Translate

Selasa, 07 Februari 2023

Berbuat Baiklah Kepada Semua Orang

 


Bacaan :

Lukas 6:27

"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu."

 

Renungan :

Seorang dokter hewan dipanggil untuk melakukan pemeriksaan terhadap seekor anjing wolfhound Irlandia berumur 10 tahun yang bernama Belker. Pemilik anjing tersebut yang bernama Ron dan istrinya Lisa serta anak laki-laki kecil mereka Shane, berharap Belker bisa sembuh. Setelah sang dokter memeriksa Belker, akhirnya ditemukan bahwa Belker menderita penyakit kanker ganas yang sudah tidak bisa disembuhkan. Sang dokter mengatakan kepada keluarga tersebut bahwa ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk Belker dan menawarkan kepada mereka untuk memberikan suntikan kematian secara cepat kepada Belker. Mereka pun membuat janji pertemuan untuk melaksanakan proses tersebut. Ron dan Lisa kemudian memberitahu kepada sang dokter bahwa mungkin ada baiknya anak mereka Shane yang masih berumur 6 tahun itu diberitahu agar melihat sendiri secara langsung bagaimana proses penyuntikan tersebut. Mereka merasa bahwa Shane dapat belajar sesuatu dari peristiwa tersebut. Keesokan harinya setelah keluarga tersebut berkumpul, sang dokter melakukan penyuntikan terhadap Belker. Dalam beberapa menit kemudian Belker pun tidur untuk selamanya dengan damai. Shane kecil kelihatannya menerima kejadian tersebut tanpa rasa sedih. Kemudian mereka semua duduk bersama setelah kematian Belker dan mereka membahas mengapa usia anjing lebih cepat daripada manusia. Shane yang awalnya hanya mendengarkan dalam diam kemudian berkata, "Saya tahu jawabannya." Apa yang kemudian keluar dari mulut Shane membuat sang dokter terheran-heran. Sang dokter tidak pernah mendengarkan hal yang begitu nyaman dapat keluar dari mulut seorang anak kecil dan itu mengubah cara hidup sang dokter. Shane berkata, "Manusia dilahirkan agar mereka dapat belajar bagaimana hidup di dalam kehidupan yang baik seperti mencintai setiap orang dalam setiap waktu dan menjadi orang yang baik. Para anjing sudah mengetahui bagaimana cara melakukan hal tersebut, jadi mereka tidak harus tinggal terlalu lama di dunia ini."

Seringkali kita memang harus belajar dari anjing tentang kesetiaan mereka, pengorbanan mereka, pengabdian mereka kepada tuannya, bagaimana mereka begitu bersemangat memberikan kibasan ekor ketika bertemu tuannya, tidak pernah punya dendam dan lain sebagainya. Mereka tidak pernah berpura-pura dan menghidupi kehidupannya dengan penuh cinta kepada tuannya. Di hari yang panas, mereka akan tidur dengan nyaman di bawah pohon yang sejuk. Mereka pun begitu menikmati saat angin menerpa wajah mereka ketika mereka berlari. Ketika tuannya bahagia dia akan ikut loncat-loncat namun ketika tuannya sedang sedih, dia pun hanya diam dan duduk mendekat sambil memberikan perhatian kepada tuannya.

Kehidupan kita terlalu singkat untuk diisi oleh berbagai hal yang tidak penting atau hal yang merugikan. Buatlah suasana yang nyaman dan bahagia kemanapun kita pergi, lupakan hal-hal buruk dan fokus pada hal yang baik. Bahkan berpikirlah hal-hal yang baik kepada orang yang tidak melakukan hal baik kepada kita karena ada tertulis jika kita berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepada kita, itu seperti menaruh bara di atas kepalanya. Biarlah kita berbuat baik bukan karena orang lain berbuat baik kepada kita, tetapi karena Tuhan Yesus telah lebih dahulu berbuat baik kepada kita, sehingga sudah sepantasnya kita menyalurkan kasih Tuhan Yesus kepada sesama.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Doa :

Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan rahmat kebaikan-Mu, sehingga melalui kehadiran-Ku orang merasakan dan mengetahui bagaimana mengasihi, bagaimana mengampuni dan bagaimana bisa menerima orang lain apa adanya. Tuhan Yesus yang baik, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu sendiri. Amin. (Dod).

Senin, 06 Februari 2023

Didiklah Anakmu Dengan Baik

 


Bacaan :

Amsal 29:17

"Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu."

Renungan :

Seandainya anak-anak kecil bisa berbicara dan memiliki keberanian untuk mengajukan permohonan mereka kepada orang tuanya, apa yang akan mereka katakan? Bukankah seringkali ada orang tua yang merasa berhak melakukan apa saja terhadap anak-anak tanpa memahami perasaan mereka?

Di dalam hati kecilnya, anak-anak kita mungkin ingin mengatakan :

"Tanganku begitu kecil, janganlah mengharapkan hasil yang sempurna ketika aku merapikan tempat tidur, menggambar sesuatu atau melemparkan bola.

Kakiku masih pendek, perlambatlah jalanmu agar aku bisa berjalan bersamamu.

Mataku belum bisa memandang dunia ini sebagaimana engkau memandangnya, biarkanlah aku mengamati dan mempelajari banyak hal secara perlahan-lahan.

Kesibukan di rumah akan selalu ada, beri aku sedikit saja waktu untuk menjelaskan tentang banyak hal yang belum kupahami dan bermainlah bersamaku

Perasaanku lembut, pekalah terhadap apa yang aku butuhkan dan jangan mengomeliku sepanjang hari.

Perlakukanlah aku sebagaimana engkau ingin diperlakukan.

Aku adalah pemberian khusus dari Allah. Sayangilah aku, sebagaimana yang Allah perintahkan untuk engkau lakukan.

Beritahu aku aturan-aturan di dalam menjalani kehidupan dan disiplinkan aku dengan kasih.

Aku butuh dorongan dan bukan sekadar pujian untuk bertumbuh.

Ketika engkau mengkritikku, kritiklah perbuatanku dan jangan benci padaku. Dengan begitu, aku bisa mengubah kebiasaan buruk di dalam diriku.

Berilah aku kebebasan untuk membuat keputusan tentang diriku sendiri.

Jangan marah ketika aku berbuat salah, sehingga aku dapat belajar dari kesalahanku. Dengan demikian suatu hari nanti aku dapat membuat keputusan yang benar.

Tolong jangan buat aku merasa bersalah dan tidak yakin terhadap diriku dengan cara membandingkanku dengan kakak atau adikku. Masing-masing kami memiliki kemampuan dan kapasitas yang berbeda-beda.

Jangan terlalu khawatir meninggalkan aku, sekali sekali ambillah waktu untuk bersantai dan menenangkan diri. Kadang anak-anak perlu waktu tanpa orang tua, sebagaimana orang tua juga perlu waktu untuk menenangkan diri berdua tanpa anak-anak.

Di samping itu, itu merupakan cara yang bagus untuk memperlihatkan kepada kami anak-anak bahwa pernikahan kalian begitu spesial dan harmonis.

Ajak dan doronglah kami untuk berdoa dan beribadah. Berilah teladan yang baik, karena aku ingin belajar banyak tentang Tuhan."

Kiranya kita semakin memiliki hati yang mengasihi anak-anak, peka terhadap kebutuhan mereka dan dimampukan untuk menjadi orang tua yang bijaksana. Tuhan Yesus memberkati.

DOA

Tuhan Yesus, mendidik anak bukanlah suatu hal yang mudah. Sebab itu, berilah aku kemampuan dan hikmat untuk melakukan tugas yang telah Kau percayakan padaku itu agar aku dapat melakukannya dengan penuh kasih. Amin. (Dod).

Minggu, 05 Februari 2023

Hindari Perbuatan Dosa

 


Bacaan :

Zakharia 2:8

"Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu — sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya."

Renungan :

Suatu hari ada seorang anak kecil berumur 1 tahun yang asyik bermain-main dekat ayahnya yang sedang bekerja. Ia membuka dompet ayahnya dan mulai mengambil uang-uang yang ada di dalamnya. Melihat ayahnya menulis pada sebuah kertas, anak itu mulai merangkak mencari-cari pulpen atau spidol dan mulai mengikuti ayahnya menulis di kertas yang ia temukan dalam dompet itu. Beberapa saat kemudian saat sang ayah sudah selesai mengerjakan tugasnya, ia terkejut melihat anaknya mencoret-coret seluruh uang yang ada di dompetnya itu dengan spidol sambil tertawa-tawa. Anak kecil itu tidak mengerti betapa bernilainya kertas yang sedang dia coret-coret itu.

Apa yang dilakukan anak kecil tadi memang salah. Namun kesalahan yang diperbuatnya disebabkan karena ia tidak mengerti bahwa kertas yang ia temukan itu sangat berharga bagi keluarganya. Ia hanya tahu mengikuti apa yang ayahnya lakukan yakni mencoret-coret kertas. Demikian juga dengan kehidupan kita. Ada begitu banyak di antara kita sebagai anak-anak Tuhan yang belum mengerti dan mengetahui betapa berharganya hidup ini, sehingga kita juga mulai mencoret-coret kehidupan kita, membuat buruk dan merusak hidup kita dengan melakukan hal-hal yang tidak berguna dan sia-sia. Tubuh yang sangat berharga ini, yang merupakan bait Allah justru akrab dengan alkohol, rokok atau bahkan narkoba dan obat bius. Banyak orang merusak hidupnya dengan memuaskan diri secara terus-menerus dengan hal-hal yang berbau pornografi. Sementara beberapa orang lagi sengaja menghancurkan hidup sendiri dalam keputusan, frustasi bahkan melakukan tindakan bunuh diri. Hal itu mereka lakukan karena tidak mengerti seberapa bernilainya hidup ini di hadapan Tuhan. Hari ini kita belajar agar kita tidak lagi melakukan kebodohan-kebodohan seperti itu. Hargai kehidupan kita karena kita sungguh memiliki nilai dan berharga bagi Tuhan. Kalau hidup kita tidak berharga, tidaklah mungkin Tuhan Yesus rela mengorbankan nyawa-Nya untuk menebus diri kita dari dosa.

Oleh karena itu, mari kita jaga dan pelihara hidup ini dengan melakukan hal-hal yang benar dan berarti. Jangan melakukan hal yang sia-sia dan tidak berguna yang ujungnya adalah maut. Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, kuserahkan hidupku dalam tangan-Mu. Kuduskanlah diriku dari segala kenajisan yang selama ini kulakukan sehingga membuat tubuhku tercemar oleh dosa. Amin. (Dod).

Sabtu, 04 Februari 2023

Kita Istimewa Dimata Tuhan

 


Bacaan :

2 Korintus 5:16

"Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian."

Renungan :

Suatu ketika ada dua orang anak berusia 8 tahun menuangkan bensin di kompor untuk mendapatkan kehangatan. Ledakan hebat pun terjadi dan merengut nyawa salah seorang anak tersebut. Anak yang satunya mengalami luka bakar di kaki dan dokter menyarankan segera diamputasi agar tidak infeksi. Tetapi orang tuanya berkata, "Kita tunggu saja beberapa hari." Setelah beberap minggu, kaki anak itu pun sembuh tetapi kaki kirinya menjadi lebih pendek 6,4 cm. "Ia tidak akan pernah bisa berjalan!" kata dokter. Beberapa minggu kemudian ternyata anak itu bisa berjalan dengan bantuan tongkat penyangga. Kemudian dokter mengatakan, "Ia tidak akan bisa berjalan tanpa tongkat!" Tetapi dalam beberapa minggu, anak itu membuktikan bisa berjalan tanpa tongkat. Lagi lagi dokter berkata, "Ia bisa berjalan, tapi tidak akan pernah berlari." Tetapi anak itu belajar berlari. Ia adalah Glenn Cunningham yang telah memenangkan medali emas dan memecahkan rekor dunia 1500 m dengan waktu 4 menit 8 detik. Bagaimana bisa seorang anak yang dinyatakan menderita kelumpuhan namun kenyataannya ia berhasil menjadi seorang juara di lintasan lari? Jawabannya karena ia dan orang tuanya memunyai semangat yang pantang menyerah dan tidak kalah pada keadaan. Itulah yang menjadi kekuatan dan rahasia kesuksesannya.

Banyak orang yang sering menyerah pada keadaan dan mereka menganggap seakan-akan itu adalah jalan terbaik ketika mengalami berbagai masalah berat. Tetapi jika kita renungkan dan pikirkan kembali, apakah keputusan itu benar? Menyerah pada keadaan berarti mendengarkan dan mengamini setiap kata negatif dari orang lain untuk kita. Jika hal itu yang terjadi, maka kemungkinan tidak akan ada pemulihan. Saat Lazarus sudah dikuburkan, semua orang berkata bahwa ia sudah mati, tetapi Yesus berkata bahwa ia tertidur. Tidak selamanya kita harus mengimani apa kata orang yang buruk atau negatif tentang kita. Kita harus mengimani apa kata Tuhan dalam hidup kita yaitu kita berharga dan kita adalah biji mata-Nya.

Jadi, jika saat ini kita merasa tidak berarti dalam hidup ini karena sudah sering mendengar orang berkata kepada kita, "Bodoh, goblok, tidak akan sukses, anak sial!", inilah saatnya kita bangkit bersama Tuhan  dan mematahkan setiap kata-kata negatif yang sudah dikatakan kepada kita. Yesus yang kita sembah lebih hebat dan penuh kuasa daripada setiap perkataan negatif yang ditujukan pada kita saat ini.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, terima kasih atas firman-Mu hari ini. Kini aku sadar bahwa aku adalah pribadi yang berharga di mata-Mu. Aku mengampuni setiap pribadi yang telah berkata negatif tentang diriku. Kini, bersama dengan Engkau aku mau berubah dan hidup lebih baik lagi seperti perkataan-Mu. Amin. (Dod).

Jumat, 03 Februari 2023

Jadilah Berkat

 


Bacaan :

Lukas 12:7

"Bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit."

Renungan :

Suatu ketika ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikannya rendah, sehingga ia hidup hanya dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik. Suatu hari, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti. "Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini," katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon. Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. "Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di sini, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini." Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, "Hai anak muda, kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah yang telah bekerja keras ini." Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, "Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku.Tolong jangan mati di sini." Setelah pohon yang ketiga, si pemuda termenung dan berpikir, "Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain. Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa bermanfaat bagi makhluk lain." Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.

Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita akan menjalani hidup ini dengan rasa terbeban. Ketika tantangan semakin berat, bisa jadi kita mulai berpikir mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri. Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari bahwa sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, bahwa kehidupan kita dibutuhkan oleh orang lain, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Jadi, mari menyadari bahwa apapun latar belakang kita, dan bagaimanapun keadaan kita saat ini, setiap dari kita adalah berguna bagi orang lain, dan dibutuhkan oleh dunia ini.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, pakailah aku sebagai alat-Mu, agar di sisa hidupku aku dapat menjadi berkat bagi sesamaku. Amin. (Dod)

Kamis, 02 Februari 2023

Kita Istimewa Dimata Tuhan



Bacaan :

2 Korintus 5:16

"Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian."

Renungan :

Suatu ketika ada dua orang anak berusia 8 tahun menuangkan bensin di kompor untuk mendapatkan kehangatan. Ledakan hebat pun terjadi dan merengut nyawa salah seorang anak tersebut. Anak yang satunya mengalami luka bakar di kaki dan dokter menyarankan segera diamputasi agar tidak infeksi. Tetapi orang tuanya berkata, "Kita tunggu saja beberapa hari." Setelah beberap minggu, kaki anak itu pun sembuh tetapi kaki kirinya menjadi lebih pendek 6,4 cm. "Ia tidak akan pernah bisa berjalan!" kata dokter. Beberapa minggu kemudian ternyata anak itu bisa berjalan dengan bantuan tongkat penyangga. Kemudian dokter mengatakan, "Ia tidak akan bisa berjalan tanpa tongkat!" Tetapi dalam beberapa minggu, anak itu membuktikan bisa berjalan tanpa tongkat. Lagi lagi dokter berkata, "Ia bisa berjalan, tapi tidak akan pernah berlari." Tetapi anak itu belajar berlari. Ia adalah Glenn Cunningham yang telah memenangkan medali emas dan memecahkan rekor dunia 1500 m dengan waktu 4 menit 8 detik. Bagaimana bisa seorang anak yang dinyatakan menderita kelumpuhan namun kenyataannya ia berhasil menjadi seorang juara di lintasan lari? Jawabannya karena ia dan orang tuanya memunyai semangat yang pantang menyerah dan tidak kalah pada keadaan. Itulah yang menjadi kekuatan dan rahasia kesuksesannya.

Banyak orang yang sering menyerah pada keadaan dan mereka menganggap seakan-akan itu adalah jalan terbaik ketika mengalami berbagai masalah berat. Tetapi jika kita renungkan dan pikirkan kembali, apakah keputusan itu benar? Menyerah pada keadaan berarti mendengarkan dan mengamini setiap kata negatif dari orang lain untuk kita. Jika hal itu yang terjadi, maka kemungkinan tidak akan ada pemulihan. Saat Lazarus sudah dikuburkan, semua orang berkata bahwa ia sudah mati, tetapi Yesus berkata bahwa ia tertidur. Tidak selamanya kita harus mengimani apa kata orang yang buruk atau negatif tentang kita. Kita harus mengimani apa kata Tuhan dalam hidup kita yaitu kita berharga dan kita adalah biji mata-Nya.

Jadi, jika saat ini kita merasa tidak berarti dalam hidup ini karena sudah sering mendengar orang berkata kepada kita, "Bodoh, goblok, tidak akan sukses, anak sial!", inilah saatnya kita bangkit bersama Tuhan  dan mematahkan setiap kata-kata negatif yang sudah dikatakan kepada kita. Yesus yang kita sembah lebih hebat dan penuh kuasa daripada setiap perkataan negatif yang ditujukan pada kita saat ini.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, terima kasih atas firman-Mu hari ini. Kini aku sadar bahwa aku adalah pribadi yang berharga di mata-Mu. Aku mengampuni setiap pribadi yang telah berkata negatif tentang diriku. Kini, bersama dengan Engkau aku mau berubah dan hidup lebih baik lagi seperti perkataan-Mu. Amin. (Dod).


Rabu, 01 Februari 2023

Tenanglah Ada Tuhan



 Renungan :

Mazmur 116:7

"Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu."

Renungan :

Bruce Larson menceritakan pengalamannya dalam Wind and Fire, "Beberapa tahun yang lalu saya hampir tenggelam akibat badai di Teluk Mexico. Ketika itu saya mendapati diri saya berenang jauh dari pantai dan berusaha mencapai perahu saya yang terhanyut. Saya terjebak dalam keadaan sulit itu karena kebodohan saya sendiri, sesuatu yang sama sekali tidak biasanya terjadi. Saya masih ingat mengatakan, 'Yah, inilah saatku." Ombaknya setinggi tujuh atau delapan kaki, dan langit gelap dengan angin kencang dan kilat sambar menyambar. Saya sedang terhanyut di laut saat Firman Tuhan datang pada saya dan menyelamatkan nyawa saya. Saya merasakan la berkata kepada saya, 'Aku di sini, Larson, dan engkau tidak akan pulang secepat yang engkau kira. Bisakah engkau menjejak-jejakkan kaki di air?' Entah bagaimana itu tak pernah terpikirkan oleh saya, karena sebelumnya saya hanya berusaha berenang dengan kalap. Seandainya saya terus saja dengan kalap berusaha berenang kembali ke pantai, tenaga saya pasti terkuras dan tenggelamlah saya. Dalam segala macam keadaan, kita dapat membuat masalah menjadi lebih buruk dengan upaya-upaya kalap kita untuk menyelamatkan diri kita sendiri, padahal Tuhan sedang berusaha mengatakan kepada kita, "Tenanglah." Seringkali, bukannya tenang, kita membuat diri kita berada dalam keadaan berbahaya dan semakin kita berusaha justru semakin buruk jadinya."

Apakah saat ini kita sedang berusaha menyelesaikan berbagai persoalan dan tantangan kehidupan yang kita hadapi dengan ketakutan dan kecemasan sehingga kita mulai menjadi kalap ? Kalau kita merasa seolah tiada lagi jalan keluar, mungkin inilah saatnya yang paling tepat bagi kita untuk berhenti sejenak dari upaya menggebu-gebu kita dalam mencari penyelesaian atau jawaban dengan cara kita sendiri. Beri Tuhan Yesus waktu untuk melakukan karya-Nya, dan untuk menyampaikan hikmat-Nya kepada kita. Tenanglah, karena Dia tetap Tuhan yang memegang kendali secara penuh atas seluruh aspek kehidupan kita. Karena Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik, kepada mereka yang menyerahkan pilihannya kepada-Nya.

Tuhan Yesus memberkati.

Doa :

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu ada untukku. Kini aku tidak lagi merasa khawatir atas permasalahan yang terjadi atas diriku karena aku tahu tidak pernah sedetikpun Engkau meninggalkan aku. Dan aku percaya, bersama dengan Engkau, aku akan baik-baik saja. Amin. (Dod).




Bekerjalah Dengan Segenap Hati

  Bacaan : Pengkhotbah 9:10 "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada ...