Translate

Sabtu, 04 Februari 2023

Kita Istimewa Dimata Tuhan

 


Bacaan :

2 Korintus 5:16

"Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian."

Renungan :

Suatu ketika ada dua orang anak berusia 8 tahun menuangkan bensin di kompor untuk mendapatkan kehangatan. Ledakan hebat pun terjadi dan merengut nyawa salah seorang anak tersebut. Anak yang satunya mengalami luka bakar di kaki dan dokter menyarankan segera diamputasi agar tidak infeksi. Tetapi orang tuanya berkata, "Kita tunggu saja beberapa hari." Setelah beberap minggu, kaki anak itu pun sembuh tetapi kaki kirinya menjadi lebih pendek 6,4 cm. "Ia tidak akan pernah bisa berjalan!" kata dokter. Beberapa minggu kemudian ternyata anak itu bisa berjalan dengan bantuan tongkat penyangga. Kemudian dokter mengatakan, "Ia tidak akan bisa berjalan tanpa tongkat!" Tetapi dalam beberapa minggu, anak itu membuktikan bisa berjalan tanpa tongkat. Lagi lagi dokter berkata, "Ia bisa berjalan, tapi tidak akan pernah berlari." Tetapi anak itu belajar berlari. Ia adalah Glenn Cunningham yang telah memenangkan medali emas dan memecahkan rekor dunia 1500 m dengan waktu 4 menit 8 detik. Bagaimana bisa seorang anak yang dinyatakan menderita kelumpuhan namun kenyataannya ia berhasil menjadi seorang juara di lintasan lari? Jawabannya karena ia dan orang tuanya memunyai semangat yang pantang menyerah dan tidak kalah pada keadaan. Itulah yang menjadi kekuatan dan rahasia kesuksesannya.

Banyak orang yang sering menyerah pada keadaan dan mereka menganggap seakan-akan itu adalah jalan terbaik ketika mengalami berbagai masalah berat. Tetapi jika kita renungkan dan pikirkan kembali, apakah keputusan itu benar? Menyerah pada keadaan berarti mendengarkan dan mengamini setiap kata negatif dari orang lain untuk kita. Jika hal itu yang terjadi, maka kemungkinan tidak akan ada pemulihan. Saat Lazarus sudah dikuburkan, semua orang berkata bahwa ia sudah mati, tetapi Yesus berkata bahwa ia tertidur. Tidak selamanya kita harus mengimani apa kata orang yang buruk atau negatif tentang kita. Kita harus mengimani apa kata Tuhan dalam hidup kita yaitu kita berharga dan kita adalah biji mata-Nya.

Jadi, jika saat ini kita merasa tidak berarti dalam hidup ini karena sudah sering mendengar orang berkata kepada kita, "Bodoh, goblok, tidak akan sukses, anak sial!", inilah saatnya kita bangkit bersama Tuhan  dan mematahkan setiap kata-kata negatif yang sudah dikatakan kepada kita. Yesus yang kita sembah lebih hebat dan penuh kuasa daripada setiap perkataan negatif yang ditujukan pada kita saat ini.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, terima kasih atas firman-Mu hari ini. Kini aku sadar bahwa aku adalah pribadi yang berharga di mata-Mu. Aku mengampuni setiap pribadi yang telah berkata negatif tentang diriku. Kini, bersama dengan Engkau aku mau berubah dan hidup lebih baik lagi seperti perkataan-Mu. Amin. (Dod).

Jumat, 03 Februari 2023

Jadilah Berkat

 


Bacaan :

Lukas 12:7

"Bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit."

Renungan :

Suatu ketika ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikannya rendah, sehingga ia hidup hanya dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik. Suatu hari, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti. "Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini," katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon. Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. "Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di sini, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini." Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, "Hai anak muda, kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah yang telah bekerja keras ini." Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, "Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku.Tolong jangan mati di sini." Setelah pohon yang ketiga, si pemuda termenung dan berpikir, "Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain. Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa bermanfaat bagi makhluk lain." Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.

Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita akan menjalani hidup ini dengan rasa terbeban. Ketika tantangan semakin berat, bisa jadi kita mulai berpikir mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri. Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari bahwa sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, bahwa kehidupan kita dibutuhkan oleh orang lain, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Jadi, mari menyadari bahwa apapun latar belakang kita, dan bagaimanapun keadaan kita saat ini, setiap dari kita adalah berguna bagi orang lain, dan dibutuhkan oleh dunia ini.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, pakailah aku sebagai alat-Mu, agar di sisa hidupku aku dapat menjadi berkat bagi sesamaku. Amin. (Dod)

Kamis, 02 Februari 2023

Kita Istimewa Dimata Tuhan



Bacaan :

2 Korintus 5:16

"Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian."

Renungan :

Suatu ketika ada dua orang anak berusia 8 tahun menuangkan bensin di kompor untuk mendapatkan kehangatan. Ledakan hebat pun terjadi dan merengut nyawa salah seorang anak tersebut. Anak yang satunya mengalami luka bakar di kaki dan dokter menyarankan segera diamputasi agar tidak infeksi. Tetapi orang tuanya berkata, "Kita tunggu saja beberapa hari." Setelah beberap minggu, kaki anak itu pun sembuh tetapi kaki kirinya menjadi lebih pendek 6,4 cm. "Ia tidak akan pernah bisa berjalan!" kata dokter. Beberapa minggu kemudian ternyata anak itu bisa berjalan dengan bantuan tongkat penyangga. Kemudian dokter mengatakan, "Ia tidak akan bisa berjalan tanpa tongkat!" Tetapi dalam beberapa minggu, anak itu membuktikan bisa berjalan tanpa tongkat. Lagi lagi dokter berkata, "Ia bisa berjalan, tapi tidak akan pernah berlari." Tetapi anak itu belajar berlari. Ia adalah Glenn Cunningham yang telah memenangkan medali emas dan memecahkan rekor dunia 1500 m dengan waktu 4 menit 8 detik. Bagaimana bisa seorang anak yang dinyatakan menderita kelumpuhan namun kenyataannya ia berhasil menjadi seorang juara di lintasan lari? Jawabannya karena ia dan orang tuanya memunyai semangat yang pantang menyerah dan tidak kalah pada keadaan. Itulah yang menjadi kekuatan dan rahasia kesuksesannya.

Banyak orang yang sering menyerah pada keadaan dan mereka menganggap seakan-akan itu adalah jalan terbaik ketika mengalami berbagai masalah berat. Tetapi jika kita renungkan dan pikirkan kembali, apakah keputusan itu benar? Menyerah pada keadaan berarti mendengarkan dan mengamini setiap kata negatif dari orang lain untuk kita. Jika hal itu yang terjadi, maka kemungkinan tidak akan ada pemulihan. Saat Lazarus sudah dikuburkan, semua orang berkata bahwa ia sudah mati, tetapi Yesus berkata bahwa ia tertidur. Tidak selamanya kita harus mengimani apa kata orang yang buruk atau negatif tentang kita. Kita harus mengimani apa kata Tuhan dalam hidup kita yaitu kita berharga dan kita adalah biji mata-Nya.

Jadi, jika saat ini kita merasa tidak berarti dalam hidup ini karena sudah sering mendengar orang berkata kepada kita, "Bodoh, goblok, tidak akan sukses, anak sial!", inilah saatnya kita bangkit bersama Tuhan  dan mematahkan setiap kata-kata negatif yang sudah dikatakan kepada kita. Yesus yang kita sembah lebih hebat dan penuh kuasa daripada setiap perkataan negatif yang ditujukan pada kita saat ini.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, terima kasih atas firman-Mu hari ini. Kini aku sadar bahwa aku adalah pribadi yang berharga di mata-Mu. Aku mengampuni setiap pribadi yang telah berkata negatif tentang diriku. Kini, bersama dengan Engkau aku mau berubah dan hidup lebih baik lagi seperti perkataan-Mu. Amin. (Dod).


Rabu, 01 Februari 2023

Tenanglah Ada Tuhan



 Renungan :

Mazmur 116:7

"Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu."

Renungan :

Bruce Larson menceritakan pengalamannya dalam Wind and Fire, "Beberapa tahun yang lalu saya hampir tenggelam akibat badai di Teluk Mexico. Ketika itu saya mendapati diri saya berenang jauh dari pantai dan berusaha mencapai perahu saya yang terhanyut. Saya terjebak dalam keadaan sulit itu karena kebodohan saya sendiri, sesuatu yang sama sekali tidak biasanya terjadi. Saya masih ingat mengatakan, 'Yah, inilah saatku." Ombaknya setinggi tujuh atau delapan kaki, dan langit gelap dengan angin kencang dan kilat sambar menyambar. Saya sedang terhanyut di laut saat Firman Tuhan datang pada saya dan menyelamatkan nyawa saya. Saya merasakan la berkata kepada saya, 'Aku di sini, Larson, dan engkau tidak akan pulang secepat yang engkau kira. Bisakah engkau menjejak-jejakkan kaki di air?' Entah bagaimana itu tak pernah terpikirkan oleh saya, karena sebelumnya saya hanya berusaha berenang dengan kalap. Seandainya saya terus saja dengan kalap berusaha berenang kembali ke pantai, tenaga saya pasti terkuras dan tenggelamlah saya. Dalam segala macam keadaan, kita dapat membuat masalah menjadi lebih buruk dengan upaya-upaya kalap kita untuk menyelamatkan diri kita sendiri, padahal Tuhan sedang berusaha mengatakan kepada kita, "Tenanglah." Seringkali, bukannya tenang, kita membuat diri kita berada dalam keadaan berbahaya dan semakin kita berusaha justru semakin buruk jadinya."

Apakah saat ini kita sedang berusaha menyelesaikan berbagai persoalan dan tantangan kehidupan yang kita hadapi dengan ketakutan dan kecemasan sehingga kita mulai menjadi kalap ? Kalau kita merasa seolah tiada lagi jalan keluar, mungkin inilah saatnya yang paling tepat bagi kita untuk berhenti sejenak dari upaya menggebu-gebu kita dalam mencari penyelesaian atau jawaban dengan cara kita sendiri. Beri Tuhan Yesus waktu untuk melakukan karya-Nya, dan untuk menyampaikan hikmat-Nya kepada kita. Tenanglah, karena Dia tetap Tuhan yang memegang kendali secara penuh atas seluruh aspek kehidupan kita. Karena Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik, kepada mereka yang menyerahkan pilihannya kepada-Nya.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu ada untukku. Kini aku tidak lagi merasa khawatir atas permasalahan yang terjadi atas diriku karena aku tahu tidak pernah sedetikpun Engkau meninggalkan aku. Dan aku percaya, bersama dengan Engkau, aku akan baik-baik saja. Amin. (Dod).




Tuhan Menyertai Kita Sepanjang Masa

 


Bacaan :

Yohanes 14:16

"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya."

Renungan :

Ada seorang anak yang sedang diajari berenang oleh ayahnya. Ia ketakutan pada waktu ayahnya memintanya berenang dari bagian kolam yang tidak terlalu dalam menuju ke bagian kolam yang amat dalam yaitu yang kedalamannya sekitar 2,5 m. Sebagai anak kecil, bagian kolam yang dalam tentulah amat menakutkan. Namun ketika berenang perlahan-lahan menuju ke bagian kolam yang dalam, ia merasa aman karena ia melihat ayahnya ikut berjalan mengikutinya ketika ia menyusuri tepi kolam sambil terus menatapnya dan siap terjun ke kolam jikalau Ia membutuhkan pertolongannya.

Bukankah Tuhan Yesus jauh lebih mampu dan berkuasa daripada seorang ayah? Kisah Tuhan Yesus berjalan di atas air adalah kisah yang terkenal. Dari kisah ini biasanya kita belajar tentang kehebatan Tuhan Yesus dan kekurangpercayaan Petrus. Namun ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini. Salah satunya adalah ketiadaan jaminan kemudahan hidup dalam mengikut Tuhan Yesus, namun adanya jaminan penyertaan-Nya dalam sepanjang hidup kita. Kisah ini berawal dari murid-murid-Nya yang naik perahu menuju ke seberang danau. Setelah beberapa mil berada dari pinggir pantai, perahu itu terombang-ambing oleh angin sakal, yaitu angin yang bertiup melawan arah perahu, sehingga perahu sulit untuk bergerak maju ke arah tujuan. Dalam keadaan seperti itu, Tuhan Yesus berjalan di atas air dan mendekati perahu mereka. Pada saat itulah Petrus mencoba untuk ikut berjalan di atas air, namun kemudian terjatuh dan mulai tenggelam karena imannya guncang saat tiupan angin keras dan air danau menerpanya. Bagaimana awalnya para murid berada di atas perahu? Atas perintah Tuhan Yesus. Para murid diperintahkan oleh Tuhan Yesus untuk naik perahu dan pergi ke seberang danau mendahului Dia, namun diterpa angin sakal. Bagaimana kisahnya sehingga Petrus bisa berjalan di atas air? Petrus diperintahkan oleh Tuhan Yesus untuk berjalan di atas air namun terkena tiupan angin. Tetapi, Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka. Ketika mereka dalam kesulitan, Ia datang memberikan pertolongan pada waktu yang tepat. 

Percaya dan mengikuti perintah Tuhan Yesus bukan berarti jaminan hidup akan mudah dan lancar. Justru jalan mengikuti Tuhan Yesus akan penuh rintangan dan tantangan. Namun Tuhan Yesus tidak akan pernah meninggalkan kita sendirian. Ia berjanji untuk menyertai kita menghadapi segala rintangan dan tantangan. Yohanes 14:16 berkata,  "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya." Artinya bahwa tidak perlu ada yang di risaukan sekalipun mungkin suatu kali kita berada dalam posisi yang lemah. Yang diperlukan hanyalah percaya sepenuhnya kalau Tuhan Yesus berkuasa dan beserta kita. Dengan demikian kita akan menjalani hidup ini penuh keberanian dan kekuatan.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Doa :

Tuhan Yesus, aku sadar jalan-Mu tidaklah mudah dan lancar. Namun aku percaya bahwa Engkau tetap menyertai aku sepanjang masa. Amin. (Dod).

Selasa, 31 Januari 2023

Tetaplah Tenang

 


Bacaan :

Yesaya 30:15

Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan.

Renungan :

Suatu ketika ada beberapa penggali tambang yang bekerja setiap hari. Sudah beberapa tahun mereka tak pernah pindah tempat kerja. Jadi bisa dibayangkan bahwa tambang itu sangat dalam.  Hari itu mereka berada di dasar tambang itu dan secara tiba-tiba semua saluran arus listrik dalam tambang itu putus. Lampu-lampu semuanya padam. Gelap gulita meliputi dasar tambang itu, dan dalam sekejap terjadilah hiruk pikuk di sana. Setiap orang berusaha menyelamatkan diri sendiri namun mereka sungguh kehilangan arah. Setiap gerakan mereka pasti berakhir dengan benturan dan tabrakan, entah menabrak sesama pekerja atau menabrak dinding tambang. Situasi bertambah buruk karena udara yang semakin panas tanpa AC. Setelah lelah bergulat dengan kegelapan, mereka semua duduk lesu tanpa harapan. Satu dari para pekerja itu mulai bicara, "Sebaiknya kita duduk tenang dari pada hiruk-pikuk mencari jalan ke luar. Duduklah secara tenang dan berusahalah untuk merasakan hembusan angin. Karena angin hanya bisa berhembus masuk melalui pintu tambang ini." Mereka semua lalu duduk dalam hening. Saat-saat pertama keheningan, mereka tidak dapat merasakan hembusan angin. Namun perlahan-lahan mereka menjadi semakin peka akan hembusan angin sepoi-sepol yang masuk melalui pintu tambang. Akhirnya, dengan mengikuti arah datangnya angin itu, mereka dapat keluar dari dasar tambang yang gelap itu dengan selamat.

Bukankah hal tersebut juga berlaku dalam kehidupan kita. Mungkin kita sering mengalami kegelapan dalam perjalanan hidup ini. Di saat itu, perasaan kita mungkin kacau, dan kita seolah-olah tidak akan pernah melihat jalan keluar yang tepat.

Mari merenung sebentar. Sebenarnya, yang pertama-tama kita butuhkan dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan adalah menenangkan diri dan berserah kepada Tuhan. Hanya dalam keheningan, penyerahan  dan berdoa memohon pertolongan kepada Tuhan Yesus, maka kita pasti akan memiliki ketenangan, dan setelah kita tenang, maka iman kita akan bangkit sehingga kita bisa melihat pokok masalah secara tepat dan dapat menemukan hikmat Tuhan untuk menyelesaikannya. Setelah itu, mari bertindak, karena iman tanpa tindakan tidak ada faedahnya. Jadi, kapanpun kita menghadapi tantangan dan pergumulan hidup, kita harus "Berserah, Beriman dan Bertindak." Jangan pernah terkejut jika tiba-tiba mukjizat datang menghampiri hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, berilah aku ketenangan ketika  menghadapi permasalahan yang terjadi dalam hidupku, sehingga dengan ketenangan itu aku bisa merasakan kehadiran-Mu, saat bisa merasakan kehadiran-Mu aku dapat berdoa dengan penuh pengharapan, saat aku berdoa maka  mujizat akan terjadi. Amin. (Dod).

Minggu, 29 Januari 2023

Tuhan Mengubah Masalah Menjadi Berkat

 


Bacaan :

2 Korintus 12:9

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku."

Renungan :

Ada seekor siput yang selalu memandang sinis terhadap katak. Suatu hari katak yang kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput, "Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan sehingga anda begitu membenci saya?" Siput menjawab, "Kalian kaum katak mempunyai 4 kaki dan bisa melompat ke sana kemari, tapi saya harus membawa cangkang yang berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih." Katak menjawab, "Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing-masing. Hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya tetapi kamu tidak melihat penderitaan saya." Dan seketika itu juga ada seekor elang besar yang terbang ke arah mereka. Siput dengan cepat memasukkan badannya ke dalam cangkang sedangkan katak dimangsa oleh elang.

Kita tidak perlu membandingkan hidup kita dengan orang lain. Lebih baik pikirkanlah apa yang kita miliki karena hal tersebut akan memberikan lebih banyak rasa bersyukur dan kebahagiaan bagi diri kita sendiri. Dalam hidup ini memang wajar kalau ada peristiwa-peristiwa yang membuat kita marah dan kecewa. Mungkin kita merasa Tuhan tidak adil, mungkin kita merasa penderitaan kita begitu berat sehingga kita merasa lelah dan letih menjalani hidup ini. Kita mulai membandingkan hidup kita dengan orang lain dan seringkali kita melihat kehidupan orang lain begitu nyaman dan bebas dari penderitaan tanpa kita mengetahui apa yang sebenarnya mereka alami. Karena apa yang kita saksikan hanyalah yang tampak dari luar saja. Padahal setiap orang, setiap rumah tangga tentu memiliki tantangan hidup masing-masing. Terkadang bahkan kita berteriak, kenapa Tuhan seolah-olah membiarkan beban hidup yang berat ini mengikuti kita sepanjang perjalanan hidup kita. Sama seperti seekor siput yang merasa lelah karena harus terus membawa cangkangnya kesana kemari, seolah-olah cangkangnya menjadi sumber penderitaan dalam hidupnya karena dia tidak dapat berjalan dengan leluasa. Namun apa yang tidak disadari oleh siput itu, adalah justru cangkang yang menyiksanya itulah yang membuatnya terhindar dari kematian. Cangkang itulah yang membuat hidupnya terselamatkan, sementara si katak yang seolah-olah tidak mengalami penderitaan sama sekali justru lebih cepat mati dibandingkan dirinya.

Jadi jangan pernah berputus asa dalam menjalani hidup. Jangan pernah membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain, karena siapa tahu apa yang pada awalnya tampak sebagai masalah dan penderitaan dalam hidup kita, justru itulah yang membawa pertolongan dan memberikan keselamatan bagi kita. Karena Tuhan selalu mampu untuk mengubah masalah menjadi berkat dan mengubah penderitaan menjadi keselamatan bagi kita semua.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Doa :

Tuhan Yesus, berilah aku hati seluas samudera agar aku dapat menerima setiap hal yang yang baik dan buruk apa adanya tanpa berpikir yang negatif terhadap hidup ini dan hidup orang lain. Amin. (Dod).

Bekerjalah Dengan Segenap Hati

  Bacaan : Pengkhotbah 9:10 "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada ...