Translate

Kamis, 26 Januari 2023

Tuhan Tidak Pernah Meninggalkan Kita



Bacaan :

Mazmur 92:13-16

"Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya. "

Renungan :

Setiap orang secara alami pasti akan menjadi tua. Kondisi fisik semakin lemah, mata mulai rabun, otak mulai pikun dan sebagainya. Sehingga tidak sedikit orang menjadi khawatir ketika memasuki usia senja. Khawatir tidak bisa melakukan apa-apa lagi, khawatir tidak dapat berguna dan bermanfaat bagi orang lain lagi. Tenaga manusia memang akan menurun, kemampuan secara umum pun akan menurun. Perihal ini, kita memang tidak bisa melawan hukum alam. Namun bukan berarti kita harus berhenti menjadi berkat untuk orang lain.

Alkitab mencatat beberapa orang yang tetap produktif di usia senjanya, di antaranya adalah Nuh dan Kaleb. Kisah bahtera Nuh pastilah sudah tidak asing lagi bagi kita. Di masa tuanya, Nuh diperintahkan oleh Tuhan untuk membuat sebuah bahtera. Bila dilihat dari ukuran bahtera yang ditetapkan Tuhan, dipastikan ketika itu Nuh harus bekerja sangat keras. Sebab membangun bahtera bukanlah karya yang mudah. Orang yang muda sekalipun pasti akan merasa kesulitan untuk membangunnya, apalagi Nuh di usia senjanya dengan kondisi fisik yang mulai menurun. Akan tetapi Nuh terbukti berhasil membangun bahtera tersebut, karena Tuhan menyertainya. Demikian pula hanya dengan Kaleb. Di usianya yang tidak muda lagi tepatnya 85 tahun, ia masih sanggup berperang untuk merebut kota Hebron. Itu semua karena Tuhan yang menjadikannya kuat.

Kiranya kedua tokoh di atas dapat memberikan semangat kepada kita yang akan atau yang saat ini sudah memasuki usia senja. Yang perlu dipahami dan diketahui adalah Tuhan tidak akan pernah membatasi kita untuk bermanfaat bagi orang lain, sekalipun usia kita tidak lagi muda. Pandangan dunia, kita mungkin tidak lagi produktif, sulit mengerjakan perkara-perkara yang sukar, tetapi di pemandangan Tuhan, kita tetap produktif, kita tidak pernah layu, kita tetap segar dan yang terpenting Ia tidak pernah menganggap kita terlalu tua untuk melakukan pekerjaan-Nya. Dunia memberikan batasan kepada kita, tetapi tidak demikian halnya dengan Tuhan. Seberapapun usia kita saat ini, Tuhan akan memberikan kesempatan kepada kita untuk menjadi berkat dan bermanfaat bagi orang lain.

Sekalipun rambut kita memutih, kulit kita mulai berkeriput dan kondisi fisik kita mulai menurun, percayalah Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Sekalipun orang meragukan kemampuan kita, percayalah Tuhan tidak pernah meragukan kemampuan kita. Sebab, sejak semula ia telah berjanji, ketika kita setia menghidupi firman-Nya di dalam hidup kita, masa tua kita pun telah Ia jamin. Untuk itu hilangkan rasa khawatir dalam hidup kita. Berapapun usia kita sekarang dan sebesar apapun kekuatan kita sekarang, Tuhan ingin memakai kita dalam pekerjaan-Nya. Kalau secara fisik kita tidak mampu, maka secara rohani kita masih bisa menjadi pendoa bagi keluarga dan orang-orang yang ada di sekitar kita. Jadi bersemangatlah dan tetap produktif. Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, aku bersyukur karena sampai hari ini penyertaan-Mu tetap kurasakan. Sekalipun aku bertambah tua, engkau tidak pernah meninggalkanku. Amin. (Dod).

Rabu, 25 Januari 2023

Tuhanlah Sumber Kekuatan

 


Bacaan :

Mazmur 86:12

"Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya."

 Renungan :

Dua orang pedagang asongan sedang istirahat untuk menghitung hasil jualan mereka masing-masing. Setelah dihitung ternyata hasil jualan masing-masing hanya cukup untuk satu kali biaya makan. Pedagang asongan pertama mengeluhkan betapa sedikit pendapatannya, padahal ia sudah merasa lelah berdagang di tengah cuaca yang panas. Sementara pedagang asongan yang kedua berkata, "Puji Tuhan, hasil jualan siang ini masih cukup untuk makan. Mereka sama-sama menjalani profesi sebagai pedagang kecil. Jam kerja mereka sama dan penghasilan yang mereka dapat pada saat itu pun sama. Namun, reaksi keduanya ternyata berbeda ketika melihat hasil. Satu mengeluh, satunya bersyukur.

Bukanlah hal mudah mengucap syukur di tengah situasi yang sulit. Namun, inilah tantangan kita sebagai pengikut Kristus. Kita diajar untuk senantiasa mengucap syukur dalam segala hal, lalu memuliakan namanya. Mengucap syukur dan memuliakan Tuhan merupakan dua hal yang berkaitan. Di mana ada ungkapan syukur, di situ juga nama Tuhan dipermuliakan. Dengan menyadari bahwa segala sesuatu adalah pemberian dari Tuhan, sudah selayaknyalah kita bersyukur dan memuji nama Tuhan. Tanpa penyertaan-Nya, kita bukanlah siapa-siapa dan tidak akan mendapat apa-apa. Tuhan Yesus memberkati

 

Doa :

Tuhan Yesus, aku mau selalu bersyukur kepada-Mu di tengah situasi apapun yang terjadi dalam hidupku. Engkau pasti memberikan yang terbaik seturut kehendak-Mu untukku. Amin. (Dod).

Selasa, 24 Januari 2023

Tuhan Tetap Setia Selamanya

 


Bacaan :

Yesaya 46:4

"Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu."

Renungan :

Suatu kali Ibu Maria berkunjung ke sebuah panti jompo, mengunjungi Oma Hana yang sedang sakit. Oma Hana adalah seorang nenek yang jarang sekali ditengok oleh keluarganya. Ketika ibu Maria datang, Oma Hana tampak berseri-seri, "Halo, apa kabar Maria? Aku harap engkau sehat saja," sapa Oma Hana. Ibu Maria terharu dengan sambutan Oma Hana, katanya, "Saya baik-baik saja Oma. Bagaimana dengan Oma?"  "Ya, aku baik-baik saja, meski rasa sakit di punggungku belum reda. Tapi aku percaya Tuhan masih menyayangi aku dan tidak meninggalkan aku. Kedatanganmu, Maria, bukti bahwa Tuhan masih mengingat aku!" kata Oma Hana sambil memegang erat tangan Ibu Maria.

Apapun keadaan kita terutama yang sudah masuk masa lansia, tetaplah yakin bahwa Tuhan tidak pernah melupakan kita. Tuhan kita adalah Tuhan yang setia. Kalaupun kita pernah merasa sendiri, kesepian, itu wajar. Ya saya mengingatkan kita bahwa Tuhan senantiasa mengasihi dan menaungi kita. Ia menggendong kita dan memelihara kita senantiasa. Ia memberikan pertolongan tepat pada waktunya. Berharaplah pada Tuhan, Ia tidak akan pernah mengecewakan kita. Tuhan Yesus memberkati.

 

Doa :

Tuhan Yesus, berkatilah para Opa dan Oma di manapun mereka berada, khususnya yang berada di panti jompo. Berikanlah penghiburan pada mereka, sehingga rasa sepi mereka dapat diobati dengan perhatian dan cinta-Mu melalui orang-orang yang berkunjung. Amin. (Dod).

Senin, 23 Januari 2023

Tuhan Sumber Pertolongan Dan Berkat

 


Renungan :

Dua orang pedagang asongan sedang istirahat untuk menghitung hasil jualan mereka masing-masing. Setelah dihitung ternyata hasil jualan masing-masing hanya cukup untuk satu kali biaya makan. Pedagang asongan pertama mengeluhkan betapa sedikit pendapatannya, padahal ia sudah merasa lelah berdagang di tengah cuaca yang panas. Sementara pedagang asongan yang kedua berkata, "Puji Tuhan, hasil jualan siang ini masih cukup untuk makan. Mereka sama-sama menjalani profesi sebagai pedagang kecil. Jam kerja mereka sama dan penghasilan yang mereka dapat pada saat itu pun sama. Namun, reaksi keduanya ternyata berbeda ketika melihat hasil. Satu mengeluh, satunya bersyukur.

Bukanlah hal mudah mengucap syukur di tengah situasi yang sulit. Namun, inilah tantangan kita sebagai pengikut Kristus. Kita diajar untuk senantiasa mengucap syukur dalam segala hal, lalu memuliakan namanya. Mengucap syukur dan memuliakan Tuhan merupakan dua hal yang berkaitan. Di mana ada ungkapan syukur, di situ juga nama Tuhan dipermuliakan. Dengan menyadari bahwa segala sesuatu adalah pemberian dari Tuhan, sudah selayaknyalah kita bersyukur dan memuji nama Tuhan. Tanpa penyertaan-Nya, kita bukanlah siapa-siapa dan tidak akan mendapat apa-apa. Tuhan Yesus memberkati

 

Doa :

Tuhan Yesus, aku mau selalu bersyukur kepada-Mu di tengah situasi apapun yang terjadi dalam hidupku. Engkau pasti memberikan yang terbaik seturut kehendak-Mu untukku. Amin. (Dod).

Minggu, 22 Januari 2023

Diproses Oleh Tuhan Agar Bertumbuh

 


Bacaan:

Mazmur 86:12

"Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya."

Renungan:

Dua orang pedagang asongan sedang istirahat untuk menghitung hasil jualan mereka masing-masing. Setelah dihitung ternyata hasil jualan masing-masing hanya cukup untuk satu kali biaya makan. Pedagang asongan pertama mengeluhkan betapa sedikit pendapatannya, padahal ia sudah merasa lelah berdagang di tengah cuaca yang panas. Sementara pedagang asongan yang kedua berkata, "Puji Tuhan, hasil jualan siang ini masih cukup untuk makan. Mereka sama-sama menjalani profesi sebagai pedagang kecil. Jam kerja mereka sama dan penghasilan yang mereka dapat pada saat itu pun sama. Namun, reaksi keduanya ternyata berbeda ketika melihat hasil. Satu mengeluh, satunya bersyukur.

Bukanlah hal mudah mengucap syukur di tengah situasi yang sulit. Namun, inilah tantangan kita sebagai pengikut Kristus. Kita diajar untuk senantiasa mengucap syukur dalam segala hal, lalu memuliakan namanya. Mengucap syukur dan memuliakan Tuhan merupakan dua hal yang berkaitan. Di mana ada ungkapan syukur, di situ juga nama Tuhan dipermuliakan. Dengan menyadari bahwa segala sesuatu adalah pemberian dari Tuhan, sudah selayaknyalah kita bersyukur dan memuji nama Tuhan. Tanpa penyertaan-Nya, kita bukanlah siapa-siapa dan tidak akan mendapat apa-apa.

Tuhan Yesus memberkati

Doa:

Tuhan Yesus, aku mau selalu bersyukur kepada-Mu di tengah situasi apapun yang terjadi dalam hidupku. Engkau pasti memberikan yang terbaik seturut kehendak-Mu untukku. Amin. (Dod).

Sabtu, 21 Januari 2023

Hiduplah Dengan Benar

 


Bacaan :

Mazmur 86:12

"Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya."

Renungan :

Dua orang pedagang asongan sedang istirahat untuk menghitung hasil jualan mereka masing-masing. Setelah dihitung ternyata hasil jualan masing-masing hanya cukup untuk satu kali biaya makan. Pedagang asongan pertama mengeluhkan betapa sedikit pendapatannya, padahal ia sudah merasa lelah berdagang di tengah cuaca yang panas. Sementara pedagang asongan yang kedua berkata, "Puji Tuhan, hasil jualan siang ini masih cukup untuk makan. Mereka sama-sama menjalani profesi sebagai pedagang kecil. Jam kerja mereka sama dan penghasilan yang mereka dapat pada saat itu pun sama. Namun, reaksi keduanya ternyata berbeda ketika melihat hasil. Satu mengeluh, satunya bersyukur.

Bukanlah hal mudah mengucap syukur di tengah situasi yang sulit. Namun, inilah tantangan kita sebagai pengikut Kristus. Kita diajar untuk senantiasa mengucap syukur dalam segala hal, lalu memuliakan namanya. Mengucap syukur dan memuliakan Tuhan merupakan dua hal yang berkaitan. Di mana ada ungkapan syukur, di situ juga nama Tuhan dipermuliakan. Dengan menyadari bahwa segala sesuatu adalah pemberian dari Tuhan, sudah selayaknyalah kita bersyukur dan memuji nama Tuhan. Tanpa penyertaan-Nya, kita bukanlah siapa-siapa dan tidak akan mendapat apa-apa. Tuhan Yesus memberkati

Doa :

Tuhan Yesus, aku mau selalu bersyukur kepada-Mu di tengah situasi apapun yang terjadi dalam hidupku. Engkau pasti memberikan yang terbaik seturut kehendak-Mu untukku. Amin. (Dod).

Jumat, 20 Januari 2023

Hormatilah Orangtuamu

 


Bacaan :

Efesus 6:1-3

"Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.

Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:

supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi."

Renungan :

Ada satu kisah menarik dari seorang remaja pria. Ia menceritakan tentang kehidupannya saat remaja. Masa remaja adalah masa yang menyenangkan bagi kebanyakan orang yang baru menginjak masa itu. Pergaulan bersama teman-teman menjadi petualangan yang seru. Menerobos batasan-batasan yang ada adalah hal yang sangat biasa. Saat itu ia adalah salah satu remaja yang sama sekali tidak peduli terhadap aturan manapun, baik itu peraturan di sekolah atau peraturan di rumah. Orang tuanya, terutama ayahnya sampai bingung menghadapinya. Hingga sampailah ia pada satu waktu, di mana keadaanlah yang membantingnya dengan keras, menyadarkannya dari kebodohan masa remajanya. Saat itu ia melewatkan malam Natal bersama seluruh anggota keluarganya, karena ia memilih untuk merayakan Natal bersama teman-temannya. Setibanya di rumah, waktu itu pukul tiga pagi, ternyata ada ayahnya yang sedang duduk di tengah kegelapan. Meski menyadari keberadaan ayahhnya di sana, ia tak mengucapkan satu kata pun. Kakinya pun melangkah menuju ke tempat tidur, namun baru beberapa langkah, ayahnya memintanya untuk keluar dari rumah jika tidak mau mematuhi peraturan yang ada di rumah. Sebagai remaja pria, ia pun naik darah lalu berteriak kepada ayahnya bahwa ia mampu hidup sendiri, karena pikirnya ia masih muda dan kuat. Tanpa berpikir panjang, ia pergi meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Selanjutnya ia bekerja sebagai tukang kuli bangunan. Saat itu cukup menyenangkan karena ia menghasilkan uang dengan keringatnya sendiri. Tetapi pekerjaan itu tidak bertahan lama, karena ia sampai pada satu peristiwa yang membuatnya lumpuh. Ia mengalami kecelakaan kerja, ia terjatuh dan dari kejadian itu kedua kakinya lumpuh. Akhirnya ia kembali ke rumah. Selama empat bulan ia hanya terduduk lesu di kursi roda. Dia tidak lagi tampil gagah dan berani. Selama itu pula ayahnya tidak menegurnya. Namun tanpa diketahuinya, di dalam diamnya ternyata ayahnya memperhatikannya. Mungkin ayahnya pun menangis melihat keadaannya. Sampai suatu saat ayahnya memaksanya untuk belajar berjalan. Ayahnyalah yang terus menyemangatinya. Setiap pagi dan sore, ayahnya memapahnya di pundaknya  sambil berkata, "Tidak masalah, selangkah demi selangkah saja. Kamu pasti bisa," Saat itu ia pun membayangkan bagaimana dahulu sang ayah dengan sabar mengajari kaki kecilnya berjalan, dan dengan lembut memegangi tangan kecilnya agar tidak terjatuh. Seketika air matanya pun menetes di pipinya. Ia menyesal atas perlakuan buruknya pada ayahnya selama ini. Memasuki masa remaja membuatnya berpikir bahwa ia tak membutuhkan ayahnya lagi, tetapi ternyata ia salah

Tidak peduli seberapa kuat dan hebatnya kita sekarang, tetap hormatilah orang tua kita. Mereka adalah pahlawan sepanjang masa tanpa tanda jasa. Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, terima kasih untuk kedua orang tua yang kumiliki. Ajarilah aku menjadi anak yang menaruh hormat kepada mereka. Amin. (Dod)

Bekerjalah Dengan Segenap Hati

  Bacaan : Pengkhotbah 9:10 "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada ...