah meninggalkanku. Amin. (Dod).

Rabu, 25 Januari 2023

Tuhanlah Sumber Kekuatan

 


Bacaan :

Mazmur 86:12

"Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya."

 Renungan :

Dua orang pedagang asongan sedang istirahat untuk menghitung hasil jualan mereka masing-masing. Setelah dihitung ternyata hasil jualan masing-masing hanya cukup untuk satu kali biaya makan. Pedagang asongan pertama mengeluhkan betapa sedikit pendapatannya, padahal ia sudah merasa lelah berdagang di tengah cuaca yang panas. Sementara pedagang asongan yang kedua berkata, "Puji Tuhan, hasil jualan siang ini masih cukup untuk makan. Mereka sama-sama menjalani profesi sebagai pedagang kecil. Jam kerja mereka sama dan penghasilan yang mereka dapat pada saat itu pun sama. Namun, reaksi keduanya ternyata berbeda ketika melihat hasil. Satu mengeluh, satunya bersyukur.

Bukanlah hal mudah mengucap syukur di tengah situasi yang sulit. Namun, inilah tantangan kita sebagai pengikut Kristus. Kita diajar untuk senantiasa mengucap syukur dalam segala hal, lalu memuliakan namanya. Mengucap syukur dan memuliakan Tuhan merupakan dua hal yang berkaitan. Di mana ada ungkapan syukur, di situ juga nama Tuhan dipermuliakan. Dengan menyadari bahwa segala sesuatu adalah pemberian dari Tuhan, sudah selayaknyalah kita bersyukur dan memuji nama Tuhan. Tanpa penyertaan-Nya, kita bukanlah siapa-siapa dan tidak akan mendapat apa-apa. Tuhan Yesus memberkati

 

Doa :

Tuhan Yesus, aku mau selalu bersyukur kepada-Mu di tengah situasi apapun yang terjadi dalam hidupku. Engkau pasti memberikan yang terbaik seturut kehendak-Mu untukku. Amin. (Dod).

Selasa, 24 Januari 2023

Tuhan Tetap Setia Selamanya

 


Bacaan :

Yesaya 46:4

"Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu."

Renungan :

Suatu kali Ibu Maria berkunjung ke sebuah panti jompo, mengunjungi Oma Hana yang sedang sakit. Oma Hana adalah seorang nenek yang jarang sekali ditengok oleh keluarganya. Ketika ibu Maria datang, Oma Hana tampak berseri-seri, "Halo, apa kabar Maria? Aku harap engkau sehat saja," sapa Oma Hana. Ibu Maria terharu dengan sambutan Oma Hana, katanya, "Saya baik-baik saja Oma. Bagaimana dengan Oma?"  "Ya, aku baik-baik saja, meski rasa sakit di punggungku belum reda. Tapi aku percaya Tuhan masih menyayangi aku dan tidak meninggalkan aku. Kedatanganmu, Maria, bukti bahwa Tuhan masih mengingat aku!" kata Oma Hana sambil memegang erat tangan Ibu Maria.

Apapun keadaan kita terutama yang sudah masuk masa lansia, tetaplah yakin bahwa Tuhan tidak pernah melupakan kita. Tuhan kita adalah Tuhan yang setia. Kalaupun kita pernah merasa sendiri, kesepian, itu wajar. Ya saya mengingatkan kita bahwa Tuhan senantiasa mengasihi dan menaungi kita. Ia menggendong kita dan memelihara kita senantiasa. Ia memberikan pertolongan tepat pada waktunya. Berharaplah pada Tuhan, Ia tidak akan pernah mengecewakan kita. Tuhan Yesus memberkati.

 

Doa :

Tuhan Yesus, berkatilah para Opa dan Oma di manapun mereka berada, khususnya yang berada di panti jompo. Berikanlah penghiburan pada mereka, sehingga rasa sepi mereka dapat diobati dengan perhatian dan cinta-Mu melalui orang-orang yang berkunjung. Amin. (Dod).

Senin, 23 Januari 2023

Tuhan Sumber Pertolongan Dan Berkat

 


Renungan :

Dua orang pedagang asongan sedang istirahat untuk menghitung hasil jualan mereka masing-masing. Setelah dihitung ternyata hasil jualan masing-masing hanya cukup untuk satu kali biaya makan. Pedagang asongan pertama mengeluhkan betapa sedikit pendapatannya, padahal ia sudah merasa lelah berdagang di tengah cuaca yang panas. Sementara pedagang asongan yang kedua berkata, "Puji Tuhan, hasil jualan siang ini masih cukup untuk makan. Mereka sama-sama menjalani profesi sebagai pedagang kecil. Jam kerja mereka sama dan penghasilan yang mereka dapat pada saat itu pun sama. Namun, reaksi keduanya ternyata berbeda ketika melihat hasil. Satu mengeluh, satunya bersyukur.

Bukanlah hal mudah mengucap syukur di tengah situasi yang sulit. Namun, inilah tantangan kita sebagai pengikut Kristus. Kita diajar untuk senantiasa mengucap syukur dalam segala hal, lalu memuliakan namanya. Mengucap syukur dan memuliakan Tuhan merupakan dua hal yang berkaitan. Di mana ada ungkapan syukur, di situ juga nama Tuhan dipermuliakan. Dengan menyadari bahwa segala sesuatu adalah pemberian dari Tuhan, sudah selayaknyalah kita bersyukur dan memuji nama Tuhan. Tanpa penyertaan-Nya, kita bukanlah siapa-siapa dan tidak akan mendapat apa-apa. Tuhan Yesus memberkati

 

Doa :

Tuhan Yesus, aku mau selalu bersyukur kepada-Mu di tengah situasi apapun yang terjadi dalam hidupku. Engkau pasti memberikan yang terbaik seturut kehendak-Mu untukku. Amin. (Dod).

Minggu, 22 Januari 2023

Diproses Oleh Tuhan Agar Bertumbuh

 


Bacaan:

Mazmur 86:12

"Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya."

Renungan:

Dua orang pedagang asongan sedang istirahat untuk menghitung hasil jualan mereka masing-masing. Setelah dihitung ternyata hasil jualan masing-masing hanya cukup untuk satu kali biaya makan. Pedagang asongan pertama mengeluhkan betapa sedikit pendapatannya, padahal ia sudah merasa lelah berdagang di tengah cuaca yang panas. Sementara pedagang asongan yang kedua berkata, "Puji Tuhan, hasil jualan siang ini masih cukup untuk makan. Mereka sama-sama menjalani profesi sebagai pedagang kecil. Jam kerja mereka sama dan penghasilan yang mereka dapat pada saat itu pun sama. Namun, reaksi keduanya ternyata berbeda ketika melihat hasil. Satu mengeluh, satunya bersyukur.

Bukanlah hal mudah mengucap syukur di tengah situasi yang sulit. Namun, inilah tantangan kita sebagai pengikut Kristus. Kita diajar untuk senantiasa mengucap syukur dalam segala hal, lalu memuliakan namanya. Mengucap syukur dan memuliakan Tuhan merupakan dua hal yang berkaitan. Di mana ada ungkapan syukur, di situ juga nama Tuhan dipermuliakan. Dengan menyadari bahwa segala sesuatu adalah pemberian dari Tuhan, sudah selayaknyalah kita bersyukur dan memuji nama Tuhan. Tanpa penyertaan-Nya, kita bukanlah siapa-siapa dan tidak akan mendapat apa-apa.

Tuhan Yesus memberkati

Doa:

Tuhan Yesus, aku mau selalu bersyukur kepada-Mu di tengah situasi apapun yang terjadi dalam hidupku. Engkau pasti memberikan yang terbaik seturut kehendak-Mu untukku. Amin. (Dod).

Bekerjalah Dengan Segenap Hati

  Bacaan : Pengkhotbah 9:10 "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada ...