Bacaan :
Lukas
6:27
"Tetapi
kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah
baik kepada orang yang membenci kamu."
Renungan :
Seorang
dokter hewan dipanggil untuk melakukan pemeriksaan terhadap seekor anjing
wolfhound Irlandia berumur 10 tahun yang bernama Belker. Pemilik anjing
tersebut yang bernama Ron dan istrinya Lisa serta anak laki-laki kecil mereka
Shane, berharap Belker bisa sembuh. Setelah sang dokter memeriksa Belker,
akhirnya ditemukan bahwa Belker menderita penyakit kanker ganas yang sudah
tidak bisa disembuhkan. Sang dokter mengatakan kepada keluarga tersebut bahwa
ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk Belker dan menawarkan kepada mereka untuk
memberikan suntikan kematian secara cepat kepada Belker. Mereka pun membuat
janji pertemuan untuk melaksanakan proses tersebut. Ron dan Lisa kemudian
memberitahu kepada sang dokter bahwa mungkin ada baiknya anak mereka Shane yang
masih berumur 6 tahun itu diberitahu agar melihat sendiri secara langsung
bagaimana proses penyuntikan tersebut. Mereka merasa bahwa Shane dapat belajar
sesuatu dari peristiwa tersebut. Keesokan harinya setelah keluarga tersebut
berkumpul, sang dokter melakukan penyuntikan terhadap Belker. Dalam beberapa
menit kemudian Belker pun tidur untuk selamanya dengan damai. Shane kecil
kelihatannya menerima kejadian tersebut tanpa rasa sedih. Kemudian mereka semua
duduk bersama setelah kematian Belker dan mereka membahas mengapa usia anjing
lebih cepat daripada manusia. Shane yang awalnya hanya mendengarkan dalam diam
kemudian berkata, "Saya tahu jawabannya." Apa yang kemudian keluar
dari mulut Shane membuat sang dokter terheran-heran. Sang dokter tidak pernah
mendengarkan hal yang begitu nyaman dapat keluar dari mulut seorang anak kecil
dan itu mengubah cara hidup sang dokter. Shane berkata, "Manusia dilahirkan agar mereka dapat
belajar bagaimana hidup di dalam kehidupan yang baik seperti mencintai setiap
orang dalam setiap waktu dan menjadi orang yang baik. Para anjing sudah
mengetahui bagaimana cara melakukan hal tersebut, jadi mereka tidak harus
tinggal terlalu lama di dunia ini."
Seringkali
kita memang harus belajar dari anjing
tentang kesetiaan mereka, pengorbanan mereka, pengabdian mereka kepada tuannya,
bagaimana mereka begitu bersemangat memberikan kibasan ekor ketika bertemu
tuannya, tidak pernah punya dendam dan lain sebagainya. Mereka tidak pernah berpura-pura dan menghidupi kehidupannya dengan
penuh cinta kepada tuannya. Di hari yang panas, mereka akan tidur dengan
nyaman di bawah pohon yang sejuk. Mereka pun begitu menikmati saat angin
menerpa wajah mereka ketika mereka berlari. Ketika tuannya bahagia dia akan
ikut loncat-loncat namun ketika tuannya sedang sedih, dia pun hanya diam dan
duduk mendekat sambil memberikan perhatian kepada tuannya.
Kehidupan kita terlalu singkat
untuk diisi oleh berbagai hal yang tidak penting atau hal yang merugikan.
Buatlah suasana yang nyaman dan bahagia kemanapun kita pergi, lupakan hal-hal
buruk dan fokus pada hal yang baik. Bahkan berpikirlah hal-hal yang baik kepada orang
yang tidak melakukan hal baik kepada kita karena ada tertulis jika kita berbuat baik kepada orang yang
berbuat jahat kepada kita, itu seperti menaruh bara di atas kepalanya.
Biarlah kita berbuat baik bukan karena
orang lain berbuat baik kepada kita, tetapi karena Tuhan Yesus telah lebih
dahulu berbuat baik kepada kita, sehingga sudah sepantasnya kita menyalurkan
kasih Tuhan Yesus kepada sesama.
Tuhan
Yesus memberkati.
Doa :
Tuhan
Yesus, penuhilah aku dengan rahmat kebaikan-Mu, sehingga melalui kehadiran-Ku
orang merasakan dan mengetahui bagaimana mengasihi, bagaimana mengampuni dan
bagaimana bisa menerima orang lain apa adanya. Tuhan Yesus yang baik,
jadikanlah hatiku seperti hati-Mu sendiri. Amin. (Dod).






